Kenapa Apple Tidak Bikin Konsol Game seperti Xbox?

Apple pernah gagal dalam pasar konsol lewat Apple Pippin sehingga lebih berhati-hati memasuki industri tersebut.
Perusahaan memilih memperkuat ekosistem perangkat dan layanan game daripada membuat konsol baru.
Dominasi Sony, Microsoft, dan Nintendo membuat pasar konsol sulit ditembus.
Apple dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar. Produk seperti iPhone, iPad, Mac, hingga Apple TV telah membentuk ekosistem yang digunakan ratusan juta orang. Meski memiliki perangkat keras berkualitas tinggi, perusahaan yang berdiri sejak 1976 itu belum menghadirkan konsol game modern untuk bersaing melawan PlayStation, Xbox, maupun Nintendo.
Sebagian pencinta teknologi berharap Apple mau berinovasi dengan memproduksi konsol game modern yang berbeda dari para kompetitor. Namun, hal itu belum pernah terjadi. Rumor memang beberapa kali beredar, tetapi hingga saat ini Apple lebih memilih mengembangkan layanan game pada perangkat yang sudah dimiliki. Kenapa bisa demikian?
1. Apple pernah gagal lewat Pippin

Apple sebenarnya pernah memasuki industri konsol pada 1996 melalui Apple Pippin yang dikembangkan bersama Bandai. Perangkat tersebut gagal menarik minat pasar karena harga tinggi, koleksi game terbatas, dan persaingan ketat dari PlayStation dan Nintendo 64. Kegagalan itu menjadi pelajaran berharga bagi Apple. Sejak saat itu, perusahaan tidak lagi berupaya menghadirkan konsol game walau era sudah berganti dan Apple sangat bisa membuat inovasi baru dalam industri gaming jika mau.
2. Fokus pada ekosistem yang sudah ada

Apple memperoleh pendapatan besar melalui iPhone, iPad, Mac, Apple TV, App Store, dan berbagai layanan digital. Semua produk tersebut sudah mampu memainkan ribuan game tanpa memerlukan konsol khusus. Strategi Apple bertujuan untuk memudahkan pengguna menikmati game pada berbagai perangkat menggunakan satu akun. Apple pun lebih memilih memperkuat ekosistem daripada membuka lini produk baru yang belum tentu menguntungkan.
3. Pasar konsol sangat sulit ditembus

Industri konsol telah dikuasai oleh Sony, Microsoft, dan Nintendo selama puluhan tahun. Ketiga perusahaan itu memiliki waralaba eksklusif, komunitas pemain besar, dan hubungan kuat bersama pengembang game. Apple harus menggelontorkan investasi sangat besar apabila ingin bersaing secara langsung. Tantangan tersebut dinilai kurang menarik dibandingkan memperluas bisnis yang telah menghasilkan keuntungan tinggi. Selain itu, Apple juga belajar dari Google Stadia yang gagal menyaingi PlayStation, Xbox, dan Nintendo.
4. Apple lebih memilih layanan game

Alih-alih membuat konsol, Apple meluncurkan Apple Arcade sebagai layanan berlangganan game. Melalui layanan ini, pengguna dapat menikmati berbagai judul tanpa iklan maupun pembelian tambahan melalui perangkat Apple yang sudah dimiliki. Cara ini sejalan dengan strategi perusahaan yang semakin mengutamakan pendapatan dari layanan digital. Model bisnis seperti ini dinilai lebih efisien daripada memproduksi perangkat baru yang belum tentu sukses.
5. Konsol bukan prioritas bisnis Apple

CEO Apple, Tim Cook, pernah menyatakan bahwa perusahaan tidak tertarik masuk ke bisnis konsol game. Menurutnya, Apple sudah memiliki posisi kuat dalam industri game melalui perangkat dan layanan yang tersedia saat ini. Walau rumor mengenai konsol Apple terus bermunculan, hingga sekarang belum ada tanda resmi bahwa perusahaan akan mengubah arah tersebut. Apple tampaknya tetap memandang game sebagai bagian dari ekosistem produk, bukan sebagai perangkat tersendiri.
Apple memiliki kemampuan teknologi untuk merancang konsol game modern, tetapi pertimbangan bisnis membuat langkah itu belum dianggap menarik. Fakta menariknya, meski tidak memiliki konsol populer, Apple termasuk salah satu perusahaan dengan pendapatan terbesar di industri game. Itu berkat App Store dan ekosistem iPhone serta iPad.




















