Snapdragon 8 Gen 5 vs Exynos 2600, Mending Pilih Mana?

- Snapdragon 8 Gen 5 dengan fabrikasi 3nm, CPU Qualcomm Oryon, dan GPU Adreno unggul dalam performa mentah dan gaming stabil.
- Exynos 2600 menggunakan fabrikasi 2nm, CPU deca core Arm v9.3, dan GPU Xclipse 960 untuk AI generatif yang lebih kuat.
- Snapdragon 8 Gen 5 cocok untuk gamer hardcore dan pengguna berat, sementara Exynos 2600 menawarkan kekuatan AI generatif masa depan.
Tahun 2026 menjadi momen menarik bagi dunia chipset smartphone flagship. Sebab, Qualcomm dan Samsung baru saja menghadirkan inovasi besar lewat chipset terbarunya, yakni Snapdragon 8 Gen 5 dan Exynos 2600. Keduanya tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga membawa pendekatan teknologi yang berbeda dalam hal fabrikasi, AI, grafis, hingga efisiensi daya.
Jika kamu sedang mengincar HP flagship 2026, memahami karakter kedua chipset ini tentu menjadi sangat penting. Snapdragon 8 Gen 5 hadir dengan fabrikasi 3nm dan fokus pada stabilitas performa serta ekosistem gaming yang matang. Sementara Exynos 2600 mencetak sejarah sebagai chipset smartphone pertama dengan fabrikasi 2nm yang menjanjikan efisiensi dan performa AI lebih agresif. Di sinilah pertanyaan umum kembali muncul, mending pilih Snapdragon 8 Gen 5 atau Exynos 2600? Cari tahu dalam ulasan perbandingan Snapdragon 8 Gen 5 vs Exynos 2600 berikut.
1. Arsitektur CPU dan teknologi fabrikasi, 3nm vs 2nm

Snapdragon 8 Gen 5 dibangun dengan proses 3nm dan mengusung CPU Qualcomm Oryon kustom. Konfigurasinya terdiri dari 2 core prime berkecepatan hingga 3,8 GHz dan 6 core performance 3,32 GHz. Qualcomm mengklaim peningkatan performa CPU mencapai 36 persen, efisiensi daya 42 persen, serta penghematan daya SoC hingga 13 persen dibanding Snapdragon 8 Gen 3.
Di sisi lain, Exynos 2600 menggunakan proses GAA 2nm buatan Samsung Foundry yang sekaligus pertama di dunia untuk chipset smartphone. CPU nya berkonfigurasi deca core berbasis Arm v9.3, terdiri dari 1 core C1 Ultra 3,8 GHz, 3 core C1-Pro 3,25 GHz, dan 6 core C1-Pro 2,75 GHz. Berkat arsitektur baru ini, Samsung mengklaim lonjakan performa CPU hingga 39 persen dibanding Exynos 2500. Secara di atas kertas, fabrikasi 2nm milik Exynos 2600 memberi keuntungan dalam konsumsi daya yang lebih rendah. Namun, Snapdragon 8 Gen 5 tetap unggul dalam konsistensi performa berkat desain CPU Oryon yang sudah teruji di berbagai skenario beban berat.
2. GPU dan gaming, Adreno vs Xclipse 960

Untuk urusan grafis, Snapdragon 8 Gen 5 mengandalkan GPU Adreno generasi terbaru dengan peningkatan performa 11 persen dan efisiensi daya 28 persen. Fitur seperti mesh shading, suto variable rate shading (VRS), dan Snapdragon Elite gaming membuat performanya sangat stabil untuk game berat dengan frame rate tinggi. Kombinasi ini menjadikan Snapdragon 8 Gen 5 unggul dalam menjaga keseimbangan antara kinerja dan konsumsi daya.
Sementara itu, Exynos 2600 membawa GPU Xclipse 960 yang diklaim Samsung mampu dua kali lebih kencang dibanding pendahulunya. Tak hanya menghadirkan peningkatan ray tracing mencapai 50 persen, chipset ini juga dilengkapi teknologi Exynos neural super sampling (ENSS) guna meningkatkan resolusi dan menghasilkan frame tambahan berbasis AI. Dalam skenario gaming, Snapdragon 8 Gen 5 masih terasa lebih aman. Namun untuk kamu yang ingin merasakan teknologi grafis agresif, Exynos 2600 menawarkan potensi visual lebih impresif.
3. AI dan NPU, keunggulan Exynos dalam generatif AI

