Intel Siapkan Laptop Murah Penantang MacBook Neo, Berapa Harganya?

- Intel meluncurkan Project Firefly untuk menghadirkan laptop Windows tipis dan terjangkau sekitar Rp10 jutaan, menggunakan prosesor Core Series 3 berkode Wildcat Lake sebagai penantang MacBook Neo.
- Strategi produksi Project Firefly meniru industri smartphone dengan desain modular dan standar universal agar biaya riset serta manufaktur lebih efisien, memungkinkan produksi massal laptop premium berharga murah.
- ASUS, HP, HONOR, hingga Lenovo mulai merilis laptop berbasis Wildcat Lake di China dengan harga 571–662 dolar AS, menandai langkah awal ekosistem Project Firefly dalam menantang dominasi MacBook dan Chromebook.
Intel tengah menyiapkan gebrakan baru di pasar laptop murah melalui sebuah inisiatif bernama Project Firefly. Program ini dirancang untuk menghadirkan laptop Windows tipis dan terjangkau di kisaran 600 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp10 jutaan. Konon kabarnya, laptop ini juga bakal menjadi rival dari MacBook Neo milik Apple.
Selama beberapa tahun terakhir, MacBook Neo berhasil mengubah pandangan banyak pengguna terhadap laptop murah berkat desain premium dan performa yang kompetitif. Kini, Intel mencoba menawarkan alternatif serupa bagi pengguna Windows melalui laptop berbasis prosesor terbaru Core Series 3 dengan nama kode (codename) Wildcat Lake. Mampukah Project Firefly menjadi ancaman serius bagi dominasi MacBook Neo di pasar laptop murah premium?
1. Intel gunakan strategi industri smartphone

Mengutip ITHome, Senin (25/5/2026), dalam acara peluncuran prosesor Core Series 3 di China pada 18 Mei 2026, Intel China resmi mengumumkan Project Firefly. Program ini disebut akan fokus pada platform Wildcat Lake yang menyasar pasar laptop harga terjangkau. Intel juga dikabarkan bakal memanfaatkan rantai pasok industri smartphone lokal di China dan memakai standar antarmuka universal demi menekan biaya produksi.
Project Firefly diumumkan bersamaan peluncuran prosesor Intel Core Series 3 di China. Intel ingin menyederhanakan proses produksi laptop lewat pola manufaktur industri smartphone yang dikenal cepat dan efisien. Strategi tersebut dinilai mampu mempercepat distribusi perangkat sekaligus menekan biaya produksi secara signifikan. Melalui pendekatan ini, Intel berharap laptop Windows murah dapat hadir memakai desain lebih premium dibanding generasi sebelumnya.
Selama ini, setiap vendor laptop biasanya memakai desain dan komponen berbeda. Lewat Project Firefly, Intel ingin menciptakan standar universal dan desain modular agar berbagai produsen dapat memakai komponen seragam di banyak model perangkat. Pendekatan itu diyakini mampu memangkas biaya riset, pengembangan, hingga produksi. Sistem yang lebih efisien membuat pabrikan dapat memproduksi jutaan unit laptop dalam waktu singkat dan biaya lebih rendah.
2. Fokus ke laptop Windows yang memiliki harga terjangkau

Project Firefly secara khusus menyasar segmen laptop budget. Teknologi ini akan hadir pada perangkat yang memakai chip Intel Core Series 3 Wildcat Lake. Intel tampaknya ingin menghadirkan keseimbangan antara performa dan efisiensi daya untuk kebutuhan harian. Fokus pada harga ramah kantong diharapkan mampu menarik perhatian pelajar hingga pekerja kantoran.
Wildcat Lake dibangun memakai proses fabrikasi Intel 18A dan membawa lima hingga enam Cougar Cove P-core tanpa dukungan Hyper-Threading. Meski begitu, Intel tetap percaya diri chip tersebut mampu memberikan performa memadai untuk produktivitas, hiburan, dan multitasking ringan. Kehadiran chip ini nantinya bakal menjadi fondasi utama berbagai laptop murah Project Firefly. Intel juga ingin memastikan perangkat tetap efisien tanpa mengorbankan pengalaman penggunaan sehari-hari.
Pada acara peluncuran Wildcat Lake di China, Vice President dan General Manager Software Engineering and Client Products Intel, Gao Song, turut memperlihatkan laptop referensi Project Firefly. Perangkat tersebut langsung mencuri perhatian berkat warna oranye terang lengkap dengan branding Intel Color di bagian penutupnya. Laptop itu juga hadir memakai desain “Clean-D” khas Intel yang minimalis dan bodi tipis berketebalan sekitar 11 mm. Tampilan ringan dan modern ini menunjukkan Intel ingin membawa kesan premium ke segmen laptop murah.
3. Mitra Intel mulai gencar merilis laptop berbasis Wildcat Lake

Sejumlah mitra Intel seperti ASUS, HP, dan HONOR mulai merilis laptop berbasis Wildcat Lake di pasar China. Harga perangkat-perangkat tersebut berada di kisaran 571 dolar AS hingga 662 dolar Amerika Serikat atau setara Rp10 jutaan sampai Rp11 jutaan. Kehadiran berbagai merek besar menunjukkan Intel cukup serius membangun ekosistem Project Firefly sejak awal. Variasi produk yang lebih banyak juga memberi konsumen pilihan desain dan spesifikasi lebih beragam.
Produsen asal China, Chuwi, bahkan memperkenalkan UniBook seharga 449 dolar AS. Meski demikian, laptop tersebut belum termasuk perangkat resmi Project Firefly karena hanya memakai platform Wildcat Lake. Laptop pertama yang benar-benar hadir di bawah program Project Firefly disebut berasal dari Lenovo melalui seri Lecoo Air 14.
4. Project Firefly siap menantang dominasi MacBook dan Chromebook

Selain membidik MacBook Neo, Intel juga ingin menantang laptop berbasis Arm dan Chromebook yang selama ini mendominasi segmen perangkat murah. Intel tampaknya ingin memastikan pengguna tetap memiliki pilihan laptop x86 berharga terjangkau namun tetap menawarkan kualitas kompetitif. Hal ini penting karena banyak pengguna Windows masih menginginkan kompatibilitas aplikasi yang luas. Project Firefly pun berpotensi menjadi alternatif menarik tanpa harus berpindah ekosistem.
Jika strategi Project Firefly berhasil, pasar laptop murah kemungkinan bakal menjadi jauh lebih menarik dalam beberapa tahun ke depan. Konsumen pun bisa mendapatkan laptop tipis dan ringan seharga Rp10 jutaan tanpa perlu mengorbankan pengalaman penggunaan sehari-hari. Intel juga berpotensi memperkuat posisinya di tengah persaingan ketat melawan Apple dan produsen chip Arm lainnya. Menarik untuk ditunggu apakah Project Firefly benar-benar mampu mengubah pasar laptop budget sesuai janji Intel?


















