AE selalu berhasil membalikkan keadaan (youtube.com/MPL Indonesia)
Mereka dipertemukan pada awal Knockout Stage M7 berdasarkan hasil undian dari Ihsan Besari alias Luminaire, mantan pemain EVOS. AE memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas kekalahan mereka di final M7. Misi mereka sukses, AE berhasil menang 2-0 dari ONIC.
Pada game pertama, ONIC sebenarnya memimpin di early game. Namun, pemain AE menunjukkan sinergi luar biasa hingga berhasil memanfaatkan beberapa miskalkulasi dari ONIC tanpa ampun. Hal tersebut didukung dengan draft yang sangat kuat dari coach Xepher. Permainan mereka sangat rapat sehingga kesalahan sedikit saja dari ONIC bisa dieksploitasi dengan baik. Nino (Sora) menjadi inisiator luar biasa. Ia selalu fokus targeting Sanz (Kimmy) dan Skylar (Karrie) yang menjadi kunci late game ONIC. Game pertama diakhiri oleh AE dengan Triple Kill dari Arfy (Cici).
Game kedua berjalan lebih sengit. Mulai early game, Lutpiii (Alice) beramian agresif, memberikan 4 poin pada menit keenam. ONIC sebenarnya selalu memimpin, tetapi kesabaran dan disiplin inisiasi dari AE selalu membuat mereka berhasil mengejar ketertinggalan. Bahkan, mereka mengejar ketertinggalan 6 ribu gold. ONIC nyaris mengakhiri pertandingan pada menit ke-17, tetapi AE masih kuat bertahan. Pada akhirnya, dewi keberuntungan memihak AE. Mereka berhasil menang setelah menumbangkan tiga pemain ONIC saat kontes Lord pada menit ke-22. Serangan all-in AE tidak bisa dibendung Sanz (Zhuxin) dan Lutpiii.