Snapdragon 8 Gen 5 membawa NPU Hexagon dengan performa 46 persen lebih cepat dibandingkan pendahulunya. Dukungan AI multimodal, Qualcomm sensing hub, serta aktivasi AI berbasis gestur makin membuat pengalaman AI terasa lebih personal dan responsif. Dari apa yang ditawarkan, chipset ini tergolong kuat untuk asisten AI, fotografi berbasis AI, hingga pemrosesan bahasa secara lokal.
Di sisi lain, Exynos 2600 melangkah lebih jauh dengan peningkatan performa AI hingga 113 persen. NPU nya dirancang untuk menjalankan model generatif AI yang lebih besar langsung di perangkat. Ditambah lagi, Samsung menyematkan keamanan post quantum cryptography berbasis hardware, menjadikannya salah satu chipset paling siap menghadapi tantangan keamanan masa depan. Untuk kamu yang peduli dengan AI on device dan masa depan komputasi generatif, Exynos 2600 terlihat lebih visioner.
4. Kamera dan multimedia

Soal fotografi, Snapdragon 8 Gen 5 dibekali ISP spectra triple 20-bit yang mendukung kamera hingga 320MP, perekaman video 4K@120fps, serta kemampuan playback 8K@60fps. Supaya perekaman video di kondisi minim cahaya tetap terlihat tajam, chipset ini sudah mendukung fitur night vision 3.0. Ada pula Snapdragon audio sense yang juga turut memastikan kualitas audio video terdengar lebih jernih dan profesional tanpa perlu perangkat tambahan.
Sedangkan Exynos 2600 tak kalah gahar berkat dukungan kamera hingga 320MP yang dipadukan bersama teknologi visual perception system (VPS) berbasis AI. Dukungan deep learning video noise reduction (DVNR) serta codec APV membuat detail warna video terlihat lebih presisi dan natural. Untuk fotografi malam hari dan pengenalan objek secara real time, spesifikasi Exynos 2600 terasa sangat menjanjikan.
5. Efisiensi daya, manajemen termal, dan hasil Benchmark

Snapdragon 8 Gen 5 menawarkan efisiensi daya tinggi berkat fabrikasi 3nm dan penghematan daya hingga 13 persen. Hal ini membuat performanya stabil dan cocok untuk penggunaan jangka panjang. Sedangkan Exynos 2600 membawa inovasi heat path block (HPB) yang menurunkan resistansi termal hingga 16 persen. Ini memungkinkan panas dibuang lebih cepat sehingga performa tinggi bisa dipertahankan lebih lama, terutama saat gaming atau AI processing berat.
Hasil pengujian AnTuTu 10 menunjukkan:
Chipset | Jumlah poin |
|---|---|
Snapdragon 8 Gen 5 | 2.969.231 |
Exynos 2600 | 2.825.908 |
6. Mending pilih mana?

Angka ini menegaskan bahwa Snapdragon 8 Gen 5 masih unggul dalam performa mentah. Selisih sekitar 140 ribu poin menunjukkan keunggulan Qualcomm dalam optimasi performa keseluruhan. Meskipun, Exynos 2600 tetap lebih baik di sisi teknologi fabrikasi dan AI.
Berdasarkan ulasan perbandingan Snapdragon 8 Gen 5 vs Exynos 2600, kalau kamu menginginkan chipset dengan performa mentah tinggi, kestabilan gaming, dan ekosistem paling matang, maka Snapdragon 8 Gen 5 adalah pilihan aman. Ia cocok untuk gamer hardcore, pengguna berat, atau siapa saja yang mengutamakan kestabilan performa. Namun, jika kamu lebih tertarik pada chipset flagship 2026 yang punya kekuatan AI generatif, maka Exynos 2600 adalah opsi sangat menggoda. Chip ini terasa seperti gambaran masa depan smartphone, terutama untuk fotografi AI, AI assistant, dan gaming berbasis ray tracing.


















