Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menilik Evolusi Chipset Snapdragon 8 Gen Series, Makin Canggih?
Snapdragon 8 Gen 3 (mi.com)
  • Seri Snapdragon 8 berevolusi dari Snapdragon 8 Gen 1 pada 2021, yang mengalami isu panas berlebih, hingga 8+ Gen 1 buatan TSMC yang memperbaiki masalah tersebut.
  • Snapdragon 8 Gen 2 dan Gen 3 meningkatkan GPU, AI, CPU, serta efisiensi, sementara Snapdragon 8 Elite 2024 membawa fabrikasi 3 nm, CPU Oryon, dan GPU Adreno 830.
  • Pada 2026, Qualcomm merilis Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Extreme Gen 6 berbasis 2 nm, berkecepatan 5 GHz, dengan dukungan LPDDR6, UFS 5.0, serta video 4K 240 FPS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada 22 September 2026 Qualcomm secara resmi merilis chipset HP terbarunya, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 6 di event Snapdragon Summit. Chipset tersebut menjadi gebrakan baru karena merupakan chipset 2 nm pertama Qualcomm dan punya clock speed yang mencapai 5 GHz. Namun, Snapdragon 8 Elite Gen 6 tak akan muncul tanpa kehadiran para pendahulunya.

Awalnya, chipset flagship Qualcomm punya nama Snapdragon 800 series. Barulah pada 2021 hadir Snapdragon 8 Gen 1 sebagai chipset pertama dari Snapdragon 8 Gen series. Setelah itu munculah Snapdragon 8+ Gen 1, Snapdragon 8 Gen 2, hingga Snapdragon 8 Gen 3. Mau tahu bagaimana sejarah dan evolusi Snapdragon 8 Gen series? Kita ulik di bawah ini, yuk!

1. Snapdragon 8 Gen 1 dan 8+ Gen 1 (rilis 2021 serta 2022)

Snapdragon 8 Gen 1 (mi.co.id)

Seri Gen pertama adalah Snapdragon 8 Gen 1 yang dirilis pada 2021. Menariknya, chipset tersebut dibuat oleh Samsung dan bukan TSMC seperti chipset Snapdragon modern. Snapdragon 8 Gen 1 menggunakan GPU Adreno 730, punya clock speed 3 GHz, dan dibuat menggunakan proses fabrikasi 4 nm. Performanya terbilang andal di masanya, tapi chipset tersebut punya satu masalah, yaitu overheat (panas berlebih).

Untuk mengatasi masalah tersebut pada 2022 Qualcomm merilis penerusnya, yaitu Snapdragon 8+ Gen 1. Chipset tersebut bisa dibilang bukan model baru, tapi merupakan penyempurnaan dari 8 Gen 1. Laman GSMArena menerangkan bahwa Qualcomm berpindah dari Samsung ke TSMC dalam pembuatan Snapdragon 8+ Gen 1. Strategi tersebut jadi salah satu alasan mengapa Snapdragon 8+ Gen 1 tidak mengalami overheat.

2. Snapdragon 8 Gen 2 (rilis 2022)

Snapdragon 8 Gen 2 (qualcomm.com)

Belum genap setahun setelah perilisan Snapdragon 8+ Gen 1, Qualcomm tiba-tiba merilis penerusnya pada bulan November di tahun yang sama, yaitu Snapdragon 8 Gen 2. Chipset tersebut memberikan beberapa peningkatan seperti performa GPU yang meningkat 25 persen, performa AI per watt meningkat 60 persen, mendukung kamera 200 MP, pakai GPU Adreno 740, dan clock speed sedikit naik di 3,2 GHz.

Laman 91Mobiles menerangkan bahwa ada banyak HP yang ditenagai Snapdragon 8 Gen 2, seperti POCO F6 Pro, Samsung Galaxy Z Fold 5, ASUS ROG Phone 7, Samsung Galaxy S23 Ultra, dan Xiaomi 13 Ultra. Soal spesifikasi Snapdragon 8 Gen 2 sebenarnya tak beda jauh dari pendahulunya, bahkan chipset tersebut masih mempertahankan fabrikasi 4 nm yang dipakai di Snapdragon 8 Gen 1 dan Snapdragon 8+ Gen 1.

