WANSUS: Dendi Santoso Antara Arema, Kanjuruhan, dan Francesco Totti

Dendi Santoso tetap membela Arema FC sejak debut senior sekitar 2010-an, didorong ikatan sebagai warga Malang, dukungan Aremania, dan manajemen klub.
Tragedi Kanjuruhan sempat membuat skuad Arema kehilangan semangat bermain, tetapi Dendi menyebut tim saling menguatkan hingga mampu bangkit bersama.
Pemain yang mengidolakan Francesco Totti ini menjaga kebugaran lewat tidur, pola makan, dan motivasi dari pemain muda; ia juga berencana pensiun di Arema.
Jakarta, IDN Times - Bagi Arema FC, ada satu pemain yang tak pernah memalingkan muka dalam kondisi apa pun. Dia bak Francesco Totti di AS Roma, dan namanya adalah Dendi Santoso.
Sejak pertama kali debut di tim senior Arema kisaran 2010-an, Dendi tak pernah sekalipun berganti seragam. Bahkan, saat tragedi Kanjuruhan melanda, dia turut membantu Arema FC bangkit di atas lapangan.
Beberapa waktu lalu, IDN Times berkesempatan mewawancarai langsung Dendi. Seperti apa keseruannya? Berikut wawancaranya.
Halo, mas Dendi, sekarang sudah menjadi pemain senior. Bagaimana menjaga kondisi agar tetap bisa maksimal?

Dendi Santoso saat berjibaku menghadapi lini pertahanan Persikabo 1973. (Dok. Media Officer Arema FC) Semua orang punya cara masing-masing untuk menjaga kondisi. Saya lebih sering berkumpul dengan teman-teman muda.
Saya suka bersama Achmad (Maulana Syarif) dan teman-teman muda lainnya. Salah satunya untuk memotivasi saya. Setidaknya, saya harus bisa mengimbangi mereka.
Kalau dari makanan atau jam tidur, ada yang dijaga?

Winger Arema FC, Dendi Santoso. (Dok. Media Officer Arema FC) Otomatis, jam tidur. Sekarang paling malam jam 9, setengah 10 sudah tidur. Lalu, makanan juga harus kita jaga.
Khususnya di usia saya sekarang, proses recovery sangat lambat. Jadi, kita harus benar-benar menjaga kondisi di situ. Jangan sampai ada pelanggaran sedikit saja soal itu.
Mas Dendi ini disebut one man, one club, betah di Arema?

Pemain Arema FC, Dendi Santoso. (Instagram/dendisantoso) Alhamdulillah. Saya asli Malang juga. Suporternya sangat fanatik. Mereka semua sangat baik kepada saya.
Itu salah satu hal yang membuat saya merasa betah di Malang. Semua manajemen juga sangat mendukung saya. Makanya, saya masih lanjut.
Nah, mas Dendi ini ikut mengalami tragedi di Kanjuruhan. Itu bagaimana mas kondisinya saat itu?

Dendi Santoso saat menghadapi Barito Putera. (Dok. Media Officer Arema FC) Sangat sulit mas, sulit sekali waktu itu. Bahkan kami ini sampai kehilangan semangat main sepak bola. Saya juga sangat sedih mas saat itu.
Namun kami terus berpegangan tangan. Kami bangkit bersama-sama, dan akhirnya kami sampai di titik ini. Tapi harus diakui, semua memang sulit mas saat itu bagi kami di tim Arema.
Ada juga beberapa orang yang menyamakan Mas Dendy ini dengan Totti, karena sama-sama terus berada di satu klub?

Dendi Santoso saat melakukan sesi latihan bersama Arema FC. (Dok. Media Officer Arema FC) Sebenarnya konsepnya tidak seperti itu. Memang saya mengidolakan Totti, tetapi konsepnya tidak seperti itu, hehehe (satu orang terus di satu klub).
Namun, seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah, apa yang diberikan Aremania dan dukungan mereka kepada saya sangat-sangat luar biasa. Makanya, saya sangat bersyukur bisa bermain di tim ini.
Apalagi, sejak masih muda saya sudah mendapatkan momen juara bersama tim ini. Itu sudah saya dapatkan di sini. Saya sangat-sangat mencintai tim ini.
Ada rencana pensiun di Arema, Mas?

Pemain Arema FC, Dendi Santoso. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Ya, pastinya itu. Tapi sekarang generasi sepak bola dan pemain-pemain muda sangat potensial. Pemain-pemain asingnya juga sangat bagus.
Semoga pelajaran dari pemain-pemain asing yang sangat bagus itu bisa menular kepada pemain-pemain muda di Indonesia, khususnya di Arema FC sendiri.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















