Mengintip Huawei Campus, Kampus R&D Huawei Bernuansa Eropa di China

Ox Horn Campus Huawei di China menggabungkan arsitektur bergaya Eropa dengan pusat R&D, kantor, dan ruang pertemuan.
Kawasan seluas sekitar 1,4 juta meter persegi itu memiliki 12 bagian, trem, jembatan, dan perpustakaan untuk mendukung aktivitas pekerja.
Laboratorium audio dan Health Lab digunakan untuk menguji perangkat seperti TWS, smartphone, smartwatch, dan smartband dalam berbagai skenario.
Huawei punya cara yang tidak biasa dalam membangun pusat penelitian dan pengembangan produknya. Di kawasan Songshan Lake, Dongguan, China, perusahaan teknologi tersebut mendirikan Huawei Ox Horn Campus, kompleks R&D yang justru lebih mirip konsep kota di Eropa dibandingkan kawasan perkantoran perusahaan teknologi.
Huawei Ox Horn Campus pertama kali dibuka pada Juni 2018 dan berdiri di sisi selatan Songshan Lake dengan area sekitar 1,4 juta meter persegi. Kawasannya dibagi menjadi 12 bagian yang masing-masing mengambil inspirasi dari kota terkenal di Eropa, tetapi di balik arsitektur tersebut terdapat pusat R&D, kantor, dan ruang pertemuan yang digunakan untuk mendukung aktivitas para pekerja Huawei.
Penampilannya yang kontras dengan penampilan bangunan R&D pada umumnya itu justru menjadi salah satu bagian paling menarik ketika melihat Ox Horn Campus secara langsung. Bangunan bergaya Eropa, jembatan, trem, hingga perpustakaan menjadi wajah luarnya, sementara sejumlah fasilitas di dalam kawasan tersebut digunakan Huawei untuk mengembangkan teknologi mulai dari perangkat audio hingga wearable.
1. Seperti menemukan potongan Eropa di China

Huawei Ox Horn Campus (IDN Times/Fatkhur Rozi) Kesan pertama Ox Horn Campus memang sulit dilepaskan dari arsitekturnya. Huawei membagi kawasan tersebut menjadi 12 bagian yang mengambil inspirasi dari berbagai kota di Eropa, membuat perpindahan dari satu area ke area lainnya menawarkan karakter arsitektur yang berbeda.
Konsep tersebut bukan sekadar membuat kawasan R&D terlihat berbeda dari kompleks perkantoran pada umumnya. Huawei menjelaskan desain setiap bagian terinspirasi dari bagaimana arsitektur Eropa menyesuaikan bangunan dengan lingkungan alami di sekitarnya, sementara ruang yang dibangun tetap memiliki fungsi untuk bekerja sekaligus memberikan tempat bagi karyawan untuk beristirahat dari tekanan pekerjaan.
Nuansa itu juga dirasakan pengunjung yang pernah datang ke kawasan tersebut. Kompleksnya digambarkan seperti menemukan bagian kecil Eropa di tengah China, bahkan beberapa bangunannya sekilas memberikan kesan seperti lokasi yang keluar dari film fantasi.
2. Ada trem untuk berpindah di dalam kampus

Huawei Ox Horn Campus (IDN Times/Fatkhur Rozi) Ukuran kawasan yang luas membuat mobilitas menjadi bagian penting dari Ox Horn Campus. Huawei menyediakan trem yang dapat digunakan untuk berpindah dari satu sektor ke sektor lainnya, sehingga pekerja tidak harus selalu mengandalkan kendaraan pribadi ketika beraktivitas di dalam kompleks.
Jembatan juga menghubungkan sejumlah bagian kawasan dan memberikan alternatif untuk berpindah tanpa menggunakan trem. Kombinasi tersebut membuat Ox Horn Campus terasa lebih menyerupai kawasan kota kecil dibandingkan sebuah kompleks perkantoran yang hanya terdiri dari beberapa gedung.
Konsep 12 bagian yang berbeda juga membuat perjalanan di dalam kampus menjadi bagian dari pengalaman tersendiri. Namun, fungsi utamanya tetap berkaitan dengan aktivitas Huawei karena setiap area menjadi bagian dari ekosistem kerja yang berisi pusat R&D, ruang kantor, hingga ruang pertemuan.
3. Di bawah bangunan bergaya Eropa ada laboratorium audio
Arsitektur bergaya Eropa hanya menjadi bagian yang terlihat dari luar. Salah satu fasilitas yang berada di Ox Horn Campus justru membawa pengunjung menuju area bawah tanah yang digunakan Huawei untuk melakukan penelitian dan pengembangan perangkat audio. Di sini pengalaman kami lebih terbatas lantaran tidak boleh memotret dan merekam.
Di fasilitas tersebut, sejumlah TWS dan smartphone digunakan dalam proses pengujian yang sudah banyak mengandalkan sistem otomatis. Perangkat terhubung dengan mesin pengujian, sementara tim pengembang dapat memantau proses tersebut melalui komputer tanpa harus terus memantau setiap tahap pengujian secara manual.
Huawei juga memiliki ruangan khusus untuk mengembangkan teknologi Active Noise Cancellation atau ANC. Ruangan kedap suara tersebut dilengkapi sejumlah speaker yang dapat menghasilkan simulasi kebisingan seperti yang ditemui di ruang publik, sehingga kemampuan ANC pada perangkat audio dapat diuji dalam berbagai kondisi suara.
4. Smartwatch diuji seperti perangkat milik atlet

