Tangguhnya AC Milan Versi Amorim, Belum Terkalahkan!

AC Milan asuhan Ruben Amorim belum terkalahkan dalam tujuh laga awal Serie A 2026/27 usai menang 3-2 atas Atalanta, menempati posisi keempat dengan 15 poin.
Amorim menyoroti turunnya konsentrasi setelah Milan unggul 3-0, yang memungkinkan Atalanta mencetak dua gol dan mengubah momentum pertandingan.
Rotasi pemain dinilai membantu konsistensi serta pemahaman pressing Milan, yang berikutnya akan menghadapi Bournemouth di Liga Europa dan Udinese di Serie A.
Jakarta, IDN Times - AC Milan mulai menunjukkan konsistensi di papan atas Serie A 2026/27. Meski sempat tersendat pada awal musim, tim asuhan Ruben Amorim itu belum terkalahkan dalam tujuh laga awal di Serie A.
Terbaru, Milan mengalahkan Atalanta dengan skor 3-2 di San Siro, Minggu (18/10/2026). Goncalo Ramos, Adrien Rabiot, dan Mario Gila, masing-masing mencetak satu gol, demi membantu Milan menang dalam partai dramatis itu.
Kemenangan tersebut menjadi yang keempat bagi Amorim di Serie A musim ini. Milan pun menempati peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 15 poin, di bawah AS Roma yang mengoleksi 17 poin, serta Lazio dan Inter Milan yang sama-sama mengumpulkan 19 poin.
1. Amorim soroti penurunan konsentrasi AC Milan
Meski puas dengan tambahan tiga poin, Amorim menegaskan Milan masih perlu memperbaiki performa agar mampu bersaing sepanjang musim. Secara khusus, dia menyoroti penurunan konsentrasi timnya setelah unggul 3-0 atas Atalanta.
Keunggulan tersebut nyaris terbuang setelah lawan mampu mencetak dua gol balasan. Situasi itu menjadi peringatan bagi Milan agar tidak kehilangan kendali permainan ketika sudah berada dalam posisi unggul.
"Tentu saja, hasil akhir adalah hal yang paling penting. Tapi, kami juga harus menganalisis performa sepanjang laga," ujar Amorim, dilansir Sky Sports Italia.
Amorim menilai momentum pertandingan melawan Atalanta berubah drastis setelah Milan gagal mempertahankan kendali permainan. Menurutnya, sebelum lawan mencetak gol pertama, Rossoneri justru lebih berpeluang menambah keunggulan.
"Momentum pertandingan berubah drastis. Sebelum Atalanta mencetak gol, kami mengendalikan permainan dan justru lebih dekat untuk mencetak gol keempat daripada kebobolan gol pertama. Namun, beberapa keputusan buruk, terutama dalam proses membangun serangan, memberi mereka peluang," ujar Amorim.
2. Rotasi pemain membantu Milan menjaga konsistensi
Kemenangan atas Atalanta juga melanjutkan tren positif Milan setelah membantai Red Bull Salzburg dengan skor 4-0 dalam laga tandang Liga Europa pada tengah pekan lalu. Hasil tersebut diraih meski Amorim melakukan rotasi dengan mengubah sejumlah pemain dalam susunan tim.
Amorim menilai keputusan merotasi pemain memberikan dampak positif. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pemain sekaligus menyoroti perkembangan pemahaman tim terhadap sistem pressing yang diterapkannya.
"Rotasi pemain sangat membantu kami; mereka semua bekerja dengan sangat keras. Tentu saja, butuh waktu untuk mengubah cara kami memberikan tekanan. Tapi, kini kami lebih memahami kapan harus melepaskan tekanan. Segalanya terasa lebih mudah ketika para pemain berada di posisi yang tepat," ujar Amorim.
3. Milan bersiap menghadapi Bournemouth dan Udinese
Milan selanjutnya akan kembali berlaga di Liga Europa 2026/27 dengan bertandang ke markas Bournemouth pada Jumat (23/10/2026) pukul 02.00 WIB.
Setelah itu, AC Milan akan kembali fokus pada Serie A dengan menghadapi Udinese pada Senin (26/10/2026) pukul 02.45 WIB. Sebanyak dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Milan untuk mempertahankan momentum positif.





















