Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Razer Phone Gagal? HP Gaming Pertama yang Tak Mampu Bertahan

Razer Phone
Razer Phone (theverge.com/Amelia Holowaty Krales)
Intinya sih...
  • Razer Phone mengalami masalah software seperti restart tiba-tiba dan touchscreen tak responsif.
  • Meskipun menggunakan material premium, Razer Phone kurang nyaman digunakan karena desainnya yang kurang ergonomis.
  • Banyak pengguna mengeluhkan masalah charger dan isi ulang daya yang fatal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medio 2017 meluncur HP gaming pertama yang menghebohkan di zamannya, yaitu Razer Phone. Usung spesifikasi monster, seperti layar IGZO IPS 120Hz, bentang 5,7 inci, resolusi QHD, baterai 4000 mAh, dan chipset Snapdragon 835, seharusnya Razer Phone menjadi HP gaming yang sukses di masa itu. Sayangnya realitas berkata lain.

Razer Phone gagal total di pasaran karena terus mendapat ulasan buruk dari banyak media. Mencoba berbenah dengan merilis Razer Phone 2 pada 2018, HP tersebut kembali gagal. Akhirnya, Razer Phone menyerah dan produksinya berhenti setelah merilis seri kedua. Namun, kenapa Razer Phone gagal? Mari kupas tuntas semua penyebabnya di artikel berikut!

1. Software tidak optimal

Razer Phone
Razer Phone (razer.com)

Salah satu concern utama dari Razer Phone adalah terkait software atau sistem. Di berbagai forum, banyak pengguna yang mengeluhkan kalau Razor Phone mereka mengalami banyak masalah software, seperti Bluetooth tidak menyala, HP mengalami restart secara tiba-tiba, toucscreen tak bisa digunakan, hingga aplikasi Game Booster bermasalah. Meski sudah mendapat update software semua masalah tersebut tak bisa diatasi semuanya. Parahnya lagi Razer Phone tidak memiliki update software yang panjang. Semua masalah tersebut akhirnya membuat Razer Phone ditinggalkan.

2. Build quaility yang buruk

Razer Phone
Razer Phone (theverge.com/Amelia Holowaty Krales)

Sebenarnya material yang digunakan Razor Phone sangat premium. Layarnya dilapisi Corning Gorilla Glass 3 yang merupakan kaca terkuat saat itu. Frame dan back doornya juga mewah dengan material alumunium. Namun, bagian lain terasa kurang maksimal. Meski sudah dilapisi dengan material premium, HP ini tidak memiliki ketahanan air atau sertifikasi apa pun. Bodinya terlalu besar, desainnya mengotak, dan sudutnya tajam. Alhasil, Razer Phone kurang nyaman digenggam karena sudut dan sisinya akan menusuk tangan. Dengan kata lain, bentuknya memang sangar tetapi kurang ergonomis.

3. Masalah pengecasan

Razer Phone
Razer Phone (theverge.com/Amelia Holowaty Krale)

Di forum resmi Razer, banyak pengguna yang mengeluhkan terkait masalah charger atau isi ulang daya. Terkadang perangkat akan tiba-tiba berhenti mengecas di tengah momen pengisian ulang. Ada juga pengguna yang menyatakan kalau HP mereka sama sekali tidak bisa mengecas, entah itu menggunakan kabel atau wireless charging. Kemudian, ada juga pengguna yang menjelaskan kalau HP Razor mereka tak akan mengecas kecuali di-restart terlebih dahulu. Masalah ini sangat fatal dan terjadi di semua model, entah Razor Phone atau Razor Phone 2. Kerusakan port dan masalah software bisa menjadi penyebabnya.

4. Kualitas kamera yang hancur

Razer Phone
Razer Phone (theverge.com/Amelia Holowaty Krales)

Razor Phone dilengkapi tiga buah kamera, yaitu telephoto 12 MP dengan 2 kali pembesaran optikal, lensa utama 12 MP, dan selfie 8 MP. Sejatinya HP gaming memang menganaktirikan kualitas kamera. Namun, Razor Phone berada di kelas yang berbeda. Menurut laman Android Central kamera Razer Phone merupakan kekacauan yang panas. Untuk harga yang saat itu di atas rata-rata, kualitas kameranya boleh dibilang cukup buruk. Dynamic range sempit, tidak ada stabilisasi, detailnya minim, bahkan di siang hari HP ini tak bisa memberikan foto yang dapat diterima. Tak cuma itu, bahkan kameranya sering tidak responsif dan tak mau terbuka.

5. Tak mampu bersaing dengan HP lain

Razer Phone
Razer Phone (androidauthority.com)

Kegagalan Razor Phone tak hanya dipicu oleh masalah internal. Faktor eksternal seperti persaingan juga menjadi salah satu faktornya. Razor Phone memang digadang-gadang jadi HP gaming luar biasa. Namun, HP flagship pada masa itu sudah sangat powerful dan bisa memberikan lebih banyak keunggulan. Dilansir Nasdaq, Razer Phone yang ingin mengincar segmentasi sempit (segmen gaming) tak bisa memanfaatkannya dengan baik dan akhirnya kalah saing. Ditambah lagi mulai muncul HP gaming lain seperti Xiaomi Blackshark dan ROG Phone yang kualitasnya melebih Razer Phone.

Gagalnya Razor Phone menjadi bukti bahwa menjadi yang pertama belum tentu akan sukses. Justru, yang pertama akan penuh dengan eksperimen, kegagalan, dan terkesan setengah-setengah. Razor Phone memang gagal total saat dirilis di zamannya. Namun, kilas balik terkait kenapa Razor Phone gagal bisa memberikan insight mendalam mengenai bagaimana industri HP bertransformasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

5 Pihak yang Terdampak Krisis RAM, Bukan Cuma Konsumen

11 Jan 2026, 20:58 WIBTech