Laptop yang awalnya terasa sat-set bisa lama-kelamaan menjadi lemot. Proses di laptop yang lelet bisa terasa saat melakukan berbagai aktivitas, seperti membuka aplikasi yang membutuhkan waktu lebih lama, permainan terasa tersendat, atau laptop membutuhkan waktu cukup lama saat dinyalakan. Kondisi ini tentu mengganggu, terutama jika kamu sering menggunakan PC atau laptop untuk bekerja, mengedit video, atau bermain game.
5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Laptop atau PC Cepat Lemot

Panas berlebih akibat tugas berat atau ventilasi terhalang membuat sistem menurunkan kecepatan prosesor demi mencegah kerusakan, sehingga performa laptop atau PC melambat.
Penyimpanan yang hampir penuh menghambat sistem membuat cache dan file sementara, sementara bloatware di latar belakang terus menguras sumber daya, internet, serta baterai.
Menunda pembaruan sistem dan driver dapat membuat kinerja tidak optimal, sedangkan restart saat komputer mulai lambat membantu menyegarkan sistem dan menangani penggunaan memori aplikasi.
Namun, komputer yang lemot tidak selalu disebabkan oleh spesifikasi yang kurang tinggi. Kebiasaan sehari-hari, seperti membiarkan terlalu banyak aplikasi berjalan atau jarang membersihkan komputer, bisa menjadi pemicunya. Nah, agar perangkatmu bisa kembali ngebut, mari kita bahas beberapa kebiasaan buruk yang bikin laptop atau PC cepat lemot. Hindari mulai dari sekarang!
1. Membiarkan laptop terlalu panas

ilustrasi pakai laptop (Pexel.com/MART PRODUCTION) Kebiasaan menggunakan PC dalam waktu lama tanpa memperhatikan suhu juga perlu dihindari. Menjalankan tugas yang berat, seperti gaming atau editing di komputer, bisa meningkatkan suhu komponen. Suhu komputer yang panas akan menyebabkan penurunan kinerja. Mengutip halaman resmi Dell, kinerja komputer menjadi lemot karena penurunan kecepatan prosesor untuk mengatasi masalah suhu panas tersebut.
Suhu yang panas berlebihan juga bisa terjadi karena ventilasi udara yang buruk. Menggunakan laptop di atas kasur atau meletakkan CPU PC di sudut sempit akan membuat ventilasi yang tidak baik. Kebiasaan ini akan menghalangi sirkulasi udara, membuat panas terjebak di dalam, dan menyebabkan suhu perangkat keras meningkat secara drastis (overheating). Intel menjelaskan bahwa jika suhu prosesor (CPU) terlalu tinggi, sistem termal akan secara otomatis memicu penurunan frekuensi kinerja komputer tersebut untuk menghindari kerusakan.
2. Membiarkan penyimpanan hampir penuh

ilustrasi penyimpanan laptop (unsplash.com/Alexey Demidov) Banyak pengguna yang hobi menyimpan file berukuran besar seperti film, game, dan ribuan foto hingga kapasitas penyimpanan hampir menyentuh batas maksimal. Padahal, sistem operasi komputer membutuhkan setidaknya ruang kosong yang cukup untuk bekerja, membuat cache, dan menjalankan file-file sementara agar bisa bekerja dengan normal.
Jika penyimpanan sudah berwarna merah atau hampir penuh, komputermu akan kesulitan melakukan tugas-tugas dasar dan menjadi sangat lambat. Menurut para ahli keamanan di Malwarebytes, sebuah hard drive yang penuh bisa menyebabkan komputer menjadi lambat secara signifikan. Oleh karena itu, membebaskan ruang dapat membantu PC-mu berjalan lebih baik.
3. Membiarkan aplikasi bloatware berjalan di latar belakang

ilustrasi sedang menggunakan PC (Pexels.com/Mikhail Nilov) Membeli PC atau laptop baru biasanya membuat perangkat tersebut sudah terisi dengan berbagai aplikasi bawaan pabrik yang sering disebut sebagai bloatware. Masalahnya, banyak dari aplikasi ini diam-diam berjalan di latar belakang sejak komputer pertama kali dinyalakan tanpa disadari penggunanya.
Aktivitas yang tidak terlihat ini secara terus-menerus memakan sumber daya sistem, menggunakan koneksi internet, menguras baterai dan membuat perangkat terasa lambat. Berdasarkan ulasan dari MakeUseOf, membuang aplikasi bloatware adalah salah satu cara paling aman untuk membuat PC kamu berjalan cepat kembali.
4. Jarang memperbarui sistem dan driver

ilustrasi menggunakan komputer (Pexels.com/Gustavo Fring) Sebagian pengguna sengaja menunda pembaruan (update) sistem operasi atau aplikasi karena khawatir prosesnya memakan waktu atau mengganggu aktivitas. Penundaan update sistem operasi tersebut bisa membuat performa laptop kamu tidak optimal dan rentan terhadap berbagai masalah sistem. Padahal, pembaruan tersebut dapat membawa perbaikan serta peningkatan kinerja pada komputer. Pembaruan Windows dan pembaruan driver opsional terkadang menyediakan perbaikan yang dapat membantu kinerja pada perangkat.
5. Tidak pernah me-restart PC selama berhari-hari

ilustrasi pakai laptop (Pexels.com/Startup Stock Photos) Kepraktisan fitur Sleep atau Hibernate di PC membuat banyak pengguna memilih untuk tidak mematikan komputernya. Padahal, membiarkan komputer menyala selama berhari-hari tanpa melakukan restart terkadang dapat membuat sistem kurang responsif. Beberapa aplikasi bisa mengalami masalah penggunaan memori selama digunakan dalam waktu lama, sehingga memulai ulang komputer dapat membantu menyegarkan kembali sistem. Membiarkan komputer menyala terlalu lama tanpa melakukan restart tidak selalu menyebabkan penurunan kinerja. Namun, jika komputer mulai terasa lambat, memulai ulang sistem bisa menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengatasinya.
Menjaga komputer tetap lancar tidak selalu harus dilakukan dengan membeli komponen baru. Kamu bisa memulainya dengan memahami serta menghindari kebiasaan buruk yang bikin laptop atau PC cepat lemot. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi sejumlah penyebab umum komputer yang berjalan lambat.
























