Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Intel Rilis Xeon 6 Plus, Senjata Baru Era Agentic AI
ilustrasi prosesor Intel (unsplash.com/BoliviaInteligente)
  • Intel meluncurkan prosesor server Xeon 6 Plus di Computex 2026, menjadi chip data center pertama dengan proses manufaktur Intel 18A untuk performa dan efisiensi energi lebih tinggi.
  • Xeon 6 Plus menawarkan hingga 288 E-core, dukungan DDR5 8000 MT/s, serta kolaborasi luas dengan produsen server global seperti Dell, ASUS, Lenovo, dan Supermicro.
  • Peluncuran ini menandai langkah Intel menghadapi lonjakan kebutuhan komputasi akibat agentic AI, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan efisiensi infrastruktur data center masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Intel resmi meluncurkan lini prosesor server terbaru bertajuk Xeon 6 Plus dalam ajang pameran teknologi Computex 2026 yang berlangsung di Taiwan mulai Selasa (2/6/2026). Chip yang sebelumnya menggunakan nama kode Clearwater Forest tersebut ditujukan untuk data center, edge computing, dan infrastruktur telekomunikasi. Xeon 6 Plus juga menjadi prosesor data center pertama Intel yang diproduksi menggunakan proses manufaktur 18A.

Peluncuran Xeon 6 Plus dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi akibat perkembangan kecerdasan buatan. Intel melihat kemunculan agentic AI akan menciptakan lonjakan beban kerja yang jauh lebih besar dibanding saat ini. Oleh karena itu, perusahaan menyiapkan Xeon 6 Plus sebagai salah satu fondasi utama untuk mendukung era baru komputasi berbasis AI. Lalu, seperti apa kemampuan Xeon 6 Plus yang disebut Intel siap menghadapi lonjakan agentic AI?

1. Xeon 6 Plus jadi prosesor data center pertama berbasis Intel 18A

Intel Xeon 6 Plus (intel.co.id)

Intel Xeon 6 Plus menjadi prosesor data center pertama yang dibangun menggunakan proses manufaktur Intel 18A. Teknologi ini merupakan node fabrikasi paling canggih yang saat ini dimiliki Intel. Kehadiran proses baru tersebut diharapkan mampu menghadirkan peningkatan performa sekaligus efisiensi energi dibanding generasi sebelumnya.

Dari sisi spesifikasi, Xeon 6 Plus menawarkan hingga 288 E-core dalam satu prosesor. Chip ini mendukung konfigurasi satu hingga dua soket, memiliki TDP maksimum 450 watt per CPU, dan dibekali 12 kanal memori DDR5 berkecepatan 8000 MT/s. Intel juga menyematkan dukungan 96 jalur PCIe, 64 jalur CXL, dan cache tingkat akhir berkapasitas 576 MB untuk mendukung berbagai beban kerja berat.

2. Xeon 6 Plus akan digunakan oleh berbagai produsen server

Intel Xeon (intel.co.id)

Intel turut menyoroti kemampuan salah satu model unggulannya, yakni Xeon 6990E+. Perusahaan mengklaim prosesor tersebut mampu memberikan performa rata-rata per thread hingga 1,3 kali lebih tinggi dibanding AMD Epyc 9965. Selain itu, rasio performa per thread per watt juga disebut meningkat hingga 1,3 kali lipat.

Untuk memperluas adopsi di pasar, Intel menggandeng berbagai produsen server besar yang akan mendukung penggunaan Xeon 6 Plus. Dukungan tersebut berasal dari Amax, ASRock, ASUS, Dell, Foxconn, Giga Computing, Gigabyte, HPE, Inventec, Lenovo, Mitac, MSI, Pegatron, QCT, dan Supermicro. Kehadiran mitra-mitra tersebut diharapkan mempercepat implementasi Xeon 6 Plus pada berbagai sistem server dan pusat data di seluruh dunia.

3. Intel siap hadapi ledakan Agentic AI

Intel Xeon 6 Plus (intel.co.id)

Executive Vice President sekaligus General Manager Data Center Group Intel, Kevork Kechichian, mengatakan permintaan terhadap CPU terus mengalami peningkatan. Mengutip Data Center Dynamics, Selasa (2/6/2025), kebutuhan komputasi tidak hanya berasal dari aplikasi perusahaan, basis data, layanan cloud, atau jaringan 5G yang sudah ada saat ini. Munculnya agentic AI menjadi faktor baru yang diperkirakan akan mendorong lonjakan jumlah pengguna dan proses komputasi secara signifikan.

Ia menjelaskan bahwa di masa depan, tidak semua pengguna yang mengakses layanan digital merupakan manusia. Agen AI yang mampu bekerja secara mandiri diprediksi akan menghasilkan aktivitas komputasi dalam jumlah jauh lebih besar dibanding saat ini. Karena itu, infrastruktur server memerlukan kapasitas dan efisiensi yang lebih tinggi untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

4. APAC Ericsson sebut kebutuhan jaringan akan terus meningkat

logo Ericsson (youtube.com/Ericsson)

Pandangan serupa juga disampaikan Chief Technology Officer Ericsson untuk Asia Pasifik, Magnus Ewerbring. Ia memperkirakan lalu lintas data dari perangkat menuju jaringan dapat meningkat 10 hingga 15 kali lipat dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Kenaikan tersebut menjadi tantangan besar bagi operator telekomunikasi di berbagai negara.

Menurut Ericsson, kebutuhan komputasi di masa depan harus mampu memberikan performa yang efisien sekaligus dapat diprediksi. Perusahaan teknologi satu ini mengaku optimistis dengan kerja sama yang dijalin bersama Intel melalui Xeon 6 Plus. Dalam pengujian pada lingkungan operasional nyata, Intel mengklaim Ericsson memperoleh peningkatan performa hingga 30 persen pada jumlah core yang sama, peningkatan performa per watt sebesar 60 persen, dan pengurangan konsumsi daya rak server hingga 38 persen.

Meningkatnya kebutuhan komputasi akibat perkembangan AI, layanan cloud, dan jaringan telekomunikasi membuat persaingan di pasar prosesor server diperkirakan akan semakin ketat. Melalui Xeon 6 Plus, Intel berupaya memperkuat posisinya dengan menawarkan kombinasi performa tinggi dan efisiensi daya yang dibutuhkan data center modern. Mampukah Xeon 6 Plus menjadi senjata utama Intel untuk menghadapi ledakan agentic AI dalam beberapa tahun mendatang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article