Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Spesifikasi Smartphone yang Sebaiknya Dihindari pada 2026

ilustrasi smartphone Android
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/@adrien)
Intinya sih...
  • RAM kurang dari 4GB tidak mampu menjalankan aplikasi dengan lancar
  • Penyimpanan internal kurang dari 128GB akan cepat penuh dan menurunkan kinerja perangkat
  • Layar dengan refresh rate terlalu rendah membuat pengalaman navigasi terasa kaku dan mata cepat lelah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meskipun ada kenaikan harga RAM di pasar global, perkembangan smartphone pada 2026 diprediksi tidak akan terhambat. Persaingan pasar menuntut perangkat untuk memiliki standar performa lebih tinggi. Para konsumen tampaknya harus lebih teliti sebelum memutuskan untuk membeli smartphone baru.

Kesalahan memilih spesifikasi akan membuat HP cepat terasa lambat dan tertinggal. Aplikasi terbaru membutuhkan sumber daya perangkat keras jauh lebih besar. Untuk itu, berikut adalah lima spesifikasi smartphone yang sebaiknya kamu hindari pada 2026.

1. Smartphone dengan RAM kurang dari 4GB

ilustrasi smartphone Android
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/@rmrdnl)

Aplikasi smartphone masa kini mengonsumsi memori dalam jumlah besar. Kapasitas RAM kurang dari 4GB sudah tidak mampu lagi menjalankan berbagai tugas secara lancar. Jangankan membuka game, HP dengan memori terbatas bahkan sering mengalami hambatan saat menjalankan aplikasi media sosial.

Sistem operasi terbaru juga memerlukan ruang memori cukup luas agar stabil. RAM kecil akan memaksa sistem menutup aplikasi latar belakang secara mendadak. Sebaiknya, cari HP dengan RAM minimal 6GB untuk penggunaan harian. Jika anggaran belum mencukupi, maka RAM 4GB bisa jadi solusi.

2. Penyimpanan internal kurang dari 128GB

ilustrasi smartphone Android
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/@kommumikation)

Ukuran berkas aplikasi dan sistem operasi terus meningkat setiap tahunnya. Kapasitas penyimpanan 64GB akan penuh hanya dalam waktu beberapa bulan saja. MicroSD mungkin bisa jadi solusi untuk menyimpan berkas multimedia dan dokumen. Namun, aplikasi tetap tidak dapat dipasang di memori eksternal.

Ruang penyimpanan yang hampir penuh juga menurunkan kecepatan kinerja perangkat secara drastis. Proses pembaruan sistem biasanya gagal karena keterbatasan ruang kosong yang tersedia. Pastikan smartphone pilihanmu memiliki memori internal minimal sebesar 128GB.

3. Layar dengan refresh rate terlalu rendah

ilustrasi smartphone Android
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/@redaquamedia)

Standar visual pada 2026 sudah beralih sepenuhnya ke teknologi panel modern. Untungnya, hampir semua smartphone murah saat ini sudah menggunakan panel IPS dengan resolusi minimal HD+. Refresh rate minimum smartphone entry-level saat ini adalah 90Hz. Refresh rate terlalu rendah dapat memberikan pengalaman navigasi yang terasa kaku dan tidak mulus. Ini akan membuat mata lebih cepat lelah saat menatap layar dalam waktu lama.

4. Kapasitas baterai kurang dari 5.000mAh tanpa pengisian cepat

ilustrasi pengisian daya HP
ilustrasi pengisian daya HP (unsplash.com/@andreas_haslinger)

Kebutuhan daya smartphone meningkat seiring dengan penggunaan koneksi 5G. Baterai berkapasitas kecil tidak akan mampu bertahan selama satu hari penuh. Penggunanya akan terus bergantung pada ketersediaan stop kontak atau membawa power bank.

Teknologi pengisian daya yang lambat juga sangat membuang waktu produktivitas. Sebaiknya, hindari smartphone dengan kecepatan pengisian saya kurang dari 18W. HP modern saat ini umumnya memiliki fitur pengisian cepat minimal sebesar 33W. Hindari smartpjone yang membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk pengisian penuh.

5. Smartphone dengan chipset lawas yang performanya terlalu lambat

ilustrasi smartphone Android
ilustrasi smartphone Android (unsplash.com/@rmrdnl)

Teknologi kecerdasan buatan kini menjadi fitur standar pada hampir semua aplikasi terbaru. Chipset generasi lama tidak memiliki unit pemrosesan khusus untuk menangani tugas AI. Hal ini membuat fitur kamera dan asisten pintar bekerja sangat lambat.

Selain itu, hindari smartphone dengan prosesor yang sudah terlalu tua. Efisiensi daya pada chipset lama juga jauh lebih buruk daripada versi terbaru. Jika perlu, pilihlah smartphone dengan chipset yang sudah mendukung fitur kecerdasan buatan secara optimal.

Memilih smartphone pada 2026 sebenarnya bergantung pada kebutuhan dan anggaran. Namun, spesifikasi minimum tetap harus diperhatikan. Sebaiknya belilah smartphone baru rilisan tahun lalu, karena belum begitu terdampak oleh kenaikan harga RAM global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

Cara Pakai Workout Buddy pada Apple Watch dan iOS 26

27 Jan 2026, 16:58 WIBTech