Ultras Lyon Kutuk Aksi Penjarahan dan Perusakan di Prancis

Suporter Olympique Lyon menyuarakan kecaman terhadap penjarahan dan perusakan di sejumlah kota Prancis, termasuk Lyon.
Bad Gones dan Lyon 1950 membentangkan spanduk anti-perusuh sebagai bentuk empati kepada pedagang lokal.
Kerusuhan merusak fasilitas publik, paviliun pariwisata, serta patung Paul Bocuse dan mendapat kecaman dari Wali Kota Lyon.
Jakarta, IDN Times - Aksi solidaritas dipertontonkan suporter Olympique Lyon saat menjamu OGC Nice pada lanjutan Ligue 1, Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Mereka mengutuk aksi penjarahan dan perusakan di sejumlah kota Prancis, termasuk Lyon.
Aksi itu ditunjukkan kelompok Bad Gones dan Lyon 1950, dengan membentangkan spanduk bernada kecaman keras terhadap kerusuhan yang melanda kota mereka. Sehari sebelumnya, jalanan Kota Lyon memang mencekam akibat aksi vandalisme dan penjarahan brutal yang dilakukan oleh oknum demonstrasi.
1. Bentangkan spanduk pesan menohok
Sebelum kick-off, kelompok Bad Gones melakukan aksi koreografi singkat. Mereka membentangkan spanduk raksasa yang terbagi menjadi tiga bagian di area tribune utara stadion.
Aksi serupa juga disuarakan oleh kelompok Lyon 1950 yang menempati tribune selatan Groupama Stadium. Mereka ikut membentangkan spanduk anti-perusuh sebagai bentuk empati dan dukungan penuh kepada para pedagang lokal.
"Toko-toko dijarah, kota dirusak, institusi Bocuse dinodai, dukungan untuk mereka yang menghidupkan Lyon," bunyi tulisan di spanduk tersebut.
2. Patung ikonik Paul Bocuse jadi korban
Kemarahan mereka jelas beralasan, mengingat kerusakan parah yang ditimbulkan oleh para perusuh di pusat kota. Pada Sabtu siang (17/10/2026) waktu setempat, paviliun kantor pariwisata Lyon tak luput dari sasaran vandalisme hingga akhirnya dibakar massa.
Lebih mirisnya lagi, patung ikonik koki legendaris Paul Bocuse yang berada di dalam bangunan tersebut ikut dirobohkan. Hal ini memicu kemarahan warga karena sosok Paul Bocuse merupakan simbol kebanggaan dan institusi kuliner terhormat bagi Kota Lyon.
Setelah insiden pembakaran tersebut, pusat kota lumpuh total selama berjam-jam tanpa pengamanan memadai. Momen kekosongan itu langsung dimanfaatkan oleh para oknum untuk menjarah toko-toko sekaligus merusak fasilitas publik.
3. Kutukan keras dari Wali Kota Lyon
Wali Kota Lyon, Gregory Doucet, juga mengutuk tindakan brutal yang menghancurkan wajah kotanya. Dia menegaskan fasilitas publik yang dirusak adalah milik bersama dan dibangun menggunakan uang rakyat.
"Bangunan umum kita adalah barang milik bersama, merusaknya berarti menyerang seluruh warga Lyon," kecam Doucet dikutip dari Le Progres.




















