Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berapa Lama Baiknya Laptop Baru Harus Diisi Daya Sebelum Digunakan?

3 min read
Berapa Lama Baiknya Laptop Baru Harus Diisi Daya Sebelum Digunakan?
ilustrasi laptop sedang diisi daya (Unsplash/Engin Akyurt)
  • Laptop modern dengan baterai lithium-ion atau lithium-polymer bisa langsung digunakan tanpa perlu diisi belasan jam maupun dikosongkan total terlebih dahulu.

  • Aturan break-in tiga hingga lima siklus pengisian-pengosongan hanya relevan bagi baterai NiCd atau NiMH lama yang rentan mengalami memory effect.

  • Saat konfigurasi awal, laptop sebaiknya tetap terhubung ke charger; untuk menjaga umur baterai, hindari 0 persen dan usahakan daya berada di kisaran 20–80 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah membeli gadget baru, terutama laptop, banyak pengguna masih percaya bahwa gadget anyar yang mereka beli harus diisi penuh selama belasan jam atau bahkan harus dikosongkan terlebih dahulu sebelum dayanya diisi lagi dan akhirnya siap dipakai. Saran itu sebenarnya berlaku untuk laptop yang masih mengusung teknologi baterai lama, bukan laptop modern.

Laptop terkini yang telah menggunakan baterai lithium-ion atau lithium-polymer tidak memerlukan proses pengisian daya khusus, sehingga pengguna bisa langsung menggunakannya. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja simak ulasan di bawah ini.

  1. 1. Aturan mengisi baterai selama belasan jam bukanlah kewajiban

    nubelson-fernandes-yp4JU1yoDss-unsplash.jpg
    ilustrasi laptop sedang diisi daya (Unsplash/Nubelson Fernandes)

    Aturan untuk mengisi daya laptop baru selama belasan jam sebelum digunakan berakar dari kebiasaan merawat baterai lama. Ada juga yang menyarankan dikosongkan total sebelum dayanya diisi lagi untuk mengkalibrasi kapasitas baterai dan mencegah memory effect alias kondisi ketika baterai kehilangan kapasitas efektif karena sering diisi meski belum benar-benar habis. Namun, aturan tersebut tidak lagi relevan untuk mayoritas laptop modern. Umumnya pengisian penuh hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam, dan tidak ada keharusan untuk meninggalkan laptop tercolok selama belasan jam hingga satu hari penuh sebelum mulai digunakan.

  2. 2. Baterai laptop modern sudah tidak perlu break-in

    Kebanyakan laptop lawas masih menggunakan baterai nikel-kadmium (NiCd) atau nikel-metal hydride (NiMH) yang memang lebih rentan mengalami memory effect. Pada jenis baterai tersebut, diperlukan yang namanya break-in yaitu proses di mana pengguna melakukan tiga sampai lima siklus pengisian dan pengosongan baterai agar performanya optimal. Sebaliknya, laptop modern umumnya telah menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion) atau lithium-polymer (LiPo). Kedua jenis baterai itu tidak memiliki memory effect, sehingga tidak perlu dikosongkan lalu diisi penuh berulang kali sebelum digunakan.

  3. 3. Tetap colokkan laptop ke charger ketika konfigurasi di awal

    alienware-_lHDEG1Z7oQ-unsplash.jpg
    ilustrasi laptop sedang diisi daya (Unsplash/Alienware)

    Meskipun tidak wajib diisi penuh, sebaiknya laptop baru tetap dicolokkan ke charger ketika pertama kali digunakan. Proses konfigurasi di awal bisa memakan waktu, terutama jika harus memperbarui sistem operasi, menginstal aplikasi-aplikasi penting, memindahkan data dari penyimpanan eksternal atau mengatur pengaturan keamanan. Selain karena alasan itu, baterai Li-ion dan LiPo juga mengalami pengosongan daya alami sekitar 1–3 persen per bulan yang artinya, jika laptop telah lama disimpan di gudang atau toko, kemungkinan dayanya sudah berkurang meski baru di-unboxing. Nah, mencolokkan charger sejak awal dinyalakan bisa membantu mencegah laptop mati di tengah proses konfigurasi.

  4. 4. Boleh terus tercolok tapi jangan selalu sampai 100 persen

    Laptop modern memiliki Battery Management System (BMS) yang memantau kondisi dan tingkat pengisian baterai. Ketika baterai mencapai 100 persen, BMS akan menghentikan pengisian dan mengalihkan daya laptop ke charger, sehingga baterai tidak akan overcharge atau menghasilkan panas berlebih. Kendati demikian, membiarkan laptop selalu tercolok bukanlah keputusan terbaik karena baterai akan terus berada pada tegangan tinggi, yang notabene bisa mempercepat degradasi kapasitasnya. BMS sendiri biasanya akan mengisi ulang secara kecil ketika daya baterai telah turun di bawah sekitar 95 persen. Maka dari itu, untuk menjaga umur baterai, hindari mengosongkannya sampai 0 persen dan usahakan untuk menjaga rentang dayanya di sekitar 20-80 persen.

    Itulah tadi ulasan mengenai berapa lama laptop baru harus diisi daya sebelum digunakan. Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More