7 Game Luar Biasa yang Buktikan VR Bukanlah Gimmick

- Horizon Call of the Mountain menawarkan pengalaman VR yang imersif dengan visual memukau dan pertarungan melawan Machine yang menegangkan.
- Alien: Rogue Incursion menghadirkan gameplay aksi tembak-menembak yang mencekam dengan cerita original di latar antara film pertama dan kedua.
- Assassin’s Creed Nexus membuktikan keberhasilan format VR dengan skor Metacritic lebih tinggi, rekonstruksi lokasi dengan detail menakjubkan, dan elemen khas seri Assassin's Creed.
Game virtual reality atau VR sering dianggap kurang menarik karena kualitas visualnya yang lebih rendah dan gameplay yang lebih terbatas dibanding game biasa. Selain itu, banyak pemain tidak bisa menikmatinya karena motion sickness, sehingga pasar untuk game VR menjadi kurang ideal. Kendati demikian, game VR menawarkan pengalaman yang sangat imersif, karena pemain benar-benar bisa merasakan berada di dalam dunia game yang sedang mereka mainkan. Selain itu, ada pula sejumlah game VR yang saking apiknya, sampai membuktikan bahwa VR lebih dari sekadar gimmick. Berikut daftarnya.
1. Horizon Call of the Mountain
Horizon Call of the Mountain terasa luar biasa dalam format