Spanyol vs Arab Saudi: Misi Bangkit La Furia Roja

- Spanyol datang ke laga kontra Arab Saudi dengan tekanan besar setelah hasil imbang tanpa gol melawan Cape Verde, dan kemenangan menjadi target utama untuk menjaga peluang di Piala Dunia 2026.
- Luis de la Fuente menegaskan kritik publik dijadikan motivasi, serta memastikan tim sudah melakukan evaluasi menyeluruh agar tampil lebih efektif dan menemukan kembali ritme permainan terbaiknya.
- Laga melawan Arab Saudi dianggap momen penting bagi Spanyol untuk memulihkan kepercayaan diri, mengurangi tekanan, dan membuktikan mereka masih layak disebut kandidat kuat di turnamen ini.
Jakarta, IDN Times - Spanyol datang ke laga kontra Arab Saudi di Grup H Piala Dunia 2026 dengan tekanan besar. Hasil imbang tanpa gol melawan Cape Verde pada pertandingan pembuka membuat La Furia Roja dituntut segera menunjukkan reaksi.
Skuad asuhan Luis de la Fuente sebenarnya lebih diunggulkan saat menghadapi Cape Verde. Namun, dominasi permainan tidak berujung kemenangan karena Spanyol kesulitan membongkar pertahanan rapat lawannya.
Kini, Spanyol harus mengalihkan fokus ke pertandingan melawan Arab Saudi di Atlanta Stadium, Minggu (21/6/2026) malam WIB. Kemenangan menjadi target utama agar mereka kembali mendapatkan kepercayaan diri sekaligus menjaga peluang melaju jauh di Piala Dunia 2026.
1. Spanyol dibayangi tekanan Usai gagal menang di laga pembuka
Di tengah tekanan tersebut, De la Fuente memilih menjadikan kritik sebagai motivasi tambahan. Pelatih Spanyol itu menegaskan para pemainnya memiliki mental kuat dan siap memberikan jawaban di lapangan.
"Kami hidup dalam sebuah gelembung, tetapi kritik justru memotivasi kami karena kami memiliki para pemain yang sangat kompetitif," ujar De la Fuente, dikutip FlashScore.
De la Fuente mengakui tidak terlalu mengikuti berbagai komentar setelah hasil mengecewakan melawan Cape Verde. Namun, ia memahami para pemain tetap mengetahui reaksi publik terhadap performa mereka.
Menurutnya, kritik tersebut tidak mengganggu persiapan Spanyol menghadapi Arab Saudi. Justru sebaliknya, para pemain semakin termotivasi untuk tampil lebih baik dan mengembalikan performa terbaik.
"Mereka menangani situasi ini dengan baik. Tidak masalah jika mereka mengikuti perkembangan yang ada. Saya bisa mengatakan mereka sangat, sangat ingin kembali ke lapangan dan mereka akan tampil jauh berbeda besok," kata De la Fuente.
2. De la Fuente evaluasi Spanyol jelang hadapi Arab Saudi
Spanyol tak ingin kembali mengulang kesalahan saat menghadapi Cape Verde. De la Fuente menyebut timnya sudah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kelemahan sebelum pertandingan melawan Arab Saudi.
Pelatih Spanyol itu memastikan tidak ada kepanikan di dalam tim. Fokus utama mereka menemukan kembali ritme permainan dan menunjukkan kualitas yang sebenarnya.
"Kami menganalisis pertandingan tersebut untuk menghilangkan semua keraguan, memperjelas konsep permainan, melihat apa yang sudah kami lakukan dengan baik, serta memahami kesalahan yang terjadi," ujarnya.
Menghadapi Arab Saudi, Spanyol sadar tantangan tidak akan mudah. Tim lawan diperkirakan kembali mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin setelah sebelumnya mampu menahan Uruguay dengan skor 1-1.
Situasi itu menjadi ujian bagi lini serang Spanyol yang dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Rodri. Mereka dituntut lebih efektif dalam menciptakan peluang setelah gagal mencetak gol pada laga pembuka.
3. Spanyol wajib menang untuk kembalikan kepercayaan diri
Bagi Spanyol, pertandingan melawan Arab Saudi bukan sekadar perebutan tiga poin. Laga ini menjadi kesempatan bagi La Furia Roja membuktikan hasil imbang melawan Cape Verde hanya sebuah hambatan awal.
"Tidak ada keputusasaan. Kami termotivasi," beber De la Fuente.
"Kami sangat menantikan pertandingan besok, kembali bersaing, dan menemukan kembali perasaan positif yang kami miliki sebelumnya," lanjutnya.
Spanyol membutuhkan kemenangan untuk menjaga posisi di Grup H Piala Dunia 2026, sekaligus mengurangi tekanan yang muncul setelah laga pertama.
Jika kembali gagal meraih hasil maksimal, sorotan terhadap De la Fuente dan para pemainnya akan semakin besar. Namun, kemenangan atas Arab Saudi bisa menjadi titik balik untuk mengembalikan status La Furia Roja sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026.
















