Cedera yang Merenggut Mimpi Ian Wright ke Piala Dunia 1998

- Ian Wright tampil impresif bersama Arsenal dan Timnas Inggris jelang Piala Dunia 1998, berperan penting dalam kualifikasi serta membantu The Gunners meraih gelar ganda domestik.
- Cedera hamstring saat laga uji coba melawan Maroko pada Mei 1998 menggagalkan peluang Wright tampil di Piala Dunia, meski ia sudah dijamin masuk skuad final oleh Glenn Hoddle.
- Kegagalan tampil di Piala Dunia maupun EURO membuat karier internasional Wright berakhir dengan 33 caps dan 9 gol, menjadikannya salah satu pemain top Inggris tanpa pengalaman turnamen besar.
Ian Wright merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Namun, pria yang lahir pada 3 November 1963 ini tidak pernah memperkuat The Three Lions di ajang terbesar, Piala Dunia. Wright hampir saja melakukannya pada 1998. Sayangnya, mimpinya terenggut secara ironis. Ia mengalami cedera dalam laga pemanasan menjelang kompetisi yang berlangsung di Prancis itu.
1. Ian Wright masih impresif menjelang Piala Dunia 1998 meski sudah berusia 34 tahun
Ian Wright memang sudah berusia 34 tahun menjelang Piala Dunia 1998. Namun, ia memiliki peluang yang besar untuk menembus skuad final Inggris yang dilatih Glenn Hoddle. Sebab, penggawa setinggi 1,75 meter ini memainkan peran yang cukup vital untuk kelolosan mereka. Wright menyumbang 2 gol dan 1 assist dalam kemenangan 4-0 atas Moldova pada 10 September 1997.
Sebelumnya, Wright juga mencetak gol kemenangan ketika mengalahkan Afrika Selatan 2-1 saat beruji coba di Old Trafford pada 24 Mei 1997. Wright lantas menjadi bintang utama kala membuat penampilan berikutnya pada 4 Juni 1997. Ia membawa Inggris menang 2-0 atas Italia. Wright menciptakan gol pertama dan memberikan assist kepada Paul Scholes untuk gol kedua.
Di level klub, Wright pun masih tampil cukup impresif bersama Arsenal. Ia membantu The Gunners menjuarai English Premier League (EPL) 1997/1998 lewat sumbangan 10 gol dan 3 assist dari 24 penampilan. Tak hanya EPL, Wright dan Arsenal juga merebut trofi Piala FA. Di kompetisi ini, Wright memang tidak terlalu berkontribusi karena hanya bermain sekali.
2. Ian Wright mengalami cedera hamstring ketika berhadapan dengan Maroko pada 27 Mei 1998
Kesempatan Ian Wright untuk bermain di Piala Dunia 1998 terjaga setelah ia terpilih untuk mengikuti pemusatan latihan terakhir pada Mei. Mereka bertandang ke Maroko untuk menjalani turnamen persahabatan bertajuk King Hassan II International Cup melawan tuan rumah serta Belgia. Glenn Hoddle lantas memasang Wright sebagai starter ketika melakoni laga pertama melawan Maroko pada tanggal 27.
Sayangnya, mimpi buruk tersebut datang. Wright mengalami cedera hamstring pada menit 26. Harapannya pun sirna. Wright kemudian digantikan Michael Owen yang pada akhirnya mencetak gol kemenangan. Inggris sendiri melangkah sampai 16 besar di Piala Dunia 1998. Mereka kalah adu penalti dari Argentina. Pada waktu normal, mereka sebetulnya sempat unggul 2-1 dalam laga yang diwarnai kartu merah untuk David Beckham ini.
Kegagalan Wright bermain di Piala Dunia 1998 makin menyakitkan karena ia sejatinya sudah dipastikan masuk skuad final. Dalam sebuah wawancara bersama Ball Street pada 2014, Wright mengaku mendapat jaminan tersebut langsung dari Glenn Hoddle. Wright sampai menyebut momen ini sebagai tragedi. Padahal, Wright sangat termotivasi untuk menjadikan Piala Dunia 1998 sebagai momennya menutup karier di kancah internasional dengan istimewa.
3. Bukan hanya Piala Dunia, Ian Wright juga tidak pernah membela Inggris di Euro
Cedera menjelang Piala Dunia 1998 merupakan bagian dari kisah Ian Wright bersama Inggris yang mengecewakan. Sebab, itu membuatnya tidak pernah membela negaranya di ajang besar. Setelah Piala Dunia 1998, Wright menambah dua caps. Ia pun menutup kariernya di level internasional dengan 33 caps dan 9 gol.
Tercatat, hanya Mick Channon yang memiliki caps lebih banyak dibanding Wright dalam sejarah Timnas Inggris dan tidak pernah tampil di Piala Dunia atau Euro. Chanon memperkuat Inggris 46 kali. Namun, ia aktif pada era 1970-an ketika mereka tidak lolos ke Piala Dunia pada 1974 dan 1978 serta Euro pada 1972 dan 1976.
Sementara, ketika Wright berada dalam puncak kariernya, Inggris hanya absen ikut serta di ajang besar di Piala Dunia 1994. Namun, dibanding Piala Dunia 1998, Wright sebetulnya lebih sakit hati ketika tidak masuk skuad untuk Euro 1992. Sebab, ia tidak dipilih Graham Taylor meski berstatus sebagai top skor liga domestik dengan 29 gol.
Ian Wright merupakan satu dari sekian pemain yang bersinar di level klub, tetapi redup di kancah internasional. Persaingan yang ketat dan cedera membuatnya tidak pernah membela Inggris di Piala Dunia maupun Euro.



















