Logo Google Dulu dan Sekarang, Apa Saja yang Berubah?

- Logo Google berevolusi dari huruf dekoratif dengan efek tiga dimensi dan bayangan menjadi desain datar, bersih, serta lebih minimalis.
- Pembaruan besar pada 2015 menghadirkan wordmark sans-serif khusus dan ikon “G” kapital empat warna, agar jelas di beragam perangkat.
- Meski bentuk, proporsi, dan efek visual berubah, Google konsisten mempertahankan warna biru, merah, kuning, dan hijau sebagai identitas utamanya.
Coba ingat logo Google yang muncul ketika kamu pertama kali mengenal internet. Bentuknya mungkin terasa familiar, tetapi sebenarnya logo Google sudah mengalami beberapa perubahan sejak mesin pencari ini berkembang pada akhir 1990-an. Perubahannya gak selalu drastis, tetapi cukup terlihat kalau versi lama dan terbaru dibandingkan.
Google pertama kali muncul sebagai proyek mesin pencari yang dikembangkan Larry Page dan Sergey Brin ketika masih di Stanford. Seiring produknya berkembang dan digunakan melalui semakin banyak perangkat, identitas visual Google juga ikut berubah. Lalu, apa saja yang berubah dari logo Google dulu hingga yang digunakan sekarang?
1. Logo awal punya bentuk huruf yang lebih berkarakter

Ilustrasi Google (pexels.com/BM Amaro) Logo Google pada masa awal memiliki bentuk huruf yang lebih dekoratif dibandingkan logo yang digunakan sekarang. Huruf-hurufnya terlihat memiliki dimensi dan efek bayangan sehingga memberikan kesan seperti tulisan yang dibuat secara tiga dimensi. Warna merah, kuning, hijau, dan biru sudah menjadi bagian penting dari identitasnya sejak awal.
Meski tampilannya berbeda, kombinasi warna tersebut tetap dipertahankan dalam berbagai pembaruan. Jadi, perubahan logo Google bukan berarti perusahaan teknologi satu ini meninggalkan identitas lamanya secara keseluruhan. Unsur warna-warni justru menjadi salah satu bagian yang terus dipertahankan ketika desainnya dibuat semakin sederhana.
2. Efek bayangan perlahan ditinggalkan

Ilustrasi Google (pexels.com/AS Photography) Salah satu perubahan yang mudah terlihat adalah berkurangnya efek visual pada huruf logo. Versi-versi lama menggunakan bayangan dan efek tiga dimensi yang membuat tulisan terlihat lebih menonjol. Seiring waktu, tampilan tersebut semakin disederhanakan.
Logo Google kemudian bergerak menuju desain yang lebih datar dan bersih. Perubahan ini membuat setiap huruf terlihat lebih jelas tanpa membutuhkan efek tambahan. Pendekatan tersebut juga membuat logo lebih mudah ditempatkan pada berbagai latar dan ukuran layar.
3. Jenis hurufnya berubah menjadi lebih sederhana

Ilustrasi Google (pexels.com/Shantanu Kumar) Perubahan besar terjadi pada 2015 ketika Google memperkenalkan identitas visual baru. Logo wordmark-nya menggunakan jenis huruf sans-serif yang dibuat khusus untuk identitas Google. Bentuk hurufnya lebih sederhana, bersih, dan mudah dikenali.
Google menjelaskan bahwa perubahan tersebut berkaitan dengan cara orang menggunakan produknya yang sudah gak terbatas pada komputer desktop. Saat itu, pengguna bisa berinteraksi dengan Google melalui ponsel, televisi, jam tangan, hingga perangkat lain. Logo baru dirancang agar tetap terlihat jelas dalam berbagai konteks tersebut.
4. Huruf “G” juga ikut berubah

Ilustrasi Google (pexels.com/Sarah Blocksidge) Perubahan gak hanya terjadi pada tulisan lengkap “Google”. Ikon huruf “G” yang digunakan untuk berbagai produk dan layanan juga mengalami pembaruan. Sebelum 2015, Google banyak menggunakan ikon huruf “g” kecil berwarna biru sebagai bagian dari identitasnya. Pada pembaruan 2015, Google menggantinya dengan huruf “G” kapital yang terdiri dari empat warna khas Google. Bentuk tersebut dibuat agar lebih mudah dikenali sebagai bagian dari identitas yang sama dengan wordmark Google.
5. Warna khas Google tetap dipertahankan

Ilustrasi Google (pexels.com/AS Photography) Meski desainnya berubah berkali-kali, warna menjadi salah satu elemen yang paling konsisten. Biru, merah, kuning, dan hijau tetap muncul dalam logo Google modern. Perubahan lebih banyak terjadi pada bentuk, proporsi, dan cara warna tersebut digunakan.
Pilihan warna ini juga membantu Google mempertahankan identitas yang mudah dikenali meskipun tampilannya dibuat lebih minimalis. Jadi, ketika melihat logo Google versi lama dan sekarang, kamu masih bisa menemukan hubungan visual yang jelas. Google mengubah tampilannya, tetapi gak menghilangkan karakter warna-warni yang sudah melekat sejak awal.
6. Logo sekarang dirancang untuk banyak perangkat

Ilustrasi Google (pexels.com/Caio) Logo Google pada era awal terutama tampil pada halaman mesin pencari di komputer. Situasinya berubah ketika orang mulai mengakses layanan Google dari berbagai perangkat dengan ukuran layar yang berbeda. Logo yang terlihat bagus di monitor besar belum tentu bekerja dengan cara yang sama pada layar ponsel atau ikon aplikasi berukuran kecil.
Itulah salah satu alasan Google melakukan pembaruan identitas pada 2015. Google menyebut desain barunya dibuat untuk dunia komputasi yang lebih luas, termasuk interaksi melalui sentuhan, ketikan, dan suara. Jadi, penyederhanaan logo bukan cuma soal mengikuti tren desain, tetapi juga menyesuaikan cara orang berinteraksi dengan teknologi.
7. Logo Google sekarang lebih minimalis

Ilustrasi Google (pexels.com/cottonbro studio) Kalau dibandingkan dengan versi awal, logo Google saat ini terlihat jauh lebih sederhana. Hurufnya menggunakan bentuk yang bersih tanpa efek tiga dimensi yang dominan. Tampilan seperti ini membuat logo lebih mudah dikenali ketika ditampilkan dalam berbagai ukuran.
Meski begitu, Google gak benar-benar menghilangkan sejarah visualnya. Pada perayaan ulang tahun ke-25 pada 2023, Google bahkan membuat doodle yang menampilkan evolusi logo dari masa lalu hingga versi yang lebih baru. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan logo merupakan bagian dari perjalanan identitas Google selama berkembang menjadi perusahaan teknologi besar.
Logo Google mengalami perubahan dari desain yang lebih dekoratif dan memiliki efek visual menjadi identitas yang lebih sederhana dan fleksibel. Perubahan tersebut mencakup bentuk huruf, penggunaan efek bayangan, jenis huruf, hingga ikon “G”. Salah satu pembaruan paling penting terjadi pada 2015 ketika Google memperkenalkan identitas baru yang dirancang untuk berbagai perangkat dan cara interaksi.
Namun, ada beberapa hal yang tetap dipertahankan, terutama kombinasi warna khas Google. Karena itu, meskipun logo sekarang terlihat jauh lebih minimalis dibandingkan versi awal, orang tetap bisa langsung mengenalinya. Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah identitas visual ikut menyesuaikan diri ketika teknologi dan kebiasaan penggunanya berubah.





















