Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
15 Tahun Steve Jobs Tiada, Cook dan Ternus Kenang Sosoknya
Steve Jobs (commons.wikimedia.org/Ben Stanfield)
  • Lima belas tahun setelah wafat pada 5 Oktober 2011, Steve Jobs dikenang Tim Cook sebagai sosok yang mengubah dunia dan hidup banyak orang, termasuk dirinya.
  • John Ternus menegaskan ajaran Jobs untuk memperhatikan detail, pengalaman pengguna, dan setiap orang masih membimbing kerja Apple di tengah berbagai perubahan perusahaan.
  • Apple mempertahankan halaman “Remembering Steve” berisi lebih dari satu juta pesan; warisan Jobs juga mencakup teknologi bermakna, standar tinggi, kreativitas, dan kepedulian pada pengguna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lima belas tahun telah berlalu sejak mendiang Steve Jobs wafat pada 5 Oktober 2011 di usia 56 tahun. Kepergiannya terjadi sehari setelah Apple memperkenalkan iPhone 4s dalam sebuah acara di kampus Infinite Loop, markas Apple saat itu. Setiap tahun, tanggal tersebut kembali menjadi momen untuk mengenang salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri teknologi.

Pada peringatan 15 tahun kepergiannya, CEO Apple John Ternus dan mantan CEO yang kini menjabat sebagai Executive Chairman, Tim Cook, turut menyampaikan pesan untuk mengenang Jobs. Keduanya menyoroti sisi berbeda dari sosok Jobs yang pengaruhnya masih terasa hingga kini. Lantas, seperti apa sosok Jobs dan warisan yang masih dirasakan Apple hingga 15 tahun setelah kepergiannya?

1. Steve Jobs mengubah dunia dan banyak kehidupan

potret Tim Cook mengucapkan pesan perpisahan di WWDC 2026 (youtube.com/Apple)

Tim Cook menyampaikan penghormatannya melalui akun X pribadinya pada 5 Oktober 2026. Ia mengatakan bahwa ada orang-orang yang meninggalkan jejak di dunia, tetapi ada pula sosok yang mampu mengubah dunia secara keseluruhan. Menurut Cook, Jobs termasuk dalam kategori kedua. Ia mengatakan bahwa Jobs tidak hanya mengubah dunia dan kehidupan banyak orang, tetapi juga mengubah kehidupannya secara pribadi untuk selamanya.

“Ada orang-orang yang meninggalkan jejak di dunia, dan ada pula orang-orang yang mengubahnya secara keseluruhan. Steve mengubah dunia dan begitu banyak kehidupan dalam prosesnya. Ia tentu saja mengubah hidup saya selamanya. Semangatnya terus hidup dalam segala sesuatu yang ia ciptakan dan setiap orang yang ia beri inspirasi,” tulis Tim Cook melalui akun X pribadinya pada 5 Oktober 2026.

Pesan tersebut melanjutkan tradisi Cook dalam mengenang Jobs setiap tahun. Selama menjabat sebagai CEO Apple, Cook secara rutin menyampaikan penghormatan kepada pendahulunya pada tanggal 5 Oktober. Tradisi itu tetap dilanjutkan setelah Cook berpindah posisi menjadi Executive Chairman Apple.

2. John Ternus soroti perhatian Steve Jobs terhadap detail

sosok John Ternus saat presentasi WWDC 2025 (youtube.com/Apple)

John Ternus juga mengenang Jobs pada tanggal yang sama. Dalam pesannya, Ternus menyoroti salah satu prinsip yang menurutnya masih memengaruhi cara Apple bekerja hingga sekarang. Prinsip tersebut adalah perhatian terhadap setiap detail dan pengalaman pengguna.

“Cara Steve mengajarkan kami untuk peduli terhadap setiap detail, setiap pengalaman, dan setiap orang masih membimbing pekerjaan kami hingga hari ini. Selamanya berterima kasih.” tulis Ternus dalam unggahannya di X pada 5 Oktober 2026.

Pesan tersebut menggambarkan bahwa pengaruh Jobs tidak hanya terlihat melalui produk yang pernah diperkenalkannya. Cara berpikir mengenai detail, pengalaman pengguna, dan orang-orang yang menggunakan produk juga menjadi bagian dari warisan yang masih dibawa Apple. Hal tersebut menjadi menarik karena Apple telah melewati banyak perubahan sejak Jobs meninggal dunia. Meski begitu, sejumlah prinsip yang diasosiasikan dengan Jobs masih menjadi bagian dari cara perusahaan berbicara mengenai produk dan pengalaman penggunanya.

3. Apple terus menyimpan kenangan tentang Steve Jobs

halaman khusus Remembering Steve di laman Apple (apple.com)

Beberapa hari setelah Jobs meninggal dunia pada 2011, Apple mulai mengumpulkan berbagai pesan dari penggemar melalui halaman khusus “Remembering Steve”. Halaman tersebut hingga kini masih dipertahankan Apple dan menampilkan sebagian dari lebih dari satu juta pesan yang dikirimkan orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Pesan-pesan tersebut berisi kenangan, pemikiran, dan perasaan masyarakat terhadap Jobs.

