Comscore Tracker

Bingung Pilih Intel atau AMD di PC Rakitan? Ini 5 Perbedaannya

Keduanya sudah menjadi prosesor unggulan di dunia

Intel dan AMD merupakan dua manufaktur besar yang sudah terkenal dengan produk prosesornya. Selain Intel dan AMD, ada manufaktur Apple yang juga sudah memproduksi chip untuk kebutuhan komputer buatannya sendiri. Nah, bagi banyak orang yang ingin merakit atau membangun sebuah PC, pemilihan prosesor mungkin masih menjadi hal yang cukup membingungkan.

So, kali ini kita akan membahas perbedaan dari kedua prosesor tersebut. Chip mana yang cocok untuk kamu pilih? Apakah betul keduanya memiliki spesifikasi dan performa yang sangat berbeda? Yuk, simak artikel berikut ini.

1. Soket sebagai penghubung ke motherboard

Bingung Pilih Intel atau AMD di PC Rakitan? Ini 5 Perbedaannyailustrasi AMD Ryzen 7 3700X (unsplash.com/Olivier Collet)

Meskipun sama-sama bertugas sebagai otak dari sebuah komputer, Intel dan AMD rupanya memiliki jenis soket yang sangat berbeda. Nah, soket sendiri merupakan penghubung antara prosesor dengan motherboard, bisa dilihat dari sisi prosesor itu sendiri maupun dari sisi motherboard-nya.

Intel terkenal dengan soket berjenis LGA atau land grid array. Biasanya, soket pada Intel akan diidentifikasi melalui serial yang cukup beragam juga, misalnya LGA 1155, LGA 1150, LGA 1200, LGA 1700, dan lain sebagainya. Di sisi lain, AMD lebih umum mengenakan soket bernama AM, FM, dan sTRX, misalnya AM2, AM3, AM4, FM1, FM2, sTRX4, dan lain-lainnya.

Saat ini, Intel terbaru adalah Core i9 generasi ke-12 (seri Extreme dan standar)dengan frekuensi mencapai 5,0 GHz. Di sini, Intel menggunakan soket LGA 1700 sebagai penghubung ke motherboard. Sementara itu, chip terkuat AMD adalah Ryzen seri Threadripper 3990X bersoket sTRX4 yang kelasnya berada di atas prosesor pada umumnya.

2. Kompatibilitas

Bingung Pilih Intel atau AMD di PC Rakitan? Ini 5 Perbedaannyailustrasi prosesor Intel Core i9-9900K (unsplash.com/Christian Wiediger)

Nah, jika sudah memahami perbedaan dari segi soketnya, kalian bisa melihat kompatibilitas dari Intel dan AMD itu sendiri. Dengan kata lain, soket yang berbeda akan menghasilkan keputusan yang berbeda untuk mengadopsi motherboard di pasaran. Contohnya, LGA Intel 1155 hanya bisa dipasangkan ke motherboard bersoket LGA 1155 karena ia dirancang untuk menampung Core i3, i5, dan i7 generasi ke-2 dan 3.

Begitu juga dengan AMD. Memilih chip dari kubu merah ini tentu akan membawa dampak pada keputusan kalian dalam menentukan motherboard. Jangan sampai salah dalam memilih dan membeli motherboard karena papan utama ini hanya memiliki jenis soket yang cocok untuk CPU tertentu.

Di sisi lain, pemasangan prosesor ke motherboard cukup mudah untuk dilakukan. Perhatikan arah dan kode fisik yang terpampang pada prosesor yang kalian beli. CPU Intel biasanya memiliki sepasang lekukan di dua sisi bodi, serta kode di pojok prosesor yang dibuat agar kita tidak salah pasang. AMD pun juga memiliki kode khusus yang ditampilkan di bodi prosesor supaya tidak salah dalam memasangkannya ke motherboard.

Baca Juga: 5 Motherboard Gaming Terbaik untuk Prosesor AMD di 2022 

3. Bagaimana dengan performa?

Bingung Pilih Intel atau AMD di PC Rakitan? Ini 5 Perbedaannyailustrasi prosesor (unsplash.com/Jeremy Bezanger)

Penulis pernah menggunakan dua manufaktur dari prosesor, yakni Intel dan AMD. Secara awam, tentu perbedaannya tidak tampak kentara. Beberapa pihak menyatakan bahwa Intel bisa diandalkan untuk fungsi-fungsi yang kompleks, misalnya edit grafik, rendering, dan juga gaming. Sementara itu, AMD dianggap lebih powerful untuk performa gaming saja.

