Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Sebaiknya Ganti Baterai Laptop? Begini Penjelasannya
ilustrasi baterai laptop (unsplash.com/Mika Baumeister)
  • Baterai laptop umumnya bertahan 3–5 tahun atau 300–500 siklus pengisian, tetapi usia nyata dipengaruhi pola penggunaan dan kondisi lingkungan.
  • Baterai perlu diganti bila sering panas, pengisian melambat, muncul error, atau laptop hanya menyala saat dicas; penggantian membantu memperpanjang masa pakai perangkat.
  • Penggantian dapat dilakukan mandiri atau melalui teknisi; pilih baterai original atau OEM tepercaya dengan voltase, kapasitas, dan garansi yang sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semua perangkat elektronik memiliki masa pakai yang terbatas, tak terkecuali laptop. Sebab, dalam jangka panjang komponen laptop akan mengalami penurunan performa dan fungsi. Salah satu komponen yang sering mengalaminya adalah baterai. Jika hal tersebut sudah terjadi maka kamu sebaiknya ganti baterai laptop.

Pergantian baterai laptop sebenarnya tidak memiliki aturan tertentu. Terkadang, baterai laptop bisa awet dalam waktu lama, tapi di beberapa kesempatan baterai laptop juga bisa rusak dalam waktu singkat. Lantas, kapan sebaiknya ganti baterai laptop dan apa saja ciri-ciri baterai yang harus diganti?

1. Kapan sebaiknya ganti baterai laptop?

ilustrasi internal laptop (unsplash.com/Andrey Matveev)

Laman resmi Lenovo menjelaskan bahwa baterai laptop memiliki usia yang beragam, yaitu 3-5 tahun atau sekitar 300-500 siklus pengecesan. Saat baterai laptop sudah memenuhi usia tersebut atau melewati siklus pengecasan sebanyak itu sebaiknya segera diganti. Namun, angka tersebut tidak mutlak karena usia baterai juga ditentukan dari faktor lain, seperti penggunaan hingga kondisi lingkungan.

Selain usianya, kriteria pergantian baterai laptop juga bisa dilihat dari aspek lain seperti kondisi baterai itu sendiri. Jika baterai sering mengalami overheat (panas berlebih), pengecasan mulai terasa lambat, dan ada pemberitahuan error artinya baterai sudah rusak serta harus diganti. Terkadang, ada juga laptop yang harus selalu dicas agar menyala. Nah, hal tersebut adalah indikasi kuat untuk mengganti baterai sesegera mungkin.

2. Mengapa baterai laptop harus diganti?

ilustrasi baterai laptop (unsplash.com/Ritupon Baishya)

Mengganti baterai laptop adalah hal yang harus dilakukan oleh semua pengguna, khususnya jika baterai sudah mengalami degradasi. Dilansir Pocket Lint, mengganti baterai bisa memperpanjang masa pakai laptop itu sendiri. Sebenarnya kamu memiliki pilihan lain selain mengganti baterai, yaitu beli laptop baru. Meski lebih mudah, membeli laptop baru pasti lebih mahal sehingga tidak efisien. Mengganti laptop baru juga mencegah berbagai masalah laptop seperti overheat, kerusakan komponen, penurunan performa, sampai kebocoran baterai.

3. Bagaimana cara mengganti baterai laptop?

ilustrasi internal laptop (unsplash.com/Ritupon Baishya)

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengganti baterai, yaitu menggantinya secara mandiri atau menyerahkan perbaikan kepada teknisi profesional. Laman resmi HP menjelaskan bahwa kamu bisa mengganti baterai laptop dengan cara mematikan laptop, buka panel belakang laptop, copot baterai lama, pasang baterai baru, dan kemudian pasang kembali panel belakang laptop. Setelah pemasangan selesai, tes baterai baru dengan cara mengecas laptop dan gunakan selama beberapa saat. Jika persentasenya bertambah saat dicas dan jika penurunan persentasenya normal saat digunakan, maka baterai berhasil dipasang. Namun, tak semua orang mau melakukan pergantian mandiri. Kalau takut mengganti secara mandiri kamu bisa membawa laptop ke tempat servis, biarkan teknisi yang mengganti baterai, dan bayar jasanya.

4. Hal yang harus diperhatikan saat ganti baterai laptop

ilustrasi baterai laptop (unsplash.com/Panos Sakalakis)

Laman InPost menerangkan bahwa kamu harus memperhatikan merek baterai sebelum menggantinya. Untuk kualitas terbaik gunakan baterai original dari merek laptop milikmu. Jika bujet tipis, kamu bisa menggunakan baterai OEM atau non-original. Namun, pastikan kamu membeli baterai dari merek yang berkualitas, terpercaya, dan sudah teruji oleh banyak orang. Jika asal beli justru laptop bisa bermasalah.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah spesifikasi dari baterai itu sendiri, mulai dari voltase hingga kapasitasnya. Pastikan kamu menggunakan baterai baru yang spesifikasinya serupa (atau sama) dengan baterai lama agar performanya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Selain itu, belilah baterai dengan garansi yang jelas agar bisa melakukan klaim jika terjadi kerusakan di kemudian hari.

Semua laptop pasti akan mengalami pergantian baterai. Agar baterai tidak sering diganti kamu bisa melakukan beberapa hal, seperti menghindari overheat, rawat laptop dengan baik, dan pastikan baterai tidak mengalami trauma fisik seperti gesekan, pukulan, atau benturan. Jika semuanya dilakukan baterai bisa lebih awet, daya tahannya terus optimal, dan pergantian bisa diminimalisir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article