Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa ASUS Tak Lagi Merilis HP Entry-Level sejak 2018?

Asus ROG Phone 9 FE
Asus ROG Phone 9 FE (asus.com)
Intinya sih...
  • Restrukturisasi bisnis smartphone pada 2018
  • Persaingan ketat di segmen entry-level
  • Fokus pada lini flagship dan perangkat gaming premium
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini beredar kabar bahwa ASUS tidak akan lagi merilis smartphone baru. Seperti dilansir TechRadar pada Senin (06/01/2026), ASUS telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan meluncurkan smartphone baru pada 2026. Model smartphone tersebut termasuk seri Zenfone dan ROG Phone yang selama ini dinanti oleh konsumen global.

Sejumlah laporan menyebut bahwa unit bisnis smartphone ASUS tidak lagi memproduksi perangkat baru setelah Desember 2025. Berbicara tentang ASUS di industri smartphone memang cukup menarik. Sejak akhir 2018, mereka berfokus pada segmen flagship dan gaming. Padahal, ASUS pernah merilis berbagai HP entry level dan mid-range seperti Zenfone Max. Lantas, kenapa ASUS tak pernah lagi merilis smartphone entry level sejak akhir 2018?

1. Restrukturisasi bisnis smartphone pada 2018

Asus Zenfone 10
Asus Zenfone 10 (asus.com)

Pada akhir 2018, ASUS melakukan restrukturisasi besar terhadap unit bisnis smartphone yang berdampak signifikan pada arah produknya. Langkah ini memfokuskan perusahaan pada segmen perangkat premium, terutama seri ROG Phone yang menyasar gamer. Setelah itu, produksi smartphone entry level yang biasanya bersaing di pasar harga rendah tidak lagi menjadi prioritas utama.

ASUS lebih memilih mengalokasikan sumber daya pada perangkat yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi. Hal ini berarti smartphone kelas bawah seperti yang banyak dihadirkan sebelum 2018 tidak lagi dikembangkan. Kondisi pasar yang berubah cepat juga menuntut efisiensi. ASUS memutuskan untuk meninggalkan segmen yang sangat kompetitif demi fokus pada inovasi yang lebih menguntungkan.

2. Persaingan ketat di segmen entry-level

ROG Phone 9
ROG Phone 9 (asus.com)

Segmen entry level dikenal sebagai pasar yang sangat padat dengan banyak pemain, terutama merek asal China. ASUS kesulitan bersaing dengan para kompetitor seperti Xiaomi, Realme, dan OPPO yang memiliki skala produksi lebih besar. Selain itu, profit margin di kelas bawah sangat tipis, sehingga volume penjualannya harus sangat besar untuk memberikan keuntungan layak.

Bagi perusahaan yang mengejar profit, ini menjadi alasan kuat untuk menjauh dari kompetisi entry level. ASUS lebih memilih fokus pada segmen flagship di mana harga jualnya lebih tinggi. Keputusan ASUS ini membuat margin keuntungan lebih menjanjikan.

3. Fokus pada lini flagship dan perangkat gaming premium

potret ROG Phone 9 Pro
potret ROG Phone 9 Pro (asus.com)

Setelah restrukturisasi, ASUS memperkuat portofolio smartphone premium seperti seri Zenfone dan lini gaming ROG Phone. Seri tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang mencari performa tinggi. Meski pasar premium lebih kecil dibanding entry level, smartphone flagship memberi peluang margin keuntungan lebih besar. Strategi ASUS ini memberi peluang untuk bersaing berdasarkan nilai produk. Namun, fokus ke segmen premium juga membuat ASUS semakin jauh dari pasar entry level yang volumenya besar. Oleh karena itu, tidak ada lagi HP murah baru dari ASUS yang muncul sejak akhir 2018.

4. Mencari profit lebih besar lewat divisi smartphone

ilustrasi bermain game dengan ROG Phone 9
ilustrasi bermain game dengan ROG Phone 9 (asus.com)

Selama bertahun-tahun, unit smartphone ASUS mengalami kesulitan mencapai profit konsisten dibandingkan dengan divisi PC. ASUS memilih mempersempit fokus daripada mempertahankan lini produk yang kurang menguntungkan. Strategi ini membantu ASUS mengelola sumber daya agar lebih efisien guna berfokus pada produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

5. Asus juga tidak akan merilis smartphone baru pada 2026

ROG Phone 9 Pro
ROG Phone 9 Pro (asus.com)

Baru-baru ini, ASUS mengumumkan tidak akan merilis model smartphone baru sepanjang 2026. Kabar ini menimbulkan spekulasi bahwa ASUS juga akan keluar dari bisnis smartphone untuk seri Zenfone dan ROG. ASUS menegaskan akan terus memberi dukungan purna jual dan pembaruan perangkat yang sudah beredar. Meski begitu, belum ada kepastian apakah ASUS akan berhenti sepenuhnya di industri smartphone. Sebab, ASUS bisa saja kembali merilis HP baru setelah 2026.

Kesimpulannya, alasan ASUS tidak lagi meluncurkan HP entry level sejak 2018 merupakan bagian dari strategi bisnis. Pertanyaannya, apakah setelah 2026 ASUS akan membuat kejutan dengan meluncurkan smartphone terjangkau seperti sebelum 2018?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

Elon Musk Tak Bisa Lepas Tangan dari Konten Nonkonsensual Grok

17 Jan 2026, 18:02 WIBTech