Kalian bisa membaca dan menonton review dari perbandingan keduanya di sisi performa maupun overclock. Secara umum, AMD punya kelebihan di kecepatan transfer file, namun hal ini berpengaruh ke memori internal yang menjadi lebih kecil. Di sisi lain, Intel dinilai lebih stabil, meskipun tidak memiliki kecepatan transfer file setinggi AMD, aplikasi Intel dalam multithread dianggap lebih mumpuni.

Pada beberapa uji coba yang dipaparkan dalam laman Tom's Hardware, terungkap bahwa prosesor AMD memang memiliki skor tinggi untuk kebutuhan gaming, terutama untuk kapasitas dalam hal fps atau frame rate per second. Di sisi lain, Intel tampak lebih powerful jika diukur berdasarkan keseluruhan performa, mulai dari gaming dan fungsi-fungsi lainnya.

Well, bukan hanya itu, pengujian yang dilakukan juga sangat kompleks, termasuk uji kecepatan dan performa multithread. Hasilnya juga beragam, AMD beberapa kali mengungguli Intel. Namun, performa Intel pun juga kerap berada di atas prosesor AMD. Jadi, keputusan untuk membeli sebuah prosesor tetap berada di tangan kalian, ya!

4. Khusus untuk bermain game, ada sedikit perbedaan yang terlihat

Bingung Pilih Intel atau AMD di PC Rakitan? Ini 5 Perbedaannyailustrasi prosesor AMD Ryzen 5 3600 (unsplash.com/Christian Wiediger)

Ada betulnya juga jika ada yang bilang bahwa AMD lebih kencang untuk digunakan gaming. Meskipun butuh penelitian lebih dalam, terbukti bahwa prosesor AMD memiliki GPU bawaan untuk menampilkan grafik yang lebih baik ketimbang milik Intel. Itu sebabnya, keseluruhan rakitan PC akan terasa lebih murah jika menggunakan prosesor AMD.

Yup, tanpa VGA eksternal, prosesor AMD yang ditanamkan GPU tambahan biasanya sudah sanggup menjalankan game-game yang lumayan berat. Nah, mekanisme ganda ala AMD inilah yang dinamakan APU atau accelerated processing unit. Jadi, adanya CPU yang mampu menjalankan gaming dengan cukup lumayan, membuat banyak orang tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk sebuah VGA eksternal.

Di sisi lain, Intel tampaknya cukup kedodoran dalam hal ini. APU pada Intel jelas tidak bisa mengalahkan kemampuan APU buatan AMD. Hal inilah yang membuat chip buatan Intel terasa lebih mahal dan eksklusif. Banyak gamer yang wajib tambah biaya untuk pemasangan VGA eksternal dan dikombinasikan dengan prosesor Intel. So, sampai sini, kalian sudah mengerti perbedaan keduanya di sektor gaming, kan?

5. Mengolah aplikasi berat

Bingung Pilih Intel atau AMD di PC Rakitan? Ini 5 Perbedaannyailustrasi prosesor Intel Core i9-9900K (unsplash.com/Christian Wiediger)

Banyak orang lebih menjagokan Intel jika harus berurusan dengan pengolahan data aplikasi yang berat. Pasalnya, kapasitas memori internal dari prosesor Intel memang lebih lega karena hanya fokus pada kinerja pengolahan data. Sementara itu, AMD yang memiliki ciri transfer data cepat memang lebih cocok untuk ditujukan sebagai mesin gaming. Bahasa sederhananya, Intel sudah menjadi prosesor yang bisa melakukan apa pun secara imbang.

Satu lagi, dari pengalaman penulis menggunakan dua manufaktur ini, suhu optimal yang ada di prosesor Intel terlihat lebih stabil dibanding dengan AMD. Meskipun nilainya tidak terpaut jauh, suhu panas yang meningkat jelas akan memengaruhi kinerja hardware. Dengan manajemen suhu yang lebih apik, PC gaming berbasis Intel masih dianggap ramah terhadap pendingin konvensional, misalnya kipas casing.

Tapi, jangan salah, AMD keluaran terbaru sudah memiliki manajemen suhu yang lebih baik, lho. Kendati demikian, secara umum, pengolahan aplikasi berat seperti multimedia akan berjalan lebih optimal jika dilakukan oleh prosesor Intel, terutama generasi terbaru. Mungkin itu sebabnya Intel lebih mendominasi pasar prosesor dunia meski AMD pun mulai merangkak naik mendekati pesaingnya itu.

Nah, bagaimana? Sudah dapat gambaran tentang cara memilih prosesor, bukan? Entah itu Intel atau pun AMD, pilihlah sesuai dengan bujet dan kebutuhan kalian. Jangan sampai salah pilih karena PC akan dipakai dalam jangka waktu yang cukup lama, oke!

Baca Juga: 5 Pertimbangan Penting Sebelum Membeli PC Gaming Rakitan

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya