Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini 6 Pengaturan Tersembunyi yang Wajib Diubah di iPhone Lawas
ilustrasi iPhone XR (Unsplash/Gourmet Lenz)
  • iPhone lawas dapat terasa lebih ringan dengan mengurangi efek visual, membatasi animasi, dan menonaktifkan transparansi agar beban sistem serta konsumsi baterai berkurang.

  • Pengguna disarankan membatasi Background App Refresh dan menonaktifkan Significant Locations untuk mengurangi proses latar belakang, sekaligus memberi kontrol privasi lebih baik.

  • Keamanan dan kenyamanan dapat ditingkatkan lewat AirDrop Contacts Only, penyesuaian Haptic Touch, serta Optimized Battery Charging untuk memperlambat degradasi baterai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

iPhone lawas masih bisa digunakan dengan nyaman, namun performanya bisa menurun karena usianya, kapasitas baterai yang berkurang dan sudah tidak lagi mendapatkan update iOS versi terbaru. Kabar baiknya, ada beberapa pengaturan tersembunyi yang bisa diutak-atik untuk membantu mengurangi beban kerja, menghemat baterai, meningkatkan respons layar dan memperkuat keamanan iPhone itu sendiri, terutama untuk iPhone lawas seperti iPhone XS atau yang lebih tua. Berikut ulasan lebih lengkapnya.

1. Kurangi efek Liquid Glass dan aktifkan Reduce Transparency serta Reduce Motion

ilustrasi pengaturan Reduce Transparency di iPhone (dok. Apple)

UI dengan banyak animasi memang terlihat menarik, namun efek visual semacam itu bisa terasa berat pada iPhone lawas. Pada iPhone yang menjalankan iOS 26 atau iOS 27, pengguna bisa mengurangi efek Liquid Glass melalui Settings > Appearance > Liquid Glass, lalu menggeser efeknya ke tingkat yang lebih sederhana. Pengaturan Reduce Motion juga bisa diakses melalui menu Accessibility untuk membatasi animasi ketika aplikasi dibuka, ditutup, atau berpindah. Jika iPhone tidak mendukung iOS 26 atau iOS 27, buka Settings > Accessibility > Display & Text Size, kemudian aktifkan Reduce Transparency dan Reduce Motion. Langkah ini bisa membuat navigasi di iPhone terasa lebih ringan, meningkatkan keterbacaan dan menghemat daya baterai.

2. Batasi Background App Refresh

Fitur Background App Refresh memungkinkan aplikasi memperbarui konten di latar belakang meskipun sedang tidak dibuka. Pada iPhone keluaran terbaru, fitur ini tidak terlalu terasa karena iPhone modern telah dibekali chipset dan RAM yang lebih mumpuni. Namun, iPhone lawas memiliki keterbatasan RAM dan performa chipset, sehingga terlalu banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang bisa membuat perangkat menjadi lebih lemot dan menguras baterai. Untuk mengaksesnya, pengguna tinggal pergi ke Settings > General > Background App Refresh. Pengguna tidak harus mematikan fitur ini untuk semua aplikasi, alias pertahankan hanya pada aplikasi penting seperti Messages atau Mail. Dengan begitu, beban kerja iPhone di latar belakang menjadi lebih rendah.

3. Nonaktifkan Significant Locations

ilustrasi pengaturan Significant Locations di iPhone (dok. Apple)

Significant Locations digunakan iPhone untuk mencatat lokasi-lokasi yang sering dikunjungi. Data tersebut bisa membantu fitur seperti pengingat berbasis lokasi dan rekomendasi di Apple Maps, meski tidak semua pengguna membutuhkannya. Pada iPhone yang sudah berusia cukup tua, menonaktifkan fitur ini bisa mengurangi aktivitas sistem yang berjalan di latar belakang. Pengaturannya berada di Settings > Privacy & Security > Location Services > System Services > Significant Locations. Setelah dimatikan, iPhone tidak lagi menyimpan riwayat lokasi penting dengan cara yang sama. Dampaknya terhadap performa mungkin tidak besar, namun menonaktifkan fitur ini bisa membantu mengurangi proses latar belakang sekaligus memberikan kontrol privasi yang lebih baik kepada pengguna.

4. Atur AirDrop ke Contacts Only

AirDrop sebaiknya tidak dibiarkan terbuka untuk semua orang, terutama ketika pengguna berada di tempat umum seperti sekolah, kampus, transportasi publik atau pusat perbelanjaan. Jika iPhone masih menggunakan iOS yang belum menerapkan perlindungan AirDrop terbaru, buka Settings > General > AirDrop, lalu pilih Contacts Only. Pengaturan ini membatasi pengiriman file kepada orang-orang yang tercantum dalam kontak pengguna. Selain mengurangi risiko menerima file tidak diinginkan, mengatur AirDrop ke Contacts Only juga bisa membantu mencegah gangguan berupa spam. Pada iOS versi yang lebih baru, terdapat opsi “Everyone for 10 Minutes” sebagai perlindungan tambahan, disamping verifikasi tertentu sebelum file bisa dikirim. Meski sedikit lebih merepotkan, membatasi AirDrop merupakan langkah keamanan yang direkomendasikan.

5. Sesuaikan durasi Haptic Touch

ilustrasi pengaturan Haptic Touch di iPhone (dok. Apple)

Haptic Touch menggantikan 3D Touch pada iPhone keluaran lebih baru. Fitur ini menggunakan durasi tekanan jari alih-alih tingkat tekanan, untuk menampilkan preview link, menu shortcut atau informasi tambahan. Pada iPhone lawas, layar mungkin sudah mengalami penurunan performa sehingga tidak lagi bisa merespons secepat ketika masih baru. Akibatnya, iPhone bisa membaca durasi Haptic Touch dengan terlalu cepat atau malah terlalu lambat. Untungnya, pengguna bisa mengutak-atiknya melalui Settings > Accessibility > Touch > Haptic Touch, dan memilih salah satu dari Fast, Default atau Slow. Memilih Slow bisa mencegah fitur ini aktif secara tidak sengaja, sementara Fast cocok untuk pengguna yang respon fitur ini terlalu lambat.

6. Aktifkan Optimized Battery Charging

Optimized Battery Charging dirancang untuk mengurangi waktu yang dihabiskan baterai pada tingkat pengisian 100 persen. Ketika fitur ini aktif, iPhone bisa berhenti mengisi daya di sekitar 80 persen untuk sementara, lalu melanjutkan pengisian hingga penuh mendekati waktu ketika perangkat biasanya digunakan. Pengaturan ini sangat berguna bagi pengguna yang sering mengisi daya semalaman. Untuk mengaktifkannya, buka Settings > Battery > Charging, kemudian nyalakan Optimized Battery Charging. Mengurangi durasi baterai berada dalam kondisi penuh bisa membantu memperlambat degradasi baterai dalam jangka panjang, namun fitur ini tidak bisa mengembalikan kapasitas baterai yang sudah menurun. Jika iPhone cepat mati atau daya baterainya berkurang drastis, ganti baterai tetap jadi satu-satunya solusi terbaik.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa pengaturan tersembunyi yang wajib diubah di iPhone lawas agar makin gesit. Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article