Jakarta, IDN Times - Aljazair akhirnya meraih kemenangan perdana di Grup J Piala Dunia 2026. Hasil itu didapat setelah melakukan comeback atas Yordania 2-1 di San Francisco Bay Area Stadium, Selasa (23/6/2026).
Tambahan tiga poin krusial ini sekaligus menjaga peluang Aljazair ke fase gugur Piala Dunia 2026. Mereka berkesempatan lolos sebagai runner-up, atau peringkat tiga terbaik.
Aljazair sebenarnya memang begitu dominan sejak peluit kick-off berbunyi. Mereka mencatat 56 persen penguasaan bola, sedangkan Yordania yang terus mendapat tekanan hanya memiliki 32 persen (12 persen lainnya bola liar).
Namun, skema serangan yang dilancarkan Aljazair di babak pertama kurang efektif, yang membuat mereka kesulitan untuk menembus area kotak penalti. Tekanan mereka mampu diredam Aljazair dengan sangat baik.
Di sisi lain, serangan balik Yordania justru lebih menyengat. Mereka bahkan memiliki peluang lebih banyak ketimbang Aljazair, dengan melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dari enam percobaan.
Situasi itu ternyata menjadi petaka bagi Aljazair. Yordania berhasil mengonversikan salah satu peluangnya menjadi gol, pada menit ke-36. Nizar Alrashdan melepaskan tembakan indah dengan bagian luar kaki, yang sukses menggetarkan jala lawan.
Memasuki menit krusial, Aljazair dan Yordania saling jual beli serangan. Namun, upaya mereka gagal hingga wasit meniup peluit jeda babak. Yordania berhasil mempertahankan keunggulannya.
Pada babak kedua, Aljazair berhasil mempertahankan dominasinya, sekaligus bermain lebih baik. Masuknya Nadhir Benbouali dan Nabil Bentaleb setelah jeda sukses memberikan warna baru di lini depan.
Pada menit ke-69, Benbouali akhirnya memecah kebuntuan Aljazair untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Berawal dari skema sepak pojok. Benbouali mampu menyambut umpan matang dengan lompatan tinggi, dan tandukannya tak mampu dibendung.
Bermula dari situ, penampilan Aljazair lebih menyengat. Para pemain lain yang baru masuk macam Anis Hadj Moussa, Jaouen Hadjam, dan Zineddine Belaid kian mendorong permainan menyerang yang diadaptasi Si Rubah Gurun.
Upaya mereka pun berbuah manis. Mereka berbalik unggul pada menit ke-82, setelah Amine Gouiri menyambar bola yang memantul dari kiper Yordania. Gol itu bermula dari sundulan hasil sepak pojok yang kembali menimbulkan kemelut di kotak penalti.
Jual beli serangan terjadi setelah itu. Namun, Aljazair berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang.
