Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Jam Latihan Atlet M7 World Championship? Simak Faktanya!

Boostgate Esports di ajang M7
Boostgate Esports di ajang M7 (instagram.com/mlbbesports_official)
Intinya sih...
  • Atlet M7 berlatih 6—8 jam per hari, lebih singkat dibandingkan cabang esports lainnya.
  • Atlet diharuskan menjalani pemanasan sebelum latihan dan drill mekanik selama 30—60 menit.
  • Latihan terlalu keras bisa berpengaruh buruk terhadap kesehatan, termasuk burnout dan cedera fisik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Moonton resmi menggelar M7, turnamen ketujuh dalam seri M World Championship, yang berlangsung mulai Sabtu (3/1/2026). Ajang kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) paling prestisius ini diadakan di Jakarta, Indonesia, dan dijadwalkan berakhir pada Minggu (25/1/2026). Kehadiran M7 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengakhiri puasa juara yang terakhir kali diraih di M1.

Untuk bersaing di turnamen sebesar M7, para atlet dituntut mengikuti latihan dengan jadwal yang ketat. Persiapan mereka tak hanya meliputi penguasaan hero, tetapi juga analisis terhadap strategi lawan. Lalu, berapa lama sebenarnya para atlet M7 menghabiskan waktu untuk berlatih?

1. Atlet M7 diperkirakan berlatih 6—8 jam per hari

ilustrasi bermain game
ilustrasi bermain game (pexels.com/Yan Krukau)

Masih banyak orang yang salah kaprah dengan menganggap esports tidak membutuhkan latihan. Anggapan ini muncul karena esports tidak menuntut aktivitas fisik seberat sepak bola atau basket. Padahal, para atlet esports juga harus menjalani latihan serius selama berjam-jam setiap harinya.

Hingga saat ini, belum ada data resmi mengenai durasi latihan para atlet M7. Meski begitu, sejumlah laporan menyebut bahwa atlet MLBB biasanya berlatih sekitar 6—8 jam per hari. Jika dibandingkan dengan atlet League of Legends (2009) yang berlatih 8—12 jam serta Dota 2 (2013) yang bisa mencapai 10—14 jam per hari menurut Spliced Online, durasi latihan atlet MLBB memang tergolong lebih singkat dibandingkan cabang esports lainnya.

2. Atlet diharuskan menjalani pemanasan sebelum latihan

ilustrasi pemanasan
ilustrasi pemanasan (pexels.com/Nathan Cowley)

Sesi latihan atlet MLBB tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Mereka diwajibkan melakukan pemanasan sebelum memulai latihan. Pemanasan ini mencakup peregangan berbagai anggota tubuh selama 8—12 menit, kemudian dilanjutkan dengan teknik pernapasan kotak (box breathing) selama 1—2 menit.

Setelah pemanasan, para atlet menekuni drill mekanik selama 30—60 menit yang berfokus pada ketepatan eksekusi skill, kecepatan refleks, serta aspek penguasaan mikro dan makro permainan. Sesi ini diteruskan dengan latihan tim (scrims) yang biasanya berlangsung sekitar 150—240 menit untuk mengasah koordinasi dan kekompakan tim. Durasi tiap sesi bervariasi antartim, tetapi pada dasarnya latihan terstruktur ini bertujuan menyiapkan para atlet agar lebih siap menghadapi turnamen esports penting, seperti M7.

3. Latihan terlalu keras bisa berpengaruh buruk terhadap kesehatan

ilustrasi lelah
ilustrasi kelelahan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Latihan intensif memang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan atlet esports, termasuk di skena MLBB. Namun, tanpa manajemen waktu dan istirahat yang cukup, kegiatan ini malah bisa menjadi bumerang. Alih-alih meningkatkan performa, latihan berlebihan berisiko menurunkan kualitas permainan sekaligus memicu masalah kesehatan, mulai dari burnout hingga cedera fisik.

Fakta ini diperkuat oleh studi dari National Library of Medicine berjudul "Burnout profiles among esports players: Associations with mental toughness and resilience." Penelitian ini menemukan bahwa sekitar 38,3 persen atau 4 dari 10 atlet esports berada dalam kategori high burnout risk yang ditandai dengan rendahnya rasa percaya diri, emosi yang tidak stabil, serta tingkat kelelahan yang tinggi. Temuan serupa juga muncul dalam penelitian mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang menunjukkan bahwa beberapa atlet MLBB di Jawa Timur mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, mata mudah lelah, dan jari tangan yang kerap kesemutan.

4. Seorang atlet esports harus siap menghadapi tekanan

ilustrasi lelah
ilustrasi orang setelah tidur yang kurang bersemangat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Belakangan ini, bidang esports menjadi salah satu opsi karier yang paling diminati, terutama di kalangan anak muda. Tanpa harus menjalani rutinitas kantor yang monoton, mereka bisa membangun karier hanya dengan bermain game dan mengikuti perlombaan. Tak sedikit atlet esports bahkan meraih penghasilan besar, popularitas yang meroket, serta kesempatan tampil di panggung internasional.

Namun, kenyamanan ini harus dibayar mahal karena profesi atlet esports membawa tuntutan yang tidak mudah. Mereka dituntut mampu beradaptasi dengan tekanan sekaligus jadwal latihan yang padat. Saat menghadapi turnamen berskala internasional seperti M7, tak jarang mereka harus mengurangi waktu istirahat karena perbedaan zona waktu yang berisiko menimbulkan kelelahan fisik dan mental.

5. Pola hidup sehat menjadi kunci bagi atlet M7

ilustrasi jogging
ilustrasi jogging (pexels.com/CARLOS PÉREZ ADSUAR ANTÓN)

Untuk meminimalisir risiko kesehatan, atlet M7 perlu menyeimbangkan porsi latihan dengan gaya hidup sehat. Hasil riset berjudul "Injury Prevention Strategy Training in Esports Players: A Holistic Approach to Physical and Mental Health" menekankan pentingnya kebiasaan menjaga postur tubuh yang benar saat bertanding di turnamen sekaligus menggunakan peralatan gaming yang ergonomis. Sejalan dengan riset tersebut, atlet esports juga dianjurkan untuk rutin berolahraga, seperti jogging, bersepeda, dan berenang.

Aspek mental juga tak kalah penting. Tekanan kompetisi, ekspetasi penggemar, hingga permintaan sponsor berpotensi memicu stres berkepanjangan bagi para atlet esports. Untuk mengatasinya, mereka disarankan melakukan relaksasi atau meditasi guna menurunkan tingkat kecemasan dan meredakan ketegangan.

Pada intinya, menjadi atlet yang siap bertanding di M7 memerlukan kedisplinan tinggi, kesiapan mental, serta kondisi fisik yang prima. Jika kamu bercita-cita meniti karier sebagai atlet MLBB, mulailah dengan menerapkan ketiga hal ini agar kemampuanmu berkembang dan siap bersaing di turnamen M World Championship di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

5 Rekomendasi Diskon Game Action di Steam Capcom New Year Sale 2026

10 Jan 2026, 16:54 WIBTech