Evolusi Visual GTA dari Masa ke Masa, dari Pixel ke Fotorealistik!

- GTA bermula pada 1997 sebagai game piksel top-down era 2D Universe, lalu GTA 3 pada 2001 mengubahnya menjadi dunia open-world 3D dengan kamera bebas.
- GTA 4 memperkenalkan visual HD yang lebih realistis, bernuansa kelam dan sinematik melalui RAGE Engine serta teknologi Euphoria untuk animasi dan fisika.
- GTA 5 meningkatkan pencahayaan, tekstur, dan ekspresi karakter lintas generasi konsol; GTA 6 dijadwalkan rilis 19 November 2026 dengan visual fotorealistik untuk PS5 dan Xbox Series X|S.
Grand Theft Auto (GTA) merupakan mahakarya Rockstar Games yang dicintai oleh seluruh pemainnya. Bagaimana tidak, ia menghadirkan mekanisme open world bertema dunia kriminal kota metropolitan yang gak hanya imersif dan seru, tetapi juga relatable. Ngomong-ngomong, game terbarunya, GTA 6, akan segera dirilis pada 19 November 2026. Game tersebut bakal menghadirkan visual realistis.
GTA tidak selalu menghadirkan visual yang memukau. Bahkan, ia mengalami perjalanan transformasi visual yang bertahap selama kurang lebih tiga dekade. Tentu saja, perubahan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk perkembangan teknologi dan budget. Penasaran ingin tahu transformasi visual GTA dari awal hingga sekarang? Yuk, simak di bawah ini!
1. GTA debut sebagai game piksel dengan perspektif top-down

cuplikan gameplay GTA pertama (dok. Rockstar Games/GTA) Sebelum dikenal sebagai game open world dengan visual realistis, GTA debut sebagai game action-adventure dengan grafik piksel bergaya top-down. Game pertamanya, GTA (1997) memang memiliki fondasi open world yang sama, tetapi visualnya masih sangat sederhana. Sprite karakter masih minimalis dan layout jalanan dan gedung masih kurang bervariasi. Bahkan, rilisan pertama di MS-DOS menggunakan visual 8-Bit.
Dua tahun kemudian, Rockstar Games merilis GTA 2 (1999) dengan grafik piksel top-down yang sama, tetapi kualitasnya meningkat. Layout mulai bervariasi, jalanan, gedung, dan NPC lebih detail, serta ada efek bayangan. Kedua game ini, beserta paket ekspansi Grand Theft Auto: London (1999), akhirnya dikenal sebagai era 2D Universe. Meski visualnya sederhana, ia mewujudkan konsep utama dari GTA, yakni memberikan kebebasan kepada pemain untuk pergi ke mana saja.
2. Mulai GTA 3, visual GTA mengalami perubahan drastis menjadi low-poly 3D open world

cuplikan gameplay GTA 3 (dok. Rockstar Games/GTA 3) GTA 3 (2001) membawa waralaba ini ke era paling bersejarahnya, yakni pada masa kejayaan PlayStation 2 (PS2). Dengan dukungan teknologi konsol dan PC yang makin canggih, GTA akhirnya mengalami transformasi visual drastis dari 2D piksel dengan perspektif top-down, menjadi 3D open-world. Berbasis RenderWare Engine, Rockstar akhirnya dapat menciptakan dunia yang detail dan luas, serta kamera yang bebas dirotasi.
Formula yang dibuat di GTA 3 akhirnya disempurnakan oleh game-game GTA berikutnya. Selama beberapa tahun, terlahir beberapa GTA dalam format 3D yang akhirnya dikenal sebagai 3D Universe. Tiap gamenya menghadirkan grafik low-poly 3D tetapi memiliki keunikan tersendiri. Contohnya GTA: Vice City (2002) dan GTA: Vice City Stories (2006) yang visualnya terinspirasi dari film kriminal era 80-an, identik dengan warna cerah dan efek lampu neon. Lalu, ada GTA: San Andreas (2004) yang lebih fokus menghadirkan dunia yang lebih luas dan ekosistem yang variatif.
3. Visual GTA mengalami loncatan masif di GTA 4 dari segi kualitas, ia menghadirkan visual gritty sinematik

