Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
teknisi servis HP
ilustrasi teknisi servis HP (freepik.com/tonodiaz)

Intinya sih...

  • Air merupakan musuh utama perangkat elektronik, memicu korsleting listrik dan korosi pada jalur sirkuit.

  • Kelembapan tinggi meningkatkan risiko bagi HP, menyebabkan kondensasi di dalam perangkat dan menurunkan performa.

  • Kebiasaan memperbaiki sendiri yang menunda solusi tepat, fluktuasi listrik, dan cuaca ekstrem juga berkontribusi pada kerusakan HP.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan sering kali menjadi masa paling sibuk bagi para jasa servis HP. Lonjakan permintaan perbaikan ini bukan terjadi tanpa sebab. Banyak pengguna mengalami HP mereka tidak lagi berfungsi normal setelah terkena air hujan atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang tidak biasa. Gejala seperti layar berkabut, suara speaker terganggu, hingga perangkat yang mati total menjadi keluhan yang paling sering ditemui.

Kondisi tersebut membuat jumlah kunjungan ke tempat servis maupun pusat perbaikan meningkat signifikan dibandingkan saat musim kemarau. Tidak hanya dipicu oleh faktor lingkungan, cara penggunaan dan penanganan HP di tengah cuaca hujan juga berperan besar terhadap risiko kerusakan. Oleh karena itu, tak sedikit pemilik HP yang akhirnya mengandalkan jasa servis agar perangkat mereka dapat kembali berfungsi seperti semula. Berikut beberapa alasan mengapa layanan servis HP selalu ramai saat musim hujan.

1. Air merupakan musuh utama perangkat elektronik

ilustrasi smartphone terendam air atau terkena tetesan air (unsplash.com/Khiet Tam)

Air merupakan salah satu ancaman terbesar bagi perangkat elektronik, termasuk smartphone. Mengutip Galaxy Techno, masuknya air ke dalam smartphone dapat memicu terjadinya korsleting listrik (short circuit) antar komponen. Saat cairan menyebar di dalam perangkat, arus listrik bisa mengalir melalui jalur yang keliru, sehingga merusak komponen vital seperti layar, IC, maupun konektor baterai. Inilah sebab utama mengapa banyak smartphone langsung mengalami gangguan fungsi setelah terkena hujan atau cairan.

Tidak hanya menimbulkan kerusakan seketika, paparan air juga dapat memicu masalah jangka panjang. Sisa cairan yang tertinggal di dalam smartphone berisiko menyebabkan korosi pada jalur sirkuit dan konektor logam. Akibatnya, performa perangkat dapat menurun hingga akhirnya membutuhkan penanganan teknisi.

2. Kelembapan tinggi meningkatkan risiko bagi HP

ilustrasi silica gel (pixabay.com/benchtalks)

Tidak hanya air hujan, tingkat kelembaban udara yang tinggi juga dapat membahayakan HP. Mengutip Cyborg Services, kelembapan (humidity) merujuk pada jumlah uap air yang terkandung di udara. Saat musim hujan, tingkat kelembaban biasanya meningkat drastis akibat curah hujan yang terus-menerus. Kondisi ini menciptakan lingkungan di mana partikel air melayang di udara dan berpotensi mengganggu kinerja perangkat elektronik.

Udara yang lembap memungkinkan uap air masuk ke dalam HP melalui celah-celah kecil yang tidak terlihat. Akibatnya, dapat terjadi kondensasi atau pengembunan di bagian dalam perangkat, meskipun bagian luarnya tampak kering. Sebagai contoh, HP yang dibiarkan semalaman di ruangan lembap bisa tiba-tiba tidak menyala keesokan harinya atau justru bekerja secara tidak normal. Hal tersebut umumnya disebabkan oleh kerusakan internal akibat paparan kelembaban.

Dampak kelembaban tinggi kerap tidak langsung terasa. Smartphone mungkin masih dapat digunakan, namun perlahan menunjukkan gangguan seperti layar buram, suara speaker sember, atau kualitas sinyal menurun. Kondisi inilah yang sering membuat pengguna terlambat menyadari sumber masalahnya. Untuk mencegah risiko tersebut, situs Carlcare merekomendasikan beberapa langkah sederhana berikut:

  • Simpan perangkat di tempat yang kering dengan sirkulasi udara yang baik.

  • Gunakan silica gel di dalam tas atau laci penyimpanan untuk menyerap kelembapan.

  • Jika kamera atau layar terlihat berembun, biarkan HP berada di ruangan bersuhu normal hingga kondisinya kembali kering secara alami.

