6 Ciri-Ciri Laptop yang Sudah Ketinggalan Zaman di 2026

- Tidak memiliki TPM 2.0, membuat upgrade ke Windows 11 sulit dan meningkatkan risiko keamanan.
- Masih menggunakan HDD, kurang responsif untuk aplikasi dan game modern yang membutuhkan SSD.
- RAM-nya masih 8GB atau kurang, tidak cukup untuk menjalankan aplikasi berat di 2026.
Bedanya dengan HP, “tua” pada laptop lebih sulit diukur karena banyak pengguna memakainya jauh lebih lama dan tidak ada siklus ganti laptop yang mutlak seperti tiga tahun sekali. Karenanya, cara terbaik untuk melihat sebuah laptop itu tua atau belum adalah dengan melihat spesifikasinya. Ada beberapa spesifikasi tertentu yang biasanya menjadi sinyal kuat bahwa laptop sudah terlalu ketinggalan zaman untuk digunakan dengan nyaman di 2026.
Jika laptopmu memiliki beberapa spesifikasi seperti dibawah ini, mungkin ada baiknya untuk segera ganti atau hanya menggunakannya untuk tugas yang lebih ringan. Berikut ulasannya.
1. Tidak memiliki TPM 2.0
Setelah Microsoft resmi mengakhiri dukungan untuk Windows 10 pada 14 Oktober tahun lalu, banyak laptop kemudian didorong untuk pindah ke Windows 11. Masalahnya, upgrade ke Windows 11 tidaklah mudah karena dibatasi persyaratan TPM 2.0 yang notabene tidak didukung oleh semua laptop, terutama laptop lawas. Sebelumnya sempat ada cara untuk bypass persyaratan tersebut tapi Microsoft meresponnya dengan menutup celah itu. Alhasil, pengguna mau tidak mau harus bertahan di Windows 10 yang notabene bukan pilihan aman, karena tanpa update patch keamanan, risiko dibobol jadi makin besar dari waktu ke waktu.
2. Masih menggunakan HDD

Dalam satu dekade terakhir, banyak laptop beralih dari HDD ke SSD untuk penyimpanan sistem operasi karena perbedaan performanya sangat signifikan. Laptop dengan SSD biasanya memiliki waktu booting hanya hitungan detik, terasa lebih responsif dan bisa membuka aplikasi maupun game dengan jauh lebih cepat. HDD memang masih bisa dipakai, tapi semakin lama semakin ketinggalan untuk kebutuhan tertentu, terutama bermain game karena kini, ada semakin banyak game AAA modern yang mewajibkan SSD. Untuk sekarang, HDD lebih masuk akal jika dijadikan penyimpanan tambahan saja.
3. RAM-nya masih 8GB atau bahkan kurang
RAM digunakan laptop untuk menampung semua proses yang sedang berjalan yang artinya semakin besar RAM, maka semakin banyak aplikasi dan proses yang bisa berjalan bersamaan tanpa tersendat. Secara teknis, 8GB masih terdengar oke untuk digunakan di 2026, tapi dalam praktiknya, 8GB masih kurang karena aplikasi saat ini semakin berat. Membuka empat tab di browser saja bisa memakan RAM hingga 1GB, belum lagi aplikasi-aplikasi lain yang berjalan di belakang. Patokan paling aman untuk saat ini adalah 16GB dan jika ingin lebih aman untuk jangka panjang, 32GB tidaklah berlebihan.
4. Tidak memiliki port USB-C
Saat ini USB-C bisa dibilang merupakan standar universal. Port ini sudah ada di mana-mana, mulai dari HP dan laptop hingga flashdisk, TWS, power bank dan gadget murah. Satu kabel USB-C bisa digunakan untuk transfer data, mengisi daya hingga mengirim audio-video. USB-A sendiri memang belum punah, tetapi perlahan mulai ditinggalkan. Bukan berarti laptop yang hanya memiliki port USB-A langsung tidak bisa digunakan, hanya saja kedepannya akan ada banyak situasi yang merepotkan di mana flashdisk, receiver untuk mouse wireless atau penyimpanan eksternal menggunakan USB-C.
5. Daya tahan baterai sangat lemah

Jika dulu baterai laptop yang tahan 4-5 jam sudah dianggap bagus, patokan itu sekarang sudah ketinggalan zaman. Dalam beberapa tahun terakhir, mulai ada banyak laptop dengan baterai awet yang baru minta dicas setelah digunakan seharian penuh. Hal tersebut tidak hanya untuk laptop milik Apple seperti MacBook yang memang terkenal awet, tapi juga laptop Windows. Jika laptopmu hanya tahan beberapa jam saja, ganti baterai belum tentu menyelesaikan akar persoalannya. Maka dari itu, lebih masuk akal untuk upgrade ke laptop yang memang dirancang dengan baterai lebih efisien.
6. Layar masih 720p
Di 2026, layar beresolusi 720p jelas kalah jauh dibanding 1080p, apalagi 1440p atau 4K. Laptop memang tidak akan rusak jika tetap digunakan, tapi seperti hal lain di daftar ini, layar 720p sudah ketinggalan zaman dan kurang maksimal untuk berbagai penggunaan seperti menonton film atau mengedit foto. Resolusi 1080p menjadi standar paling minimal karena tampilan UI jadi jauh lebih tajam, teks lebih nyaman dibaca dan konten yang ditonton terlihat jauh lebih bagus. Jika dibandingkan berbagai “komponen ketinggalan zaman” di daftar ini, resolusi layar menjadi salah satu yang paling wajib segera di-upgrade.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa ciri laptop yang sudah ketinggalan zaman di 2026. Apakah laptopmu punya ciri-ciri di atas?

