3. Snapdragon 8 Gen 3 (rilis 2023)

Snapdragon 8 Gen 3 (qualcomm.com)

Snapdragon 8 Gen 3 dirilis pada Oktober 2023 untuk menggantikan Snapdragon 8 Gen 2. Laman resmi Qualcomm menerangkan bahwa peningkatan Snapdragon 8 Gen 3 dari Snapdragon 8 Gen 2 cukup signifikan, seperti performa CPU meningkat 30 persen, peningkatan efisiensi 20 persen, dan kemampuan AI melonjak hingga 98 persen. Namun, proses fabrikasinya masih 4 nm dan Snapdragon 8 Gen 3 masih menggunakan core Cortex-A7 dan Cortex-A5 yang umumnya dipakai di chipset mid-range. Dukungan kamera, RAM, storage, dan resolusi perekaman video di kedua chipset tersebut juga terbilang serupa.

4. Snapdragon 8 Elite (rilis 2024)

Snapdragon 8 Elite (mi.co.id)

Meski tak punya kata "Gen" di namanya, Qualcomm menerangkan bahwa Snapdragon 8 Elite adalah generasi keempat dari Snapdragon 8 Gen series. Kata "Elite" disematkan karena chipset tersebut diposisikan sebagai penanda perubahan, peningkatan tingkat tinggi, dan menjadi pembuka bagi teknologi baru bagi chipset flagship Snapdragon. Dilansir NanoReview, Snapdragon 8 Elite jadi chipset Qualcomm yang menggunakan banyak teknologi "pertama", seperti yang pertama pakai GPU Adreno 800 series (Adreno 830), yang pertama pakai proses fabrikasi 3 nm, dan yang pertama menggunakan core CPU Oryon. Peningkatannya juga tak main-main, yaitu 44 persen performa CPU, 45 persen efisiensi, 45 persen AI, 27 persen ketahanan baterai, hingga 40 persen performa GPU.

5. Snapdragon 8 Elite Gen 5 (rilis 2025)

Snapdragon 8 Elite Gen 5 (oneplus.com)

Setelah sukses dengan Snapdragon 8 Elite Qualcomm merilis penerusnya setahun kemudian, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5. Dilansir JagatReview, chipset tersebut menggunakan konfigurasi CPU Oryon yang mengusung dua Prime core dan 6 Performance core dengan clock speed mencapai 4,6 GHz. Konfigurasi tersebut memberikan peningkatan performa CPU hingga 20 persen dan efisiensi CPU di angka 35 persen.

Selain performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 juga berfokus pada kemampuan AI dengan menghadirkan Agentic AI. Qualcomm mengeklaim bahwa Agentic AI di Snapdragon 8 Elite Gen 5 bisa memahami preferensi pengguna sehingga fungsi jadi lebih personal. Kemampuan AI di Hexagon NPU juga meningkat 37 persen, bikin pemrosesan AI bisa jadi lebih ngebut dan efisien.

6. Snapdragon 8 Elite Gen 6 (rilis 2026)

Snapdragon 8 Elite Gen 6 (qualcomm.com)

Qualcomm mengambil langkah yang unik pada 2026 dengan merilis dua chipset flagship sekaligus, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Keduanya menjadi chipset pertama Qualcomm yang menggunakan proses fabrikasi 2 nm. Selain itu, keduanya juga menjadi chipset HP pertama yang memiliki clock speed 5 GHz. Skor AnTuTu-nya juga pecah rekor, yaitu mencapai 5 jutaan.

Laman PhoneDroid menerangkan bahwa perbedaan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 nampak di bagian performa. Varian Extreme punya performa CPU 3 persen lebih tinggi, performa GPU 9 persen lebih tinggi, performa AI 21 persen lebih tinggi, dan performa AI per watt 13 persen lebih tinggi. Soal persamaan, keduanya sama-sama mendukung RAM LPDDR6, storage UFS 5.0, hingga perekaman video 4K 240 FPS.

Tak hanya memberikan peningkatan secara teknis Qualcomm juga terus mengoptimalkan berbagai kemampuan di chipset Snapdragon terbaru. Karena itu, Qualcomm akan sulit disalip oleh pesaingnya. Untuk saat ini hanya ada dua chipset yang benar-benar menjadi kompetitor utama Snapdragon 8 Gen series, yaitu Apple A series dan MediaTek Dimensity 9000 series.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article