Hal ini menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak hanya datang dari produk Apple, tetapi juga dari pengalaman personal yang dirasakan banyak orang melalui teknologi yang ia bantu ciptakan. Pada peringatan satu tahun kematiannya, Apple juga pernah membuat tayangan berisi foto dan rekaman audio untuk mengenang Jobs. Tradisi mengenang sosoknya kemudian terus berlangsung setiap tahun, termasuk melalui pesan dari para pemimpin Apple.

4. Warisan Jobs bukan sekadar produk Apple

iPhone generasi pertama (iPhone 1) diperkenalkan oleh Steve Jobs dalam keynote di ajang MacWorld tahun 2007 (youtube.com/Protectstar Inc.)

Lima belas tahun setelah kepergiannya, pembicaraan mengenai Jobs sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan iPhone, Mac, atau produk Apple lainnya. Salah satu bagian penting dari warisannya adalah gagasan mengenai membuat sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi orang lain. Jobs pernah menggambarkan aktivitas menciptakan sesuatu sebagai bentuk penghargaan terhadap manusia.

Gagasan tersebut berhubungan erat dengan keyakinannya bahwa seseorang dapat memberikan dampak terhadap dunia melalui sesuatu yang dibuatnya, meskipun bentuk dan skalanya berbeda-beda. Selama ini, salah satu ungkapan Jobs yang paling sering dikenang adalah tentang membuat “jejak pada alam semesta”. Namun, gagasan tersebut tidak selalu harus diterjemahkan sebagai upaya melakukan sesuatu yang besar dan monumental. Membuat sesuatu yang membantu orang lain, mempermudah pekerjaan, atau membuka ruang bagi seseorang untuk berkarya juga dapat menjadi bentuk kontribusi.

5. Belajar dari cara Jobs memandang pengguna

Tampak luar Steve Jobs Theater di Apple Park di Cupertino, California, AS (commons.wikimedia.org/Justin Ormont)

Warisan tersebut juga terlihat dari bagaimana Jobs memandang hubungan antara perusahaan dan pengguna. Dalam buku Shop Different, mantan kepala retail Apple Ron Johnson kembali menceritakan pengalamannya ketika bekerja bersama Jobs dalam mempersiapkan toko Apple pertama. Mengutip 9to5Mac, Johnson mengungkapkan bahwa ia pernah mengusulkan gagasan “mencintai pelanggan” ketika mereka merancang filosofi retail Apple.

Jobs awalnya merasa kurang nyaman menggunakan kata “cinta” dalam konteks tersebut. Namun, beberapa tahun kemudian, ketika Apple menghadapi persoalan antena pada iPhone 4, Jobs menampilkan sebuah slide sederhana dalam konferensi pers yang berbunyi, “Kami mencintai pengguna kami.” Kalimat tersebut memperlihatkan bahwa perhatian terhadap pengguna sebenarnya telah menjadi bagian penting dari filosofi Apple.

Konsep tersebut juga sejalan dengan gagasan Apple untuk “memperkaya kehidupan”. Membuat teknologi menjadi lebih sederhana memang penting, tetapi bagi Jobs, produk yang baik tidak berhenti pada kemudahan penggunaan. Produk juga seharusnya memberikan pengalaman yang berarti bagi orang yang menggunakannya.

6. Mengapa sulit mencari Steve Jobs berikutnya?

Steve Jobs dan Bill Gates (commons.wikimedia.org/Joi Ito)

Sejak Jobs meninggal dunia, istilah “Steve Jobs berikutnya” cukup sering digunakan untuk menggambarkan tokoh teknologi yang dianggap memiliki visi besar. Namun, mencari sosok yang benar-benar dapat disebut sebagai penerus Jobs mungkin justru membuat kita melewatkan hal yang membuatnya berbeda. Jobs bukan hanya seorang visioner yang mampu menghasilkan produk populer.

Ia dikenal memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap detail, standar yang ketat terhadap pekerjaannya, kemauan untuk belajar dari orang lain, dan fokus pada bagaimana teknologi dapat membantu manusia mengekspresikan kreativitas. Karena itu, seorang pemimpin teknologi bisa saja memiliki visi besar atau menciptakan produk yang luar biasa, tetapi belum tentu memiliki kombinasi karakter yang sama seperti Jobs. Pengaruhnya lahir dari perpaduan antara ambisi terhadap teknologi, standar yang tinggi, rasa ingin tahu, dan kepedulian terhadap orang yang menggunakan hasil karyanya.

Mencari “Steve Jobs berikutnya” pada akhirnya mungkin bukan pertanyaan yang paling penting. Yang lebih relevan adalah memahami prinsip yang ia tinggalkan dan melihat bagaimana prinsip tersebut dapat diterapkan oleh generasi berikutnya. Sebab, apakah dunia benar-benar membutuhkan orang kedua yang menjadi Steve Jobs, atau justru membutuhkan lebih banyak orang yang membawa semangat serupa dengan caranya sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article