Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Sensor Kamera 200MP yang akan Meramaikan Smartphone 2026

sensor Samsung ISOCELL HP2
sensor Samsung ISOCELL HP2 (semiconductor.samsung.com)
Intinya sih...
  • Samsung ISOCELL HP5 menjadi sensor kamera paling merakyat di 2026, digunakan oleh berbagai smartphone dari kelas mid range hingga flagship.
  • Samsung HPB eksklusif untuk HP vivo, dikembangkan khusus untuk Vivo X300 series dengan konfigurasi kamera berbeda antara varian Reguler dan Pro.
  • OmniVision OV52A akan digunakan pada kamera smartphone mid range, dibuat menggunakan proses 40nm dan memiliki ukuran 1/2,8 inci untuk efisiensi daya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun 2026 diprediksi menjadi era baru bagi fotografi smartphone. Jika beberapa tahun ke belakang kamera 108MP dianggap sudah "overkill", kini pabrikan smartphone perlahan melangkah lebih jauh melalui adopsi sensor kamera 200MP yang semakin masif. Menariknya, sensor resolusi super tinggi ini tidak lagi eksklusif untuk smartphone flagship, tetapi sudah mulai merambah ke kategori mid-range.

Sejumlah produsen sensor besar ternama, seperti Samsung, Sony, dan OmniVision telah menyiapkan portofolio sensor kamera 200MP yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Mulai dari sensor serba guna untuk smartphone mid-range hingga sensor premium berteknologi stacked CMOS dan AI on-sensor untuk flagship, sensor kamera 200MP apa saja yang akan meramaikan pasa smartphone 2026? Berikut daftarnya!

1. Samsung ISOCELL HP5 menjadi sensor kamera paling merakyat di 2026

Samsung ISOCELL HP5
Samsung ISOCELL HP5 (semiconductor.samsung.com)

Samsung ISOCELL HP5 menjadi salah satu sensor 200MP yang paling luas adopsinya memasuki 2026. Sensor ini pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2025 dan langsung digunakan oleh berbagai smartphone, mulai dari kelas mid-range hingga flagship. ISOCELL HP5 dipilih karena fleksibilitas penggunaannya. Berikut adalah smartphone yang akan memakai Samsung ISOCELL HP5:

  • vivo V60e
  • vivo Y500 Pro
  • iQOO Z11 Turbo
  • OPPO Reno 15, OPPO Reno 15 Pro, OPPO Reno 15 Pro Max
  • realme GT 8 Pro, realme 16 Pro, realme 16 Pro+

Pada smartphone mid-range, sensor ini umumnya dipasangkan kamera ultrawide standar. Sementara di kelas smartphone flagship, ISOCELL HP5 hadir bersama kamera ultrawide dan telefoto yang lebih mumpuni. Karakter tersebut membuat HP5 menjadi solusi aman bagi banyak merek yang ingin menghadirkan kamera 200MP tanpa biaya produksi setinggi sensor flagship murni.

2. Samsung HPB yang eksklusif untuk HP vivo

arsitektur Samsung HPB
arsitektur Samsung HPB (semiconductor.samsung.com)

Berbeda dari ISOCELL HP5 yang bersifat umum, Samsung HPB merupakan sensor 200MP kustom berbasis ISOCELL HP9 yang dikembangkan khusus untuk vivo. Hingga saat ini, sensor tersebut hanya digunakan oleh seri vivo X300 yang mana masing-masing membawa konfigurasi kamera berbeda antara varian Reguler dan Pro. Inilah contoh smartphone yang memakai HPB atau varian kustomnya:

  • vivo X300
  • vivo X300 Pro
  • vivo X300 Ultra (rumor)
  • vivo X300s (rumor)

Ke depannya, Samsung HPB diperkirakan akan tetap eksklusif untuk vivo. Sensor ini menargetkan kualitas imaging kelas flagship, baik sebagai kamera utama maupun periscope telephoto. Eksklusivitas ini juga menjadi strategi vivo untuk membedakan kemampuan kameranya dari kompetitor yang memakai sensor 200MP “pasaran”.

3. OmniVIsion OV52A akan digunakan pada kamera smartphone mid range

HUAWEI seri Pura
HUAWEI seri Pura (consumer.huawei.com)

OmniVision OV52A menjadi salah satu sensor 200MP paling menarik di 2026. Sensor ini dikabarkan dibuat menggunakan proses 40nm dan memiliki ukuran 1/2,8 inci. Meski ukurannya tidak besar, OV52A dirancang untuk efisiensi daya. Tidak digunakannya teknologi AON (Alternating Optical Array) membuat konsumsi daya OV52A lebih rendah dibanding sensor flagship 50MP seperti OV50Q. Karena itu, sensor ini diprediksi akan banyak dipakai pada smartphone mid-range yang ingin menawarkan resolusi tinggi tanpa mengorbankan daya tahan baterai. Salah satu smartphone yang dirumorkan memakai OmniVision OV52A adalah OPPO Find X9 Ultra yang diaplikasikan pada kamera periskop telephoto.