3. Kebiasaan memperbaiki sendiri yang menunda solusi tepat

ilustrasi perbaikan smartphone (unsplash.com/Joel Rohland)

Saat HP terkena hujan, tidak sedikit pengguna yang memilih mencoba menanganinya secara mandiri. Cara seperti menjemur HP, meniup bagian port, atau memasukkannya ke dalam beras masih kerap dipercaya sebagai solusi awal. Namun, metode tersebut tidak selalu mampu menghilangkan kelembaban yang terperangkap di dalam komponen. Bahkan, penanganan yang keliru justru berpotensi memperparah kerusakan perangkat.

Menunda membawa smartphone ke teknisi membuat air dan kelembaban bertahan lebih lama di dalam perangkat. Semakin lama kondisi ini dibiarkan, semakin besar pula risiko terjadinya korosi dan kerusakan permanen. Akibatnya, ketika HP mulai menunjukkan gangguan serius, tingkat kerusakannya sudah jauh lebih kompleks. Tak heran, banyak kasus akhirnya tetap berujung pada perbaikan di meja servis.

4. Fluktuasi listrik dan kondisi cuaca ekstrem

ilustrasi pengisian daya gadget menggunakan fitur fast charging (unsplash.com/Onur Binay)

Di sejumlah wilayah, musim hujan kerap dibarengi petir, pemadaman listrik, hingga lonjakan tegangan. Kondisi ini berisiko merusak komponen pengisian daya, adaptor, bahkan baterai smartphone. Akibatnya, berbagai masalah seperti HP tidak bisa diisi daya atau cepat panas pun sering terjadi.

Cuaca ekstrem juga mendorong penggunaan charger yang tidak stabil maupun sumber listrik darurat yang kurang aman. Situasi ini sering luput dari perhatian pengguna, padahal gangguan listrik termasuk salah satu penyebab kerusakan HP yang paling sering ditangani teknisi saat musim hujan. Tak heran, jumlah kunjungan ke pusat servis HP cenderung meningkat pada periode ini.

Sebagai langkah pencegahan, situs Carlcare menyarankan penggunaan stop kontak yang dilengkapi pelindung arus. Pengguna juga dianjurkan menghindari pengisian daya saat hujan disertai petir. Sementara itu, untuk perangkat penting seperti laptop, penggunaan stabilizer dinilai lebih aman.

5. Sinyal dan penggunaan yang makin intens

ilustrasi menggunakan smartphone (pexels.com/Mary Taylor)

Cuaca buruk saat musim hujan dapat memengaruhi kualitas jaringan seluler. Sinyal yang tidak stabil membuat smartphone bekerja lebih keras untuk mempertahankan koneksi. Kondisi ini meningkatkan konsumsi daya dan panas pada perangkat. Dalam jangka panjang, performa HP bisa menurun dan komponen tertentu menjadi lebih cepat aus.

Di sisi lain, musim hujan membuat orang lebih sering beraktivitas di dalam ruangan dan mengandalkan HP untuk hiburan maupun komunikasi. Intensitas penggunaan yang meningkat ini mempercepat munculnya masalah pada HP yang sebelumnya sudah terpapar kelembaban. Ketika gangguan mulai terasa, pengguna akhirnya membawa perangkat ke jasa servis.

6. Minimnya pengetahuan pengguna soal penanganan HP saat musim hujan

ilustrasi teknisi jasa servis HP (freepik.com/fxquadro)

Tidak semua pengguna paham akan langkah pencegahan yang tepat saat smartphone terkena air atau hujan. Banyak orang justru menunda penanganan dengan harapan perangkat akan kembali normal setelah kering sendiri atau menunggu waktu luang untuk membersihkannya secara mandiri. Padahal, paparan air dapat memicu korosi yang terus menyebar dari hari ke hari jika tidak segera ditangani, hingga akhirnya kerusakan terlanjur parah dan sulit diperbaiki tanpa bantuan profesional.

Minimnya pengetahuan tentang penanganan smartphone yang terkena air mendorong banyak pengguna membawa perangkat mereka ke jasa servis. Mereka berharap komponen penting seperti layar, port pengisian daya, hingga motherboard dapat dibersihkan dan diperbaiki oleh teknisi berpengalaman. Tak heran, saat musim hujan tiba, jumlah pelanggan di tukang servis HP maupun pusat layanan resmi cenderung meningkat secara signifikan.

Musim hujan memang tak hanya menghadirkan kondisi basah di lingkungan sekitar, tetapi juga meningkatkan risiko smartphone ikut terpapar air dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, mitigasi dan antisipasi perlu dilakukan sejak dini sebelum kerusakan berkembang lebih parah. Pengguna disarankan segera mematikan HP yang kehujanan, menjaga perangkat tetap kering, serta menghindari menyalakan atau mengisi daya dalam kondisi basah karena dapat memperburuk kerusakan. Melalui penanganan yang tepat dan kesadaran sejak awal, risiko kerusakan serius dapat dihindari, biaya servis dapat ditekan, dan usia pakai smartphone pun menjadi lebih panjang meski harus melewati musim hujan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team