6 Gadget dari Tahun 80-an yang Membentuk Industri Teknologi Modern

Walkman mempopulerkan musik portabel dengan penjualan sekitar 200 juta unit, sementara CD menghadirkan audio digital jernih dan kemudian melampaui penjualan piringan hitam serta kaset.
Nintendo Game Boy unggul berkat daya tahan baterai sekitar 30 jam dan terjual lebih dari 64 juta unit, sedangkan The Clapper memperkenalkan kontrol perangkat rumah berbasis suara.
VCR VHS-Betamax memungkinkan perekaman tayangan dan memicu putusan fair use di AS, sementara Acorn Archimedes melahirkan arsitektur ARM yang kini digunakan luas pada perangkat modern.
Tahun 1980-an merupakan masa perubahan besar di dunia teknologi. Industri PC berkembang pesat, tetapi para produsennya saling bersaing tanpa banyak kompatibilitas. Industri game juga sempat jatuh pada 1983, lalu bangkit lagi lewat Nintendo. Di saat yang sama, industri musik dan hiburan mulai bisa dinikmati di mana saja dan kapan saja. Banyak gadget dari dekade tersebut terlihat kuno sekarang, namun beberapa di antaranya meletakkan dasar bagi cara kita menggunakan teknologi hari ini. Gadget apa saja itu? Berikut daftarnya.
1. Sony Walkman

ilustrasi Sony Walkman (Unsplash/Florian Schmetz) Sebelum Walkman, mendengarkan musik berkualitas tinggi hanya bisa dilakukan di rumah, dengan piringan hitam dan sistem hi-fi. Radio transistor memang sudah ada sejak 1954, namun tidak cocok bagi pencinta musik yang menginginkan kualitas audio yang bagus. Pada 1979, Sony meluncurkan Walkman, pemutar kaset portabel pertama yang benar-benar praktis. Kaset saat itu baru saja naik kelas setelah teknologinya diperbaiki besar-besaran pada tahun 1970-an, sehingga mengalahkan format 8-track. Sony memanfaatkan momentum ini dan terus membuat Walkman menjadi semakin kecil dan ringan. Hasilnya, Walkman menjadi salah satu lini produk tersukses Sony, dengan penjualan sekitar 200 juta unit sebelum akhirnya berhenti diproduksi pada 2010.
2. Compact Disc (CD) dan CD Player

ilustrasi CD (Unsplash/Mohamed Marey) Pada awal tahun 1980-an, musik rekaman hanya tersedia dalam format analog. Piringan hitam memiliki kualitas audio terbaik, namun tidak portabel, mudah rusak dan tidak bisa direkam sendiri. Kaset lebih praktis dan bisa direkam, namun kualitas audio-nya berada di bawah piringan hitam. Nah Compact Disc atau CD, diluncurkan pada 1982 dan menawarkan jalan tengah dengan suara digital yang jernih sekaligus mudah didengarkan via CD Player. Banyak orang pada masa itu menyambut kehadiran CD dengan antusias dan pada akhir 1988, penjualan CD sudah melampaui piringan hitam, lalu menyalip kaset pada 1991. Sayangnya, teknologi ini membawa efek samping yang baru terasa bertahun-tahun kemudian, di mana drive CD-ROM yang menjadi standar di PC, memudahkan pengguna menyalin lagu dan di akhir tahun 1990-an, internet membuat berbagi lagu ilegal menjadi lebih mudah.
3. Nintendo Game Boy

ilustrasi Nintendo Game Boy (Unsplash/Nik) Di sepanjang tahun 1980-an, pilihan perangkat hiburan elektronik yang portabel sangat terbatas. Ada Game & Watch dari Nintendo, namun game-game-nya terlalu sederhana. Industri game sendiri sempat runtuh di Amerika Serikat pada 1983 karena pasar yang jenuh dan kualitas game yang buruk, sebelum dibangkitkan lagi oleh NES. Nah, pada akhir 1989, Nintendo juga merilis Game Boy dengan layar monokrom tanpa lampu latar. Kompromi itu sengaja diambil agar baterai AA-nya bisa bertahan sekitar 30 jam, ketika teknologi baterai isi ulang belum benar-benar matang. Pesaing Game Boy yang membawa layar berwarna kesulitan menyamai daya tahan baterai yang awet itu dan Game Boy pun semakin unggul di atas kompetitornya. Jika ditotal, Game Boy telah terjual lebih dari 64 juta unit dan mengubah dunia game portabel. Hasilnya, sampai sekarang, Nintendo sulit ditandingi di pasar konsol handheld.
4. The Clapper

The Clapper (dok. Joseph Enterprises) Konsep smart home atau rumah pintar sering dianggap tren baru yang meledak berkat Google, Amazon dan Apple. Padahal konsep dasarnya sudah ada sejak puluhan tahun lalu lewat The Clapper, colokan listrik yang aktif dengan suara dan sering muncul di iklan TV pada tahun 1980-an. Dengan tepukan tangan dalam ritme tertentu, pengguna bisa menyalakan atau mematikan lampu, kipas angin dan perangkat sederhana lainnya. Versi awalnya terlalu sensitif terhadap suara, sehingga diperbarui menjadi Smart Clapper pada 1987 dengan teknologi pendeteksi suara yang lebih akurat. Yang menarik, sampai saat ini, The Clapper masih dijual diproduksi dan dijual secara resmi di berbagai toko besar seperti Amazon.
5. VCR VHS dan Betamax

Sony Betamax (dok. Sony) Pada masa awal TV, acara yang terlewat hampir tidak bisa ditonton lagi, kecuali sitkom atau drama yang ditayangkan ulang. Pita video saat itu sangat mahal dan hanya digunakan oleh kalangan profesional dengan perangkat sebesar kulkas. Namun semua berubah ketika Sony meluncurkan Betamax pada 1975 dan disusul VHS dari JVC pada 1976. Pada akhir 1985, sekitar 28 persen rumah di Amerika sudah memiliki VCR, dan VHS mengalahkan Betamax karena durasi rekamnya lebih panjang meski kualitas gambarnya sedikit di bawah. Lewat keduanya, pengguna bisa merekam acara TV dan film kapan pun mereka mau. Hollywood sempat protes, di mana Universal dan Disney menggugat Sony. Pada 1985, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa merekam acara TV untuk ditonton nanti termasuk penggunaan wajar (fair use). Putusan itu kemudian menjadi landasan hukum hak cipta modern.
6. Acorn Archimedes

Acorn Archimedes (dok. Acorn) Industri PC pada tahun 1980-an sangat terpecah belah. IBM, Apple, Atari, Commodore, Sinclair, dan Acorn semuanya menawarkan PC yang tidak saling kompatibel. IBM PC dan Macintosh memang memberi pengaruh besar, namun jangkauan terluas datang dari perusahaan kecil asal Inggris yaitu Acorn. Setelah sukses dengan BBC Micro, Acorn merilis Archimedes pada 1987 dengan arsitektur prosesor baru bernama Acorn RISC Machine yang kini dikenal sebagai ARM. Keunggulan ARM terletak pada konsumsi dayanya yang rendah. Hampir semua HP menggunakannya, begitu pula konsol Nintendo sejak Game Boy Advance seperti DS dan Switch. Pada 2020, Apple bahkan memindahkan lini Mac ke ARM dan mendapat sambutan positif. Hingga kini, masih banyak yang tidak tahu bahwa ARM yang kini ada di mana-mana ternyata berawal dari PC bernama Archimedes.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa gadget dari tahun 80-an yang membentuk industri teknologi modern. Pernah mendengar salah satu gadget di atas?





















