Google memperkenalkan Googlebook sebagai “laptop kategori baru” yang menempatkan kecanggihan Gemini sebagai fitur utama, dengan tujuan menggabungkan Chrome, aplikasi Google Play dan sistem operasi modern dalam satu perangkat. Meski detail resminya masih terbatas, bocoran awal menunjukkan bahwa perangkat ini akan hadir sebagai evolusi dari Chromebook. Lantas apa saja perbedaan Googlebook dengan Chromebook? Sejauh mana perbedaannya? Untuk jawaban dari pertanyaan itu, langsung saja simak ulasan di bawah ini.
Googlebook vs Chromebook, Apa Saja Perbedaannya?

1. Harga dan ketersediaan
Google hingga saat ini belum mengumumkan harga maupun jadwal rilis untuk Googlebook. Yang baru diketahui adalah beberapa brand besar seperti HP, Lenovo, ASUS, Acer dan Dell akan menjadi yang pertama menghadirkan perangkat ini. Banyak pihak penasaran dengan kisaran harganya, terutama karena Chromebook selama ini dikenal sebagai laptop yang ramah di kantong dan sering direkomendasikan untuk pelajar. Harga Chromebook sendiri cukup bervariasi, mulai dari sekitar US$179 untuk model dasar, hingga bisa menembus kisaran US$750 untuk model yang lebih premium.
2. Desain
Google baru memberi sedikit gambaran soal Googlebook sehingga belum jelas bentuk atau desain pastinya. Yang pasti, mereka menggandeng berbagai produsen besar seperti Acer, ASUS, Dell, HP dan Lenovo untuk membuat perangkat ini. Google menjanjikan desain premium dengan material berkualitas, hadir dalam berbagai model seperti laptop biasa, convertible, hingga 2-in-1, mirip variasi yang ada di Chromebook dan laptop Windows saat ini. Salah satu pembeda utamanya adalah kehadiran “Glow Bar” yang sampai sekarang masih belum diketahui fungsinya, serta kemungkinan logo Googlebook di area keyboard, meski belum tentu semua model akan memilikinya.
3. Fitur
Google tampaknya mendorong konsep laptop baru yang lebih berfokus pada sistem berbasis AI (Gemini), berbeda dari Chromebook yang mengandalkan ChromeOS dan komputasi cloud tradisional. Dengan pendekatan ini, Googlebook bisa memberi bantuan yang lebih proaktif. Salah satu fitur barunya adalah “Magic Pointer” di mana kursor bisa memunculkan saran kontekstual dari apa yang terlihat di layar, misalnya langsung membuat jadwal dari tanggal di email atau memvisualisasikan barang ke dalam ruangan.
Lalu, ada juga “Create your Widget,” yang memungkinkan pengguna membuat widget kustom hanya lewat perintah bahasa untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Selain itu, integrasi dengan HP dibuat lebih mulus, karena pengguna bisa mengakses aplikasi dan file dari HP langsung di Googlebook tanpa perlu instalasi tambahan lewat fitur seperti Quick Access.
Itulah tadi ulasan mengenai apa saja perbedaan Googlebook dan Chromebook. Hingga saat ini, belum diketahui kapan Googlebook akan dirilis, tapi yang pasti, perangkat ini akan menjadi penerus Chromebook yang tampak menjanjikan.