Huawei Ox Horn Campus (IDN Times/Fatkhur Rozi) Pengembangan produk wearable Huawei dilakukan dengan pendekatan yang berbeda lagi. Health Lab menyediakan berbagai fasilitas olahraga untuk menguji perangkat dalam skenario aktivitas fisik, mulai dari badminton, berenang, gym, angkat beban, panjat, berlari, golf, hingga simulasi ski.
Kolam renangnya juga dirancang agar kondisi pengujian dapat diatur melalui komputer. Arus dan gelombang dapat disesuaikan untuk membuat skenario penggunaan yang berbeda, memberikan Huawei ruang untuk mengamati bagaimana perangkat wearable bekerja ketika digunakan dalam aktivitas olahraga air.
Semua fasilitas olahraga yang serba lengkap tersebut dibuat untuk menunjang proses pengembangan produk Huawei, termasuk smartwatch dan smartband.
5. Perpustakaan menjadi bagian lain dari ekosistem R&D

Huawei Ox Horn Campus (IDN Times/Fatkhur Rozi) Tidak semua fasilitas pendukung penelitian Huawei berbentuk laboratorium. Sanyapo Library menjadi salah satu bagian lain dari kawasan tersebut, dengan koleksi sekitar 110 ribu buku yang mencakup topik teknologi, AI, hingga sejarah dunia.
Perpustakaan tersebut tidak dibuka untuk publik karena ditujukan bagi pekerja Huawei dan keluarga mereka. Karyawan dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk mencari referensi maupun meminjam koleksi buku, membuat perpustakaan menjadi bagian dari lingkungan yang disediakan untuk menunjang aktivitas mereka.
Desainnya masih mempertahankan pendekatan arsitektur bergaya Eropa yang menjadi karakter Campus secara keseluruhan. Pengunjung lain yang datang ke Huawei Dongguan Campus bahkan menggambarkan perpustakaannya memiliki ruang besar berbentuk oval dengan struktur empat lantai, kubah, dan interior yang memberikan kesan seperti perpaduan arena dengan gedung opera.
6. Ox Horn Campus memperlihatkan sisi lain proses membuat gadget

Huawei Ox Horn Campus (IDN Times/Fatkhur Rozi) Berkunjung ke Huawei Campus memberikan gambaran bahwa perjalanan sebuah perangkat sebelum sampai ke tangan konsumen jauh lebih panjang daripada yang terlihat saat produk tersebut akhirnya diluncurkan. TWS perlu melalui pengujian berulang, ANC diuji menggunakan simulasi kebisingan, sementara smartwatch dibawa ke berbagai skenario olahraga untuk menguji kemampuan sensornya.
Semua aktivitas tersebut berlangsung di lingkungan yang dari luar justru jauh dari gambaran laboratorium teknologi konvensional. Huawei menggabungkan pusat R&D dan ruang kerja dengan arsitektur bergaya Eropa, ruang terbuka, sistem transportasi internal, hingga fasilitas pendukung yang dirancang menjadi bagian dari kehidupan pekerjanya.
Ox Horn Campus pada akhirnya bukan menarik hanya karena bentuk bangunannya menyerupai kota-kota Eropa. Bagian yang lebih penting justru berada di balik bangunan tersebut, tempat pengujian dan penelitian dilakukan sebelum teknologi yang dikembangkan Huawei akhirnya hadir dalam bentuk perangkat yang digunakan konsumen.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















