Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Gelandang Terakhir Manchester United dari Chelsea per 17 Juli 2026

3 Gelandang Terakhir Manchester United dari Chelsea per 17 Juli 2026
ilustrasi Old Trafford Stadium (pexels.com/Mylo Kaye)
Intinya Sih
  • Manchester United resmi merekrut Andrey Santos dari Chelsea senilai 56,3 juta euro pada musim panas 2026, menjadikannya investasi jangka panjang untuk memperkuat lini tengah tim asuhan Michael Carrick.
  • Mason Mount yang diboyong dari Chelsea pada 2023 senilai 67,7 juta euro kerap terganggu cedera, namun tetap berkontribusi lewat etos kerja tinggi dan peran penting dalam kemenangan FA Cup 2023/2024.
  • Nemanja Matic bergabung ke Manchester United dari Chelsea pada 2022 dengan nilai transfer 44,7 juta euro, sempat menjadi andalan di posisi gelandang bertahan sebelum akhirnya pindah ke AS Roma.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Minimnya kesempatan bersama Chelsea, Andrey Santos setuju menjemput kemungkinan lain dalam karier dengan menerima tawaran Manchester United pada musim panas 2026. Klub yang ditukangi Michael Carrick ini menggelontorkan dana 56,3 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun) demi merealisasikan kepindahan tersebut. Pemain yang kini berusia 22 tahun ini menjadi investasi jangka panjang untuk memperdalam kekuatan lini tengah. Selain itu, kehadirannya menghiasi daftar tiga gelandang terakhir The Blues yang didatangkan ke Old Trafford Stadium oleh The Red Devils per 17 Juli 2026.

1. Andrey Santos menjadi rekrutan pertama Manchester United pada musim panas 2026

Dengan 56,3 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun), Manchester United memboyong Andrey Santos dari Chelsea. Ini menjadi rekrutan pertama pada musim panas 2026. Berkat potensi yang dimiliki, pemain kelahiran Rio de Janeiro ini diikat kontrak 5 tahun yang rencananya berlaku sampai 2031 dengan opsi perpanjangan 1 tahun. Dirinya berpotensi memperkaya rotasi lini tengah The Red Devils karena bisa ditugaskan sebagai gelandang tengah atau gelandang bertahan.

Sebelumnya, Chelsea mendatangkan Santos dari CR Vasco da Gama pada musim dingin 2023. Pemain yang kini berusia 22 tahun ini kemudian dipinjamkan ke CR Vasco da Gama, Nottingham Forest, dan RC Strasbourg Alsace. Langkah tersebut penting bagi bakat muda guna mendapat lebih banyak jam terbang.

Setelah merampungkan masa peminjaman, Santos sendiri kembali berseragam Chelsea pada musim panas 2025. Pemain berkebangsaan Brasil ini ternyata tidak tampil reguler karena kalah bersaing dengan Enzo Fernandez dan Moises Caicedo. Meski begitu, dirinya tetap dibutuhkan guna memperkaya rotasi di posisi gelandang bertahan dan gelandang tengah The Blues.

Santos mempunyai ketenangan saat menguasai bola dan visi bermain sehingga berguna membantu membangun serangan. Selain itu, rajin bergerak menawarkan opsi umpan bagi rekan. Kehadirannya juga dibutuhkan untuk memotong jalur umpan lawan karena memiliki kemampuan membaca permainan. Dirinya ikut mengantar Chelsea memenangkan Piala Dunia Antarklub 2025. Ia dipasang dalam 47 pertandingan dengan menorehkan 3 gol dan 5 assist di berbagai kompetisi.

2. Mason Mount lebih sering menepi karena mengalami berbagai cedera

Memasuki musim ketiga berseragam Manchester United, Mason Mount tidak selalu masuk starter pada English Premier League (EPL) 2025/2026. Selain kalah bersaing dengan Bruno Fernandes di posisi gelandang serang, sumbangsihnya sempat terhambat cedera. Meski begitu, kehadirannya tetap dibutuhkan karena mempunyai etos kerja tinggi sehingga rajin bergerak membuka ruang dan memperkaya opsi umpan bagi rekan. Ketika The Red Devils kehilangan penguasaan bola, dirinya aktif membantu pressing. Dirinya diturunkan dalam 23 pertandingan dengan menyumbang 3 gol. Di berbagai ajang, merumput 25 kali dengan menorehkan 3 gol dan 1 assist.

Mount sendiri bergabung dengan Manchester United setelah ditebus 67,7 juta euro (sekitar Rp1,4 triliun) dari Chelsea pada musim panas 2023. Sayangnya, pemain jebolan akademi The Blues ini lebih sering menepi karena mengalami berbagai cedera. Hal ini memengaruhi menit bermain yang didapatkan. Meski begitu, dia tercatat ikut mengantar The Red Devils memenangkan FA Cup 2023/2024. Sejauh ini, dirinya menghasilkan 7 gol dan 2 assist dari 72 pertandingan (2.823 menit) di berbagai kompetisi.

3. Nemanja Matic sempat diandalkan di posisi gelandang bertahan Manchester United

Setelah membangun karier bersama Chelsea, Nemanja Matic melanjutkan petualangan dengan berseragam Manchester United pada musim panas 2022. Pemain berkebangsaan Serbia ini ditebus 44,7 juta euro (sekitar Rp924,3 miliar). Salah satu alasannya menerima pinangan The Red Devils karena bisa reuni dengan Jose Mourinho. Kehadirannya ketika itu dibutuhkan untuk menempati posisi gelandang bertahan.

Benar saja, Matic langsung mengisi posisi gelandang bertahan utama Manchester United. Pemain yang kini berusia 37 tahun ini mempunyai ketenangan sehingga berguna untuk menjaga tempo permainan dan membantu membangun serangan. Dia juga mempunyai kekuatan fisik sehingga tidak ragu terlibat duel. Selain itu, dirinya berperan krusial dalam memotong jalur umpan lawan karena bisa membaca permainan. Ia beberapa kali pernah dirotasi ke gelandang tengah atau bek tengah sesuai kebutuhan taktik The Red Devils.

Seiring waktu, Matic sendiri kalah bersaing sehingga harus bertugas sebagai gelandang bertahan pelapis dalam skema taktik Manchester United. Dia menghasilkan 4 gol dan 11 assist dari total 189 pertandingan di berbagai kompetisi. Setelah berkarier bersama The Red Devils kurang lebih 5 tahun, pemain kelahiran Sabac ini pindah secara gratis ke AS Roma pada musim panas 2022.

Ketiga gelandang di atas menjadi yang terakhir didatangkan Manchester United dari Chelsea. Ini menjadi kesempatan emas bagi Santos untuk membuktikan kualitasnya. Dia dan Mount akan bahu-membahu memperkuat sektor tengah The Red Devils. Sementara, Matic sedang berkarier bersama US Sassuolo.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More