Apa Itu Jailbreak iPhone? Ketahui Fakta dan Risikonya

- Jailbreak iPhone adalah proses membuka akses penuh ke iOS dan akun administrator, sehingga pengguna dapat memodifikasi perangkat yang sistemnya bersifat tertutup.
- Jailbreak memungkinkan instalasi aplikasi di luar App Store, penghapusan aplikasi sistem, serta penambahan fitur khusus, meski opsi kustomisasinya lebih terbatas dibanding root Android.
- Risikonya mencakup garansi hilang, pembaruan software terhenti, keamanan dan stabilitas menurun, malware serta pencurian data, bahkan kegagalan proses dapat menyebabkan kehilangan data atau perangkat mati total.
Pengguna HP Android pasti sudah tak asing dengan istilah root, yaitu kegiatan memodifikasi HP agar pengguna bisa mendapat akses penuh ke sistem. Hal serupa juga ada di iPhone, tapi dengan nama yang berbeda, yaitu jailbreak. Secara konsep, jailbreak di iPhone memang serupa dengan root di Android, tetapi cara melakukannya cukup berbeda.
Jailbreak iPhone umumnya juga lebih berisiko dari root di HP Android. Selain itu, tak semua orang bisa melakukan jailbreak dan tidak semua model iPhone bisa melakukan jailbreak, khususnya model iPhone terbaru yang keamanannya lebih ketat. Mau tahu apa itu jailbreak iPhone dan berbagai seluk-beluknya?
1. Apa itu jailbreak iPhone?

ilustrasi iPhone (unsplash.com/Hans Herrington) Laman McAfee menjelaskan bahwa jailbreak iPhone adalah proses membuka akses perangkat yang ditutup oleh produsen untuk mendapat akses penuh ke sistem operasi (OS) dan akun administrator. Pengguna bisa mendapat akses total ke perangkat dan memodifikasi software sesuai keinginan. Hal tersebut tak akan bisa dilakukan pada perangkat yang belum di-jailbreak karena iOS sendiri adalah OS closed source, berbeda dengan Android yang open source. Popularitas jailbreak iPhone kain meroket karena Apple terus memberikan batasan pada iPhone yang membuat beberapa pengguna merasa kurang bebas dan dikekang.
2. Fungsi utama jailbreak iPhone

ilustrasi iPhone (unsplash.com/amin setode) Fungsi utama dari jailbreak iPhone adalah agar pengguna bisa mendapat akses penuh ke perangkat. Dalam implementasinya, laman AURA menerangkan bahwa jailbreak iPhone membuat perangkat bisa menginstal aplikasi dari sumber lain (dari luar App Store), pengguna bisa memodifikasi iOS dengan lebih bebas, bisa menghapus aplikasi sistem yang dianggap tidak penting, hingga memungkinkan kamu memasang fitur khusus yang sebelumnya tak ada di iPhone. Kelihatannya banyak yang bisa dilakukan, tapi jika dibandingkan dengan root di Android jailbreak iPhone memiliki fungsi dan kustomisasi yang jauh lebih terbatas.
3. Risiko melakukan jailbreak iPhone

ilustrasi iPhone (unsplash.com/wilsan u) Jailbreak iPhone memang bisa memberikan akses penuh ke perangkat. Tapi, hal tersebut juga memunculkan berbagai risiko yang harus diwaspadai. Dilansir Chroma Unboxed, jailbreak iPhone akan menghilangkan garansi, perangkat tak akan mendapat update software, keamanan perangkat melemah, dan risiko pencurian data meningkat. Laman CYBERSECURITY juga menambahkan bahwa jailbreak iPhone meningkatkan risiko crash pada perangkat, membuat jaringan tidak stabil, bisa memunculkan masalah pada sistem, daya tahan baterai menurun, sampai meningkatkan risiko masuknya virus atau malware. Jailbreak iPhone sebenarnya tidak ilegal, tapi kamu tak boleh melanggar hak cipta ketika melakukannya.
4. Jenis-jenis jailbreak iPhone

ilustrasi iPhone (unsplash.com/Dima Solomin) Secara umum jailbreak iPhone dibagi menjadi dua jenis tergantung cara melakukannya, yaitu tethered jailbreak dan untethered jailbreak. Dilansir Kaspersky, tethered jailbreak adalah jailbreak yang mengharuskan perangkat iOS dihubungkan ke komputer dengan kabel saat proses berlangsung. Sebaliknya, untethered jailbreak adalah jailbreak yang tidak mengharuskan perangkat dihubungkan ke komputer. Jailbreak iPhone tak bisa dilakukan dengan sembarangan karena tak semua iPhone bisa di-jailbreak. iPhone yang bisa di-jailbreak biasanya adalah iPhone generasi lama atau iPhone yang pakai chipset lama. Untuk model baru seperti iPhone 17 dan iPhone 18 tidak bisa karena keamanannya yang lebih ketat.
Jailbreak iPhone sendiri bisa dilakukan oleh semua orang. Meski begitu, kamu harus hati-hati ketika melakukan jailbreak. Selain hati-hati karena berbagai risikonya, jailbreak iPhone juga bisa mengalami kegagalan di tengah proses. Kegagalan tersebut bisa menimbulkan masalah yang lebih fatal seperti perangkat mati total hingga kehilangan data.
