Namun, laporan Huawei Central menyebutkan bahwa HUAWEI juga berencana menggunakan sensor kamera baru pada seri Pura 90. Lini ini disiapkan sebagai jajaran flagship pertama HUAWEI untuk 2026, sekaligus membawa sejumlah perubahan penting pada sektor imaging, termasuk distribusi sensor yang berbeda dari generasi sebelumnya. Bocoran dari leaker @DigitalChatStation melalui media sosial Weibo mengungkap bahwa HUAWEI tengah menguji sensor kamera dari dua produsen, yakni OmniVision dan SmartSens.

Meski HUAWEI sempat menggunakan sensor OmniVision pada beberapa generasi sebelumnya, arah strategi tersebut berubah pada seri Pura 80 tahun lalu ketika perusahaan mulai beralih ke sensor buatan SmartSens. Menurut sang tipster, unit engineering sample HUAWEI Pura 90 saat ini tengah menjalani tahap A/B testing. Fase ini bertujuan membandingkan dua atau lebih komponen hardware secara langsung untuk menilai performa terbaik berdasarkan kebutuhan dan target tertentu.

Dalam pengujian tersebut, HUAWEI disebut menguji sensor OmniVision OV52A berproses 40nm dan sensor SmartSens SCC80XS berbasis 22nm. Keduanya memiliki ukuran sensor yang sama. Hanya saja, sensor SmartSens diklaim menawarkan parameter perangkat keras yang lebih tinggi dibanding solusi OmniVision.

4. Sony LYT-901 untuk kebutuhan kamera flagship premium

Sony LYT-901
Sony LYT-901 (sony-semicon.com)

Sony tak mau ketinggalan dalam tren 200MP. Melalui sensor LYT-901, Sony membidik segmen flagship premium untuk mengadopsi sensor ini. Sony LYT-901 merupakan sensor stacked CMOS berukuran 1/1.12 inci dengan piksel 0,7µm.

Sensor ini mendukung Quad-Quad Bayer Coding, all-pixel autofocus, on-sensor AI remosaicing, dan kemampuan zoom in-sensor hingga 4×. Kombinasi ini memungkinkan hasil foto tetap tajam dan detail, bahkan tanpa terlalu bergantung pada kamera telefoto tambahan. Sensor ini diprediksi akan menjadi andalan smartphone flagship di 2026, terutama pada perangkat dengan fokus fotografi profesional. Contoh smartphone yang diperkirakan memakai LYT-901 antara lain sebagai berikut:

  • OPPO Find X9 Ultra (rumor) yang diposisikan sebagai kamera utama 200MP
  • vivo X300 Ultra (rumor) yang merupakan kombinasi Sony LYT-901 dan Samsung HPB

5. Sensor Samsung ISOCELL HP2 dan HP3 tidak banyak digunakan di 2026

Samsung ISOCELL HP3
Samsung ISOCELL HP3 (semiconductor.samsung.com)

Selain sensor-sensor terbaru, Samsung masih memiliki ISOCELL HP2 dan HP3. Namun, kedua sensor ini diperkirakan tidak akan banyak digunakan pada smartphone baru di 2026 karena mulai tergeser oleh solusi yang lebih efisien dan modern seperti HP5 dan versi HPE yang lebih baru. Beberapa perangkat yang memakai varian ini antara lain:

  • Samsung Galaxy Z TriFold (menggunakan ISOCELL HP2)
  • HONOR 500 (menggunakan ISOCELL HP3 atau varian sejenis)
  • HONOR 500 Pro (menggunakan ISOCELL HP3 atau varian sejenis)
  • HONOR Magic 8 Pro (menggunakan ISOCELL HP3 atau varian sejenis)

Sementara, Samsung HPE merupakan sensor 200MP yang dilaporkan berbasis pada ISOCELL HP3. Meski bukan sensor terbaru, HPE masih digunakan pada beberapa smartphone yang meluncur secara global pada 2026. Adapun contoh smartphone yang memakai Samsung HPE yakni Xiaomi 17 Ultra, Redmi Note 15 Pro, dan Redmi Note 15 Pro+

Menariknya, seri Redmi Note 15 Pro memiliki perbedaan spesifikasi antar wilayah. Versi global dibekali kamera utama 200MP berbasis Samsung HPE, sementara versi China justru menggunakan kamera utama 50MP. Strategi ini menunjukkan bagaimana produsen menyesuaikan spesifikasi kamera berdasarkan pasar yang dituju.

Tren sensor kamera 200MP di 2026 menunjukkan bahwa resolusi tinggi bukan lagi sekadar gimmick. Produsen kini lebih fokus pada efisiensi daya, pemrosesan AI, kemampuan zoom in-sensor, dan fleksibilitas penerapan di berbagai segmen harga. Beragamnya pilihan sensor 200MP sepanjang 2026 memberi keuntungan besar bagi konsumen. Artinya, kualitas fotografi smartphone pun semakin merata di semua segmen, sehingga tahun ini layak dipandang sebagai salah satu tonggak penting dalam evolusi kamera mobile.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

5 Fakta Menarik itel, Merek Asal Cina yang Selalu Menjual HP Murah

26 Jan 2026, 07:22 WIBTech