Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Final Fantasy dan 4 Game RPG Lain yang akan Dimatikan Oktober 2026
Final Fantasy VII Ever Crisis (dok. Square Enix)
  • Final Fantasy VII Ever Crisis menutup server pada 6 Oktober, membuat lore dan cerita originalnya tak lagi diakses lewat game setelah gagal mempertahankan momentum jangka panjang.

  • Looney Tunes: World of Mayhem berhenti beroperasi pada 15 Oktober setelah sekitar delapan tahun, sementara Never Ending Hero RPG ditutup sekitar 18–20 Oktober, kurang dari sebulan pascarilis.

  • Tower of Fantasy menghentikan dukungan PS4 pada 20 Oktober namun progres dapat dilanjutkan di PS5; Wings of the Universe juga dijadwalkan menutup server pada akhir Oktober.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Meski menyedihkan, salah satu hal yang tidak bisa dihindari dari sebuah game online adalah ketika server-nya dimatikan dan game tersebut berakhir tidak bisa dimainkan lagi. Dalam beberapa tahun terakhir, industri game telah menyaksikan banyaknya “kematian” game-game online seperti XDefiant, Rumbleverse, Knockout City dan Babylon’s Fall, untuk berbagai macam alasan. Kabar buruknya, Oktober 2026 juga akan menjadi saksi dari matinya beberapa game RPG, termasuk dari seri ternama seperti Final Fantasy. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. Final Fantasy VII Ever Crisis

Final Fantasy VII Ever Crisis (dok. Square Enix)

Final Fantasy VII Ever Crisis menjadi penutupan yang paling menyakitkan bagi banyak pemain. Game mobile garapan Square Enix ini dirancang sebagai proyek kompilasi yang membawakan berbagai bagian dari Final Fantasy VII, lengkap dengan sistem combat ATB (Active Time Battle), produksi yang mewah dan konten original, terutama cerita Sephiroth ketika ia masih muda. Sayangnya, sistem gacha yang tidak cocok untuk semua pemain, aspek grinding yang melelahkan dan penyajian cerita utama yang dianggap terlalu ringkas membuat game ini gagal mempertahankan momentum jangka panjang. Dengan fakta bahwa server-nya sudah dimatikan pada 6 Oktober kemarin, lore dan ceritanya jadi tidak bisa diakses kembali dalam bentuk game.

2. Looney Tunes: World of Mayhem

Looney Tunes: World of Mayhem merupakan game RPG paling tua di daftar ini, karena telah berjalan sekitar delapan tahun. Sebagai game squad-builder berbasis karakter Looney Tunes, game ini sempat menarik karena karena gameplay-nya mudah diakses bagi banyak pemain. Namun seiring berjalannya waktu, tambahan konten, mekanisme baru dan power creep mengubahnya menjadi game yang semakin sulit dinikmati, terutama dalam mode PvP. Scopely selaku studio yang mengembangkannya telah menarik peredaran game ini sejak Agustus lalu dan kini, Looney Tunes: World of Mayhem sudah tidak lagi bisa dimainkan karena server-nya sudah dimatikan pada 15 Oktober.

3. Tower of Fantasy

Tower of Fantasy (dok. Hotta Studio)

Berbeda dari kebanyakan game lain di daftar ini, Tower of Fantasy tidak sepenuhnya mati karena yang berakhir hanyalah dukungan untuk versi PS4 pada 20 Oktober. Studio pengembangannya yaitu Hotta mengatakan bahwa game open-world ini kini terlalu berat untuk dijalankan secara maksimal di konsol generasi lama seperti PS4, sehingga langkah itu pun akhirnya diambil. Kendati demikian, pemain PS4 tidak harus kehilangan semua waktu yang telah mereka investasikan untuk game ini karena mereka masih bisa melanjutkan petualangan di Tower of Fantasy versi PS5 selama masuk menggunakan akun yang sama. Game ini menjadi contoh langkah yang lebih baik dibandingkan penutupan server secara penuh, karena konten dan dunia game-nya masih bisa diakses, hanya saja melalui platform yang lebih baru.

4. Never Ending Hero RPG

Yang berikutnya cukup memprihatinkan di mana Never Ending Hero RPG hanya mampu bertahan dari kondisi “aman”, kurang dari satu bulan setelah dirilis. Game ini sebenarnya dirilis pada 25 Juni lalu secara eksklusif di PC, namun pada 20 Juli, Missroot mengumumkan bahwa server-nya akan dimatikan 90 hari lagi atau di sekitaran 18 hingga 20 Oktober. Kematian Never Ending Hero RPG tentu saja cukup mengejutkan mengingat game RPG ini mengusung gameplay idle yang kini sedang ramai-ramainya. Selain itu, keputusan untuk menjadikan game ini free-to-play ternyata juga tidak bisa menjauhkannya dari masalah seperti kesulitan mendapatkan pemain setia dan bombardir ulasan negatif.

5. Wings of the Universe

Wings of the Universe (dok. Lukas Tokar)

Meski sama-sama digarap oleh studio indie, Wings of the Universe masih memiliki riwayat atau perjalanan yang lebih panjang dibanding Never Ending Hero RPG. Namun, game ini terakhir kali mendapatkan update adalah pada Juli 2023 alias lebih dari tiga tahun yang lalu. Pengembang di balik game MMORPG ini yaitu Lukas Tokar menjelaskan bahwa upaya untuk melanjutkan pengembangannya lewat konten-konten baru gagal terwujud, sehingga ia akhirnya memutuskan untuk memilih menutup server-nya pada akhir Oktober ini daripada membiarkannya menggantung di Steam. Meski memiliki potensi, Wings of the Universe menunjukkan bahwa game berskala besar seperti game MMORPG ternyata terlalu berat untuk dikerjakan sendirian.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game RPG yang dimatikan pada Oktober 2026. Pernah memainkan salah satu game di atas?

Curated For You

Editorial Team

Related Article