cuplikan gameplay GTA 4 (dok. Rockstar Games/GTA 4) Setelah era PlayStation 2, Rockstar Games akhirnya membawa GTA ke konsol penerus, PlayStation 3 dan Xbox 360. Tentu saja, kualitas visualnya meningkat dari low-poly 3D menjadi lebih realistis. Mereka beralih dari RenderWare Engine ke proprietary engine mereka, RAGE Engine. GTA 4 (2008) adalah hasilnya. Ia memadukan RAGE Engine dengan Euphoria, sebuah teknologi animasi dan simulasi fisika yang membuat GTA 4 terasa jauh lebih imersif. Game ini menjadi awal masuknya GTA ke era HD Universe.
Visualnya sendiri mengambil gaya gritty, kelam, dan sinematik, seperti pada film-film kriminal. Gaya visual unik GTA 4 berhasil menutupi kekurangan dari segi resolusi dan tekstur aset game yang sebenarnya belum maksimal. Selain itu, penerapan gaya fisika pada objek dan NPC secara realistis oleh Euphoria membuat game terasa sangat realistis dari segi gameplay. Itulah mengapa, meski visualnya tidak sebagus sekuelnya, GTA 4 masih banyak diminati.
4. GTA 5 memaksimalkan performa visual PS3, kemudian terus berevolusi untuk beberapa generasi konsol berikutnya

cuplikan gameplay GTA 5 (dok. Rockstar Games/GTA 5) Tidak butuh waktu lama bagi Rockstar Games untuk mengembangkan kualitas visualnya ke level berikutnya. Setelah 5 tahun sejak perilisan GTA 4, mereka akhirnya menelurkan game baru, GTA 5 (2013). Ia meninggalkan Euphoria demi gameplay yang lebih fast-paced seperti pada seri 3D Universe, namun, dibayar dengan kualitas visual yang jauh lebih baik. Tidak seperti GTA 4 dengan nuansa filter film, GTA 5 punya gaya visual yang lebih realistis dan natural. Mulai dari kecerahan, pencahayaan, hingga refleksi. Tekstur, variasi, dan resolusi untuk objek dan karakter juga sudah ditingkatkan, terutama pada ekspresi wajah karakter yang sudah sangat baik.
GTA 5 benar-benar memaksa performa PlayStation 3 ke batas paling tinggi. Setelah GTA 5, Rockstar Games memutuskan untuk break dari menggarap waralaba ini dan fokus pada game lain seperti Red Dead Redemption 2 (2018). Alhasil, GTA 5 dirilis ulang selama bertahun-tahun untuk beberapa generasi konsol setelahnya.
Setiap rilis ulang, GTA 5 selalu meningkatkan visualnya menjadi lebih baik. Misalnya, rilis ulang pertama di PlayStation 4, PC, dan Xbox One meningkatkan jarak pandang dan tekstur yang lebih detail. Begitu juga versi PlayStation 5 dan Xbox Series X|S yang dirilis pada 2022. Tak ayal, GTA 5 sebenarnya, memiliki fase evolusi visual sendiri yang layak diulik lebih dalam.
5. Setelah 13 tahun absen, hadirlah GTA 6 dengan visual fotorealistik yang memukau

cuplikan gameplay GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6) Setelah 13 tahun lamanya, Rockstar Games akhirnya menghidupkan kembali GTA dengan seri terbaru, GTA 6. Dengan selisih waktu lebih dari satu dekade, kualitas visualnya juga mengalami lonjakan drastis. Tidak seperti GTA 5 yang dirilis ulang dari konsol lawas, GTA 6 menjadi GTA pertama yang benar-benar dirancang untuk konsol next-gen.
Meski saat ini gamenya belum dirilis, trailer gameplay yang telah dipamerkan sudah memberikan jawaban soal kualitas visual game ini. GTA 6 punya kualitas visual yang fotorealistik. Ia terlihat sangat detail. Mulai dari mimik wajah karakter, efek-efek teknis, hingga gerakan protagonis dan NPC juga lebih luwes dan natural. Bahkan, kamu bisa melihat rambut wajah Jason Duval, sang protagonis.
Rockstar Games benar-benar menyempurnakan RAGE Engine selama absennya GTA baru selama 13 tahun. GTA 6 sendiri rencananya akan dirilis di PlayStation 5 dan Xbox Series X|S saja untuk sementara waktu. Kalau suatu saat ia menuju PC, kemungkinan spesifikasinya minimal sudah setara dengan PC high-end, sih!
Berawal dari piksel sederhana dengan sudut pandang mata burung, GTA berkembang pesat selama hampir tiga dekade. Kini, GTA 6 akan menghadirkan visual fotorealistik memukau yang bikin pemain serasa masuk ke dunia alternatif. Ngomong-ngomong, pada era mana kamu mengenal GTA, nih?
























