Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Chipset Mid-Range yang Sebaiknya Sudah Dihindari pada 2026
ilustrasi chipset Snapdragon (mi.co.id)
  • Beberapa chipset mid-range seperti Snapdragon 732G, Dimensity 700, Helio G96, Snapdragon 695, dan Exynos 1280 dinilai sudah ketinggalan zaman untuk digunakan pada tahun 2026.
  • Chipset-chipset tersebut memiliki kelemahan seperti fabrikasi besar, performa rendah, efisiensi buruk, serta fitur terbatas dalam dukungan jaringan dan perekaman video.
  • Pengguna disarankan memilih chipset dengan teknologi terbaru seperti fabrikasi 4–6 nm, dukungan 5G modern, dan kemampuan perekaman hingga resolusi 4K agar lebih future-proof.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tiap tahunnya ada chipset mid-range baru yang hadir di pasaran. Tiap model baru menawarkan berbagai peningkatan, mulai dari jaringan 5G, clock speed hingga 3GHz, sampai peningkatan GPU untuk bermain game. Karena banyaknya chipset baru, maka chipset lama sudah tidak relevan dan tak mampu bersaing.

Ada beberapa chipset mid-range yang harus dihindari buat 2026, seperti Snapdragon 732G, MediaTek Dimensity 700, dan MediaTek Helio G96. Mengapa semua chipset tersebut harus dihindari? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Snapdragon 732G sudah bisa dikalahkan chipset lain

ilustrasi chipset Snapdragon (mi.co.id)

Snapdragon 732G merupakan chipset berusia 5 tahun lebih yang rilis pada 2020. Karena sudah cukup berumur, teknologinya juga terhitung kuno. Dilansir Jagat Review, Snapdragon 732G masih menggunakan proses fabrikasi 8 nm, punya clock speed 2.3GHz, dan performa AI-nya hanya 3.6 TOPS. Selain itu, Snapdragon 732G juga tidak mendukung jaringan 5G.

Jika melihat jajaran chipset yang lebih baru, Snapdragon 732G sudah bisa dikalahkan oleh MediaTek Helio G99 yang dirilis pada 2022. Chipset tersebut punya clock speed 2.2GHz, dibuat menggunakan proses fabrikasi 6 nm, dan sama-sama tidak mendukung jaringan 5G. Skor AnTuTu v11 keduanya juga serupa, yaitu 500 ribuan. Jadi, dengan performa yang serupa Helio G99 lebih unggul dan modern.

2. MediaTek Dimensity 700 masih pakai teknologi kuno

MediaTek Dimensity 700 (i.mediatek.com)

MediaTek Dimensity 700 dirilis berbarengan dengan Snapdragon 732G, yaitu pada 2020. Bedanya, MediaTek Dimensity 700 merupakan chipset 5G. Namun, buat 2026 MediaTek Dimensity 700 sudah tidak worth it karena spesifikasi dan teknologinya yang ketinggalan zaman. Dilansir NanoReview, MediaTek Dimensity 700 masih menggunakan fabrikasi 7 nm dan clock speed 2.2GHz.

Perekaman videonya juga rendah di 2K 30 FPS. Skor AnTuTu v11 mereka hanya 500 ribuan, serupa dengan Helio G99 yang merupakan chipset 4G. Jika mencari chipset 5G murah buat HP mid-range, ada beberapa pilihan yang lebih worth it seperti MediaTek Dimensity 6080 dan Dimensity 1080. Keduanya sudah menggunakan fabrikasi 6 nm, punya clock speed 2.4GHz, dan perekaman videonya sama-sama di 2K.

3. Snapdragon 695 punya performa dan spesifikasi yang rendah

Snapdragon 695 (mi.co.id)

Seharusnya Snapdragon 695 berpotensi menjadi chipset 5G terjangkau yang bisa sukses. Namun, hal tersebut tidak terjadi karena terhalang oleh spesifikasi yang rendah. Snapdragon 695 memang sudah menggunakan fabrikasi 6 nm, tapi ia hanya memiliki clock speed 2.2GHz, tidak mendukung RAM LPDDR5X yang ngebut, dan hanya bisa merekam video di resolusi 1080p 60 FPS.

Laman OnePlus Community juga menjelaskan kalau Snapdragon 695 tak cocok untuk bermain game. Efisiensinya juga buruk sehingga HP bisa kehabisan baterai dalam waktu singkat, khususnya ketika digunakan untuk bermain game. Soal koneksi, Snapdragon 695 hanya mendukung WiFi 5 dan 6 tanpa dukungan WiFi 6E yang koneksinya lebih kuat.

4. MediaTek Helio G96 masih pakai fabrikasi 12 nm

MediaTek Helio G96 (realme.com)

Salah satu kekurangan utama dari MediaTek Helio G96 di 2026 adalah proses fabrikasinya yang masih 12 nm. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kebanyakan chipset baru yang sudah mengadopsi proses fabrikasi 6 hingga 4 nm yang lebih efisien. Performanya MediaTek Helio G96 juga hanya setara dengan MediaTek Dimensity 700 series atau Snapdragon 750 series yang spesifikasinya sudah tak relevan di 2026. Kemampuan lain seperti perekaman video dan clock speed yang hanya 2GHz juga tak mampu bersaing tahun ini.

5. Exynos 1280 mudah panas

Exynos 1280 (semiconductor.samsung.com)

Secara spesifikasi sebenarnya Exynos 1280 cukup menjanjikan. Chipset tersebut pakai GPU Mali-G68 MP4, dibuat menggunakan proses fabrikasi 5 nm, punya clock speed 2.4GHz, dan pakai core Cortex-A78 serta Cortex-A55. Skor AnTuTu v11-nya juga tinggi 600 ribuan dan mampu merekam video hingga resolusi 4K 30 FPS.

Namun, di forum resmi Samsung banyak pengguna yang mengeluhkan kalau Exynos 1280 sering mengalami overheat (panas berlebih). Suhunya bisa naik secara tiba-tiba, bahkan ketika tidak bermain game. Untuk mengatasinya, pengguna harus menunggu update software dari Samsung. Performa nyatanya juga tak terlalu bagus, bahkan hanya setara dengan Snapdragon 695.

Daftar chipset mid-range yang harus dihindari buat 2026 tersebut bisa menjadi referensi ketika kamu hendak beli HP baru. Sebisa mungkin cari HP dengan chipset powerful yang sudah membawa teknologi terbaru seperti fabrikasi 4 nm, perekaman 4K, hingga dukungan refresh rate tinggi. Chipset lama sebenarnya masih bisa digunakan, tapi kualitasnya tak bisa disamakan dengan model terbaru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team