Seri Final Fantasy awalnya berkembang di platform Nintendo, yang saat itu menerapkan aturan sensor yang cukup ketat. Akibatnya, sejumlah elemen seperti simbol keagamaan, kekerasan hingga tampilan karakter yang terlalu terbuka harus dihilangkan atau diubah. Karena kebijakan ini, beberapa game Final Fantasy mengalami penyensoran ketika dirilis secara internasional, dan banyak diantaranya dilakukan dengan cara yang kurang rapi dan terkesan dipaksakan. Berikut beberapa game Final Fantasy yang disensor dan alasannya.
6 Game Final Fantasy yang Ternyata Disensor dan Alasannya

1. Final Fantasy VII Remake
Square Enix ternyata tetap melakukan perubahan pada Final Fantasy VII Remake bahkan setelah game-nya dirilis. Salah satu yang disorot adalah kostum Tifa ketika adegan flashback di Kalm, di mana ia masih berusia sekitar 15 tahun dan mengenakan outfit bergaya koboi. Lewat patch menjelang perilisan Rebirth, kostum tersebut diperbarui dengan tambahan kaos hitam di dalamnya agar terlihat lebih tertutup sekaligus konsisten dengan versi Tifa yang muncul di sekuelnya. Faktor usia Tifa di momen tersebut juga menjadi alasan utama perubahan ini, apalagi di timeline saat ini (ketika ia sudah dewasa), ia tetap tampil dengan outfit yang lebih terbuka.
2. Final Fantasy IV
Final Fantasy IV sempat dirilis di pasar Amerika Utara dengan judul Final Fantasy II karena dua game sebelumnya belum pernah dirilis di pasar tersebut. Versi ini dikenal sebagai salah satu yang paling banyak mengalami sensor, mulai dari adegan penari yang dibuat lebih “aman”, dihapusnya beberapa konten hingga penghilangan unsur religi. Salah satu perubahan paling aneh terjadi ketika momen penyelamatan Rosa. Di versi original-nya, ia hampir tertimpa sabit raksasa dari langit-langit sebelum diselamatkan di detik terakhir, tetapi di versi pasar Amerika Utara, sabit raksasa itu diubah menjadi bola besar.
3. War of the Visions: Final Fantasy Brave Exvius
Game gacha sering dikenal dengan karakter perempuan yang punya desain kostum cukup terbuka, termasuk di berbagai game mobile Final Fantasy. Salire di War of the Visions: Final Fantasy Brave Exvius juga memiliki desain yang cukup “fanservice”, tapi salah satu kostumnya yaitu Sweetheart ternyata dianggap terlalu vulgar hingga akhirnya disensor dengan menutup bagian yang terbuka menggunakan warna hitam. Menariknya, keputusan tersebut terbilang janggal karena sebelumnya Salire juga memiliki kostum Halloween yang sama-sama terbuka, namun tetap lolos tanpa sensor.
4. Final Fantasy Tactics Advance
Final Fantasy Tactics Advance mengikuti empat anak dari dunia nyata yang tiba-tiba masuk ke dunia fantasi bernama Ivalice, tempat di mana masalah hidup mereka seolah lenyap. Bagi karakter bernama Mewt, Ivalice bahkan menghidupkan kembali ibunya yang telah meninggal dan mengubah ayahnya, Cid, menjadi sosok penting sebagai pemimpin organisasi Judges. Menariknya, dalam versi Jepang, Cid digambarkan sebagai seorang pecandu alkohol, sementara versi internasionalnya menghilangkan unsur tersebut dan mengganti Cid sebagai karakter yang lebih penakut dan kehilangan arah setelah kematian istrinya.
5. Final Fantasy VIII Remastered
Ketika Final Fantasy VIII Remastered diumumkan, banyak pemain mengira perubahannya hanya sebatas peningkatan visual dan fitur tambahan seperti game remaster Final Fantasy lainnya. Namun, Square Enix ternyata melakukan lebih banyak peningkatan, terutama soal pakaian karakter. Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah penyesuaian pada beberapa karakter perempuan. Rinoa kini menggunakan atasan yang lebih tertutup, sementara Siren diberi tambahan elemen seperti bulu untuk menutupi bagian tubuhnya. Perubahan tersebut dianggap wajar mengingat desain asli keduanya terbilang cukup berani.
6. Final Fantasy VII Ever Crisis
Final Fantasy VII Ever Crisis merupakan game mobile yang dirancang untuk merangkum seluruh kisah dalam Compilation of Final Fantasy VII yaitu semua media terkait sebelum perubahan timeline di Final Fantasy VII Remake. Seperti game mobile pada umumnya, ada fitur gelar (title) yang bisa dipasang di profil pemain. Namun, salah satu title bernama "Water Burial" sempat memicu kontroversi karena dianggap menyinggung salah satu momen paling emosional di game-nya. Reaksi negatif pemain terkait hal ini cukup masif hingga akhirnya Square Enix meminta maaf dan mengganti nama title tersebut menjadi "Prayer Altar".
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game Final Fantasy yang ternyata disensor beserta alasannya. Pernah memainkan game-game Final Fantasy di atas?