Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tuchel: DNA Inggris Harus Berubah usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Bek Argentina bernomor punggung 26, Nahuel Molina, dan penyerang Inggris bernomor punggung 18, Anthony Gordon, berebut bola selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 15 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)
  • Thomas Tuchel menilai Timnas Inggris harus mengubah DNA permainan setelah tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026 akibat gagal mempertahankan keunggulan atas Argentina.
  • Tuchel membantah memberi instruksi bermain bertahan, menegaskan tim justru diminta agresif namun kalah duel dan kehilangan kendali permainan saat unggul.
  • Ia menyoroti lemahnya penguasaan bola sebagai akar masalah, yang membuat Inggris terus gagal melangkah jauh dan memperpanjang puasa gelar juara dunia selama 64 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Thomas Tuchel menilai Timnas Inggris harus mengubah "DNA" permainannya setelah tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026. Skuad The Three Lions kena comeback Argentina 1-2, setelah sempat unggul satu gol dalam duel di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026).

Pelatih Inggris itu mengakui timnya belum memiliki kemampuan mengendalikan pertandingan lewat penguasaan bola ketika berada dalam posisi unggul. Menurutnya, kelemahan tersebut menjadi salah satu penyebab Inggris gagal melangkah ke final.

"Penguasaan bola memegang peranan sangat penting. Mungkin itu belum menjadi bagian dari DNA kami, seperti halnya Spanyol, Argentina, atau Brasil yang terbiasa menguasai bola dan mengendalikan pertandingan. Itu juga menjadi masalah besar bagi kami," kata Tuchel, dikutip ESPN.

1. Bantah instruksikan Inggris bermain lebih bertahan

Tuchel membantah telah menginstruksikan para pemainnya untuk bertahan terlalu dalam. Ia mengatakan tim justru diminta tetap agresif, tetapi gagal memenangkan duel sehingga terus tertekan dan kehilangan kendali permainan.

Saat ditanya apakah Inggris memiliki persoalan mental saat menghadapi laga-laga besar, Tuchel mengatakan perubahan memang diperlukan jika hal itu benar terjadi.

"Kalau memang itu yang terjadi, tentu harus diubah. Tapi saya belum yakin. Saya selalu berusaha melihatnya dari sudut pandang sepak bola," ujar Tuchel kepada wartawan.

2. Tuchel ingin mwendorong pemain tampil lebih agresif

Tuchel tak menampik, Inggris bermain terlalu pasif dalam organisasi permainan. Padahal, tujuannya memainkan lima bek, agar tim menunjukkan penampilan yang lebih agresif dan cepat menutup pemain sayap lawan, dan tidak memberi ruang di antara lini belakang.

"Kami mendorong semua pemain untuk berani keluar menekan dan tetap aktif dalam struktur permainan, tetapi kami kesulitan melakukannya. Kami kalah dalam duel-duel sehingga terus mundur lebih dalam. Itu bukan rencana kami, tetapi memang terjadi," bebernya.

"Kami harus kembali menguasai bola. Tanpa itu, kami tidak bisa mematahkan tekanan lawan maupun merebut kembali momentum pertandingan," lanjut Tuchel.

3. Rekor jeblok Inggris di Piala Dunia 2026 berlanjut

Kekalahan tersebut memperpanjang penantian Inggris untuk kembali menjadi juara dunia menjadi sedikitnya 64 tahun.

Sejak Piala Dunia 1998, The Three Lions juga selalu tersingkir setiap kali menghadapi tim penghuni 10 besar peringkat dunia di fase gugur.

Curated For You

Editorial Team

Related Article