- 3+ (untuk semua usia)
Apa Itu IGRS Komdigi yang Sedang Ramai di Kalangan Gamer?

- IGRS Komdigi jadi sorotan gamer Indonesia karena dianggap memberi rating usia yang tidak akurat pada beberapa game digital, memicu kritik terhadap Kementerian Komunikasi dan Digital.
- Sistem IGRS berfungsi mengklasifikasikan game berdasarkan konten seperti kekerasan, bahasa, dan unsur seksual untuk menentukan batas usia pemain agar pengalaman bermain lebih aman.
- Proses klasifikasi IGRS melibatkan pendaftaran developer, penilaian mandiri konten game, tinjauan oleh tim IGRS, hingga penerbitan sertifikat resmi setelah hasil disetujui.
Indonesia Game Rating System (IGRS) tengah menjadi sorotan di kalangan gamer Indonesia setelah muncul perdebatan terkait penerapannya di platform distribusi game digital seperti Steam. Kritik pun mengarah ke Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia karena sistem rating yang dinilai tidak akurat, bahkan memunculkan label usia yang janggal. Beberapa game dengan konten dewasa justru diberi rating untuk semua usia, sementara game populer lainnya dianggap tidak layak beredar di Indonesia.
Kondisi ini membuat banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana sebenarnya sistem ini bekerja. Sebenarnya apa itu IGRS Komdigi? IGRS adalah sistem klasifikasi usia game di Indonesia yang digunakan untuk menilai konten dan menentukan batas usia pemain agar lebih aman dan sesuai. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Table of Content
1. Apa itu IGRS Komdigi?
Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah sistem klasifikasi usia untuk permainan digital di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Sistem ini dibuat untuk memberikan informasi jelas kepada masyarakat tentang isi sebuah game sehingga pemain, terutama anak-anak, bisa memilih permainan yang sesuai dengan usia mereka. Dalam praktiknya, IGRS menilai berbagai aspek konten seperti kekerasan, bahasa, unsur seksual, horor, hingga simulasi perjudian, lalu menentukan batasan usia yang tepat untuk setiap game.
IGRS juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab. Melalui sistem ini, publisher game dapat mendaftarkan dan mengklasifikasikan produknya sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus memudahkan masyarakat mengajukan aduan atau konsultasi terkait konten game.
2. Klasifikasi usia IGRS Komdigi

Dalam sistem IGRS Komdigi, setiap game dikategorikan berdasarkan usia pemain agar lebih aman dan sesuai dengan tahap perkembangan. Penilaian ini didasarkan pada konten yang ada di dalam game, mulai dari kekerasan, bahasa, hingga fitur interaksi online. Berikut penjelasan tiap kategori usia yang perlu kamu pahami:
Kategori ini cocok untuk anak-anak karena kontennya sangat aman. Tidak ada unsur rokok, alkohol, narkoba, kekerasan, darah, maupun bahasa kasar. Selain itu, game juga tidak menampilkan adegan dewasa seperti ketelanjangan, pornografi, perjudian, atau horor, dan biasanya tidak memiliki fitur interaksi daring seperti chat.
- 7+ (untuk anak sekolah dasar)
Masih tergolong aman untuk anak-anak, tetapi sudah mulai mengandung elemen fantasi ringan. Meski begitu, game dalam kategori ini tetap tidak menampilkan kekerasan berlebihan, darah, atau konten sensitif seperti rokok, alkohol, dan bahasa kasar. Fitur komunikasi online juga belum tersedia.
- 13+ (untuk remaja awal)
Pada kategori ini, game mulai memperbolehkan adanya kekerasan ringan atau darah dalam bentuk animasi terbatas. Humor dewasa ringan juga bisa muncul, tetapi tanpa unsur seksual. Game tidak mengandung pornografi atau perjudian dan biasanya sudah memiliki fitur chat online dengan sistem filter bahasa.
- 15+ (untuk remaja menengah)
Game di kategori ini bisa menampilkan kekerasan animasi dengan intensitas sedang dan darah dalam batas tertentu. Interaksi online sudah tersedia dengan pengawasan atau filter. Humor dewasa juga mulai muncul, tetapi tetap tidak mengandung pornografi, ketelanjangan, atau horor ekstrem.
- 18+ (untuk dewasa)
Ini adalah kategori paling bebas dengan konten kompleks. Game dapat menampilkan rokok, alkohol, narkoba, serta kekerasan yang lebih intens seperti darah, mutilasi, atau kanibalisme. Selain itu, terdapat unsur horor yang lebih kuat, simulasi perjudian tanpa uang asli, dan fitur percakapan online tanpa batasan ketat.
3. Proses klasifikasi game IGRS
Agar setiap game yang beredar di Indonesia sesuai dengan usia pemain dan nilai budaya yang berlaku, IGRS menerapkan proses klasifikasi yang cukup terstruktur, tapi tetap mudah diikuti oleh developer atau publisher. Dilansir laman Komdigi, berikut langkah-langkah proses klasifikasi game di IGRS:
- Developer atau publisher perlu mendaftarkan akun terlebih dahulu melalui platform resmi IGRS
- Setelah akun aktif, developer diminta melakukan penilaian mandiri (self-assessment) terhadap game yang diajukan
- Tim IGRS akan meninjau data yang telah dikirimkan, termasuk konten dan jawaban kuesioner
- Jika merasa hasil klasifikasi kurang sesuai, bisa mengajukan banding
- Setelah proses selesai dan disetujui, developer dapat mengunduh sertifikat klasifikasi resmi.
Lewat penjelasan di atas, sekarang kamu sudah punya gambaran lebih jelas apa itu IGRS Komdigi dan bagaimana sistem ini bekerja dalam mengatur klasifikasi usia game. Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat, ya.
FAQ seputar apa itu IGRS Komdigi
| Apa itu IGRS Komdigi? | IGRS adalah sistem klasifikasi usia untuk game di Indonesia yang membantu menentukan apakah sebuah game sesuai untuk kelompok umur tertentu. |
| Siapa yang mengelola IGRS? | IGRS dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia sebagai bagian dari pengawasan konten digital. |
| Apakah semua game di Indonesia harus melalui IGRS? | Ya, game yang beredar di Indonesia perlu melalui proses klasifikasi agar memiliki label usia yang jelas. |

















