Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sejauh Mana Koneksi Smartwatch Berperan dalam Mencatat Langkah Kaki?

ilustrasi pencatatan data langkah kaki pada smartwatch
ilustrasi pencatatan data langkah kaki pada smartwatch (unsplash.com/Debagni Sarkhel)
Intinya sih...
  • Smartwatch menggunakan sensor internal seperti akselerometer dan giroskop untuk merekam langkah kaki pengguna secara mandiri tanpa koneksi eksternal.
  • Pencatatan langkah pada smartwatch tidak sepenuhnya 100% akurat, namun tetap dapat beroperasi secara offline dan disinkronkan dengan smartphone untuk analisis data lebih rinci.
  • Akurasi pencatatan langkah pada smartwatch dapat dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari yang bukan merupakan berjalan, serta posisi dan kekencangan pemakaian perangkat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pihak keluarga kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, menangkap secercah harapan dalam proses pencarian. Mengutip IDN Times Sulsel, Selasa (20/1/2025), harapan itu muncul setelah smartwatch milik Farhan diklaim masih merekam aktivitas langkah kaki sejak pagi hingga malam di kawasan hutan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berdasarkan informasi keluarga, HP Farhan masih terhubung langsung dengan smartwatch tersebut.

Meski pesawat yang ditumpangi Farhan telah dinyatakan jatuh pada Sabtu siang, 17 Januari 2026, data pada smartwatch justru menunjukkan jumlah langkah yang terus bertambah. Hingga saat ini, perangkat tersebut mencatat lebih dari 13 ribu langkah. Penambahan angka itu disebut terus terjadi hingga hari ketiga sejak Farhan berada di kawasan hutan sehingga keluarga berharap upaya pencarian dapat dilakukan secara lebih intensif.

Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan telah menindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi dan evaluasi di lapangan. Hingga kini masih belum ditemukan bukti fisik yang dapat memastikan keberadaan Farhan. Tim SAR juga belum mendapati suara, isyarat, maupun tanda lain yang dapat mengonfirmasi data pergerakan smartwatch sebagai bukti kehidupan korban. Seluruh data aktivitas dari perangkat tersebut masih dalam tahap analisis lebih lanjut.

Berkaca dari hal tersebut, muncul pertanyaan soal sejauh mana hubungan antara smartwatch dan HP memengaruhi pencatatan langkah kaki? Untuk memahami hal tersebut, penting mengetahui cara kerja sensor dan algoritma pada smartwatch, yang pada dasarnya mampu merekam pergerakan secara mandiri tanpa selalu bergantung pada koneksi eksternal seperti Bluetooth atau GPS. Penjelasan lengkap mengenai mekanisme ini akan dibahas dalam artikel berikut!

1. Bagaimana cara kerja smartwatch dalam mencatat langkah kaki pengguna?

ilustrasi smartwatch
ilustrasi smartwatch (unsplash.com/Omar Ramadan)

Pada prinsipnya, smartwatch menghitung jumlah langkah yakni mengandalkan sensor internal seperti akselerometer dan giroskop. Kedua sensor ini bekerja mendeteksi pergerakan dalam tiga sumbu (X, Y, dan Z) untuk mengenali pola gerak pengguna. Mengutip Arato Watch, saat seseorang berjalan maka akselerometer menangkap gerakan naik turun tubuh dan ayunan lengan yang terjadi secara berulang dan relatif konsisten. Pola tersebut kemudian diproses oleh algoritma perangkat untuk diidentifikasi sebagai aktivitas berjalan. Smartwatch tetap mampu merekam langkah meskipun tidak terhubung ke smartphone atau jaringan internet dalam jangka waktu tertentu. Hal ini karena proses pencatatan dilakukan langsung di perangkat.

Meski demikian, pencatatan langkah pada smartwatch tidak sepenuhnya 100 persen akurat. Tingkat ketepatannya bisa jadi berbeda antar perangkat yang mana bergantung pada kualitas sensor dan algoritma pengolahan data yang digunakan. Penelitian yang dilakukan Wellness Pulse pada 2025 menganalisis tiga parameter utama yang umum diukur oleh pelacak kebugaran, yaitu pengeluaran energi (kalori terbakar), detak jantung, dan jumlah langkah. Hasilnya menunjukkan bahwa akurasi penghitungan langkah berada pada kategori sedang dengan tingkat ketepatan sekitar 68,75 persen.

2. Peran koneksi smartwatch dengan HP dalam pelacakan lokasi

ilustrasi pelacakan GPS
ilustrasi pelacakan GPS (unsplash.com/Egor Myznik)

Masih dalam sumber yang sama, Dr. Emily Harper, seorang peneliti teknologi perangkat wearable dari TechHealth Institute menjelaskan bahwa smartwatch modern yang dibekali akselerometer dan giroskop mampu mencatat jumlah langkah secara mandiri tanpa harus terkoneksi ke HP. Sensor tersebut merekam data gerakan secara real-time sehingga perangkat tetap dapat menghitung langkah meski tidak ada koneksi aktif ke smartphone.

Pada umumnya, penghitungan langkah pada smartwatch dirancang untuk beroperasi secara otonom. Pengguna tetap bisa memantau aktivitas fisik langsung dari layar jam bahkan saat HP tidak berada di dekat perangkat atau dalam kondisi nonaktif. Koneksi ke smartphone baru dibutuhkan pada tahap sinkronisasi yakni menyimpan, menampilkan, dan menganalisis data aktivitas secara lebih rinci melalui aplikasi pendamping.

Meski pencatatan langkah dapat berjalan secara offline, sinkronisasi ke HP tetap berperan penting. Proses ini memungkinkan pengguna melihat riwayat aktivitas, tren kebugaran, keterkaitan data langkah, dan indikator kesehatan lain. Smartwatch mampu menyimpan data langkah selama digunakan lalu mengirimkannya ke aplikasi di HP saat koneksi kembali tersedia. Ketika perangkat tersambung ulang, catatan aktivitas akan diperbarui secara otomatis. Artinya, pencatatan langkah tidak sepenuhnya bergantung pada koneksi aktif karena sensor internal sudah merekam data sejak awal.

Namun, terhubungnya smartwatch ke smartphone yang memiliki GPS dapat memberi konteks tambahan untuk pelacakan koordinat geografis terakhir. Data lokasi biasanya menunjukkan posisi terakhir saat perangkat terhubung atau ketika GPS aktif. Meski begitu, data digital tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan adanya tanda kehidupan. Informasi dari perangkat wearable berfungsi sebagai data pendukung yang memperkaya analisis, bukan sebagai pengganti verifikasi fisik maupun temuan langsung di lapangan.

3. Pencatatan data langkah kaki harus ditafsirkan secara hati-hati

ilustrasi pencatatan data pada smartwatch
ilustrasi pencatatan data pada smartwatch (unsplash.com/Umut Tülüoğlu)

Akurasi pencatatan langkah pada smartwatch juga memiliki keterbatasan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai jenis gerakan yang bukan merupakan aktivitas sebenarnya. Mengutip Alibaba, jumlah langkah bisa meningkat secara tidak wajar setelah melakukan aktivitas sehari-hari seperti memotong sayuran, mencuci piring, atau bahkan saat berkendara. Gerakan-gerakan ini memiliki ritme yang menyerupai ayunan kaki saat berjalan sehingga dapat terbaca sebagai langkah oleh algoritma yang belum cukup canggih.

Beberapa perangkat smartwatch juga belum memiliki kesadaran kontekstual yakni kemampuan untuk mengaitkan data gerak dengan indikator lain seperti detak jantung, GPS, atau giroskop guna memastikan bahwa pergerakan tersebut benar-benar mencerminkan aktivitas berjalan. Selain jenis aktivitas, posisi dan tingkat kekencangan pemakaian smartwatch turut memengaruhi akurasi sensor. Smartwatch yang dikenakan terlalu longgar dapat bergerak sendiri sehingga memicu sinyal gerak palsu. Sebaliknya, jika dipakai terlalu tinggi mendekati siku atau terlalu rendah hingga ke tangan maka pola ayunan saat berjalan bisa tidak tertangkap dengan tepat oleh sensor sehingga pencatatan data langkah menjadi kurang akurat.

Dalam konteks pencarian korban pesawat, data langkah dari smartwatch perlu diposisikan sebagai indikator awal yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut, bukan sebagai bukti pasti terkait keberadaan atau kondisi korban. Diperlukan analisis mendalam yang dikombinasikan dengan data pendukung lain, termasuk temuan tim SAR di lapangan, sebelum menyimpulkan apakah pergerakan tersebut mencerminkan aktivitas nyata atau sekadar artefak teknis dari sensor perangkat. Pendekatan komprehensif yang menggabungkan analisis data digital dan pencarian fisik di medan operasi menjadi kunci untuk memperoleh gambaran situasi yang lebih akurat. Harapan keluarga kini bergantung pada hasil analisis dan upaya pencarian yang masih terus dilakukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

6 Game Ikonis Karya Vince Zampella, Bawa Perubahan di Industri Game!

20 Jan 2026, 23:04 WIBTech