Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa HP Bisa Terbakar saat Tethering? Jangan Abaikan Overheat!
ilustrasi hp terbakar (vecteezy.com/Panumas Nikhomkhai)
  • Tethering berkepanjangan membuat HP terus mengirim data, meningkatkan suhu perangkat dan risiko overheat yang dapat memicu kebakaran.
  • Beban tinggi pada baterai lithium dan prosesor dapat merusak sel, memicu korsleting internal, baterai mengembang, bocor, hingga terbakar atau meledak.
  • Casing tebal dan penggunaan tanpa jeda menghambat pelepasan panas, mempercepat kerusakan komponen serta isolasi rangkaian listrik; pengguna perlu mengecek suhu dan mengistirahatkan HP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tethering menjadi solusi praktis saat tidak ada koneksi WiFi. Fitur ini membagikan internet dari HP ke perangkat lain. Cukup aktifkan hotspot, laptop, tablet, atau HP lain bisa langsung terhubung. Namun, di balik kepraktisan itu ada risiko yang sering diabaikan pengguna.

Penggunaan tethering dalam waktu lama bisa menimbulkan masalah serius. Panas berlebih muncul perlahan tanpa disadari karena HP terus bekerja mengirim data. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat memicu risiko terbakar. Kenapa bisa begitu?

1. Panas berlebih memicu kerusakan sel baterai lithium

ilustrasi tethering hp (magnific.com/user18526052)

Saat tethering aktif, baterai bekerja jauh lebih keras dari biasanya karena harus terus memasok daya untuk mengirim sinyal internet. Arus listrik yang mengalir terus-menerus tanpa jeda membuat suhu baterai meningkat secara perlahan namun pasti. Panas yang menumpuk dalam waktu lama perlahan merusak struktur sel dan lapisan pelindung di dalam baterai.

Sel baterai yang sudah rusak bisa mengalami korsleting internal yang sulit dideteksi dari luar. Korsleting ini kemudian memicu reaksi kimia berantai yang menghasilkan panas ekstrem dan gas bertekanan tinggi. Akibatnya, baterai dapat mengembang, bocor, hingga akhirnya terbakar atau meledak.

2. Tethering membebani kinerja prosesor dan baterai

ilustrasi tethering hp (magnific.com/katemangostar)

Prosesor harus bekerja ekstra keras saat mengirim dan menerima data internet secara terus-menerus ke perangkat lain. Beban kerja yang tinggi ini, mengutip situs resmi Samsung, membuat komponen internal menghasilkan panas dalam jumlah yang jauh lebih besar. Ventilasi HP yang buruk atau tertutup casing tebal akan memperparah kondisi tersebut karena panas tidak bisa keluar.

Panas berlebih yang terus-menerus mempercepat penuaan komponen elektronik di dalam HP. Komponen yang menua menjadi rentan mengalami kegagalan fungsi dan kerusakan permanen. Kegagalan inilah yang bisa berujung pada korsleting dan kebakaran pada perangkat.

3. Penggunaan terus menerus mempercepat kerusakan komponen internal HP

ilustrasi hp terbakar (vecteezy.com/hafizh Ardi)

Tethering sepanjang hari tanpa jeda sama sekali memberi tekanan besar pada seluruh komponen internal HP. HP tidak sempat mendinginkan diri dengan optimal karena terus dipaksa bekerja dalam suhu tinggi. Suhu tinggi yang bertahan lama membuat komponen di dalamnya bekerja di luar batas aman.

Suhu ekstrem ini, menyadur Yahoo Tech, merusak lapisan isolasi pada rangkaian listrik di dalam HP. Kerusakan pada lapisan isolasi meningkatkan risiko terjadinya hubungan pendek antar komponen. Hubungan pendek itulah yang menjadi pemicu utama kebakaran pada HP saat tethering.

Yang jelas, tethering tetap aman asal HP tidak dibiarkan overheat. Rutin cek suhu dan istirahatkan HP kalau sudah mulai hangat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article