6 Fitness Tracker Tanpa Layar Terbaik untuk Dibeli di 2026

Fitness tracker tanpa layar merekam data kesehatan lewat aplikasi ponsel, menawarkan desain lebih sederhana, ringan, dan minim gangguan saat berolahraga maupun beristirahat.
Whoop 5.0, Fitbit Air, dan Garmin Cirqa menonjol lewat pelacakan olahraga, tidur, pemulihan, serta kesiapan tubuh; Garmin tidak membutuhkan langganan, tetapi tanpa GPS bawaan.
Oura Ring 5, Ultrahuman Ring Pro, dan Amazfit Helio Ring mengusung bentuk cincin dengan fokus tidur serta gaya hidup; Helio lebih terjangkau, namun pilihan ukuran dan mode olahraganya terbatas.
Perangkat wearable biasanya dibekali dengan layar kecil untuk menampilkan notifikasi, statistik olahraga, hingga pesan dari HP. Namun, banyak pengguna yang merasa terganggu dengan kehadiran layar di sebuah perangkat wearable karena bisa mengganggu, terutama ketika sedang berolahraga atau beristirahat. Dari masalah itu lah kemudian muncul fitness tracker tanpa layar yang tetap merekam berbagai data kesehatan pengguna namun disajikan melalui aplikasi di HP. Karena tidak memiliki layar, fitness tracker semacam ini jadi tampak sederhana, ringan dan tidak terlalu mencolok. Berikut beberapa diantaranya yang direkomendasikan.
1. Whoop 5.0

Whoop 5.0 (dok. Whoop) Whoop 5.0 merupakan salah satu fitness tracker paling mumpuni untuk pengguna yang ingin menganalisis performa olahraga dan pemulihan tubuh secara mendalam. Perangkat ini banyak digunakan atlet profesional karena tidak memiliki layar maupun fitur komunikasi yang bisa mengganggu aktivitas. Dibandingkan Apple Watch, Whoop 5.0 diklaim menawarkan pelacakan detak jantung dan perkiraan pembakaran kalori yang lebih akurat dalam latihan tertentu. Pengguna juga bisa mengenakannya di pergelangan tangan, lengan atau bahkan bagian tubuh lain menggunakan aksesori khusus. Keunggulan utama Whoop terletak pada metrik Recovery dan Strain. Recovery memberikan skor kesiapan tubuh berdasarkan kualitas tidur dan sejumlah indikator fisiologis, sedangkan Strain mengukur beban aktivitas harian.
2. Google Fitbit Air
Google Fitbit Air menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dan terjangkau dibandingkan Whoop 5.0. Perangkat ini terjangkau dan tidak mewajibkan langganan untuk mengakses data kesehatan utama. Memang tersedia layanan tambahan berupa AI coaching berbasis Gemini, namun sifatnya opsional. Desain Fitbit Air juga lebih tipis sehingga nyaman digunakan sepanjang hari dan tersedia dalam beberapa pilihan strap yang cukup unik. Selain itu, perangkat ini juga menunjukkan hasil yang berada dalam selisih sekitar 5 persen dari Apple Watch Ultra 3 untuk detak jantung, jumlah langkah dan kalori. Pelacakan tidurnya juga menjadi salah satu keunggulan, termasuk kemampuan mendeteksi tidur siang dan terbangun pada malam hari. Sayangnya, aplikasi Google Health menjadi titik lemah karena sejumlah data olahraga sulit ditemukan, terutama setelah aplikasinya mengalami perombakan desain.
3. Garmin Cirqa

Garmin Cirqa (dok. Garmin) Garmin Cirqa berada di antara Whoop 5.0 dan Fitbit Air bagi pengguna yang menginginkan fitur pelacakan yang menyeluruh tanpa biaya langganan. Perangkat ini bisa memantau tidur, tahapan tidur, variabilitas detak jantung atau HRV, kadar oksigen dalam darah, suhu kulit dan berbagai indikator lainnya. Semua data tersebut dirangkum melalui metrik Training Readiness, Body Battery, dan Fitness Age, sehingga pengguna bisa memahami kondisi tubuh tanpa harus membaca terlalu banyak angka mentah. Keunikan Cirqa adalah keberadaan tombol fisik, sesuatu yang jarang ditemukan pada fitness tracker tanpa layar. Tombol tersebut bisa digunakan untuk memulai atau menghentikan olahraga, dan ada juga motor getar yang bisa berfungsi sebagai alarm. Satu-satunya kekurangan Cirqa mungkin hanyalah fakta bahwa perangkat ini tidak memiliki GPS bawaan, sehingga pengguna perlu membawa HP ketika berolahraga di luar ruangan.
4. Oura Ring 5
Oura Ring 5 ditujukan bagi pengguna yang menginginkan fitness tracker minimalis dan menyerupai perhiasan biasa. Dibandingkan generasi sebelumnya, perangkat ini diklaim 40 persen lebih ramping dengan ketebalan sekitar 2,28 milimeter. Meski jumlah sensornya dikurangi dari 18 menjadi 12, akurasi pelacakan tidurnya tetap baik, di mana perangkat ini mampu membedakan beberapa tahapan tidur serta memperhitungkan apakah seseorang benar-benar tertidur atau hanya berbaring di tempat tidur. Data tidur, detak jantung, suhu kulit dan indikator lainnya digunakan untuk menghasilkan Readiness Score. Disamping itu, perangkat ini juga menyediakan Symptom Radar yang memanfaatkan perubahan suhu tubuh dan pola pernapasan untuk mendeteksi kemungkinan tanda awal sakit. Sayangnya, Oura Ring 5 tidak dibekali GPS bawaan maupun fitur pelacakan cadence untuk pelari.
5. Ultrahuman Ring Pro

Ultrahuman Ring Pro (dok. Ultrahuman) Ultrahuman Ring Pro lebih cocok bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan berbagai aspek gaya hidup, bukan sekadar mencatat jumlah langkah. Aplikasinya mampu menampilkan detak jantung ketika istirahat, HRV, perubahan suhu kulit, langkah dan Dynamic Recovery Score. Perangkat ini juga memiliki fitur Ultra Age yaitu perkiraan usia biologis berdasarkan aktivitas harian. Namun, hasil estimasinya tidak selalu lebih rendah daripada usia sebenarnya, sehingga angka tersebut sebaiknya hanya dilihat sebagai indikator tambahan, alih-alih indikator medis yang sifatnya pasti. Lalu ada pula Powerplugs, fitur tambahan untuk kebutuhan khusus seperti menentukan waktu terbaik untuk mengonsumsi kafein, mengidentifikasi Circadian Dead Zone dan membantu memantau migrain. Fitur pelacakan detak jantung dan HRV-nya dinilai lebih akurat dibandingkan Oura Ring 5 dan baterainya mampu bertahan hingga 15 hari.
6.Amazfit Helio Ring
Amazfit Helio Ring merupakan pilihan yang menarik bagi pengguna yang ingin mencoba smart ring tanpa perlu mengeluarkan banyak uang. Perangkat ini menawarkan fitur pelacakan tidur, durasi tidur, tahapan tidur, suhu kulit malam hari, HRV, laju pernapasan dan detak jantung ketika istirahat. Seluruh informasi tersebut dirangkum menjadi Readiness Score yang bisa membantu pengguna menentukan apakah tubuh cukup siap untuk beraktivitas atau berolahraga. Helio Ring sendiri hanya menyediakan empat mode olahraga, sehingga lebih cocok untuk rutinitas sederhana seperti berjalan dan berlari. Selain itu, perangkat ini juga dipasangkan dengan smartwatch Amazfit untuk aktivitas yang lebih kompleks. Tantangan terbesar dari perangkat ini adalah pilihan ukuran yang terbatas, yaitu hanya ukuran 8, 10, dan 12. Artinya, jika terlalu longgar ketika digunakan, posisinya bisa bergeser dan menyebabkan hasil pengukuran menjadi kurang akurat.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa fitness tracker tanpa layar terbaik untuk dibeli di 2026. Tertarik meminang salah satu perangkat di atas?











![[REVIEW] Aniimo, Game ala Palworld Nuansa Pokemon dan Ben 10](https://image.idntimes.com/post/20260920/aniimo-1_a74e4f30-891e-4f40-a20d-570f994408e1.jpg)








