ilustrasi foto mode potrait (unsplash.com/I ch)
Fitur mode Portrait pada smartphone modern menjadi solusi praktis untuk menciptakan latar belakang blur tanpa perlu kamera profesional. Efek bokeh yang dihasilkan membantu objek utama tampil lebih menonjol dan terpisah dari latar belakang. Menurut Instant Backdrops, efek semacam ini kerap digunakan dalam fotografi makanan profesional untuk meningkatkan fokus visual. Hasilnya, foto terlihat lebih bersih, fokus, dan memberi kesan elegan.
Seperti dikutip dari VOI, fotografer profesional Tim Clinch membagikan sejumlah tips memotret makanan menggunakan mode Portrait. Hampir semua smartphone kini memiliki fitur ini, meski penamaannya bisa berbeda, seperti Aperture atau Live Focus. Mode tersebut dirancang menghasilkan efek bidang dangkal agar foto terlihat lebih profesional. Namun, fitur ini bekerja paling optimal ketika objek memiliki garis tepi yang jelas.
Clinch juga mengingatkan pengguna agar lebih berhati-hati saat memotret objek tertentu. Benda transparan seperti gelas atau wadah kaca sering menjadi tantangan bagi sistem kamera smartphone. Mode Portrait terkadang kesulitan membaca tepi objek, sehingga menghasilkan buram yang tidak wajar atau bahkan membuat bagian objek tampak menghilang. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas visual foto secara keseluruhan.
Meski demikian, mode Portrait tetap menjadi andalan jika digunakan secara tepat. Pengguna disarankan selalu mengecek hasil foto sebelum menyimpannya, terutama saat memotret makanan memakai properti tambahan. Pengaturan yang sesuai memungkinkan mode ini menghadirkan tampilan foto takjil yang tampak lebih eksklusif. Bahkan hanya bermodal smartphone, foto makanan bisa terlihat lebih menarik dan bernilai visual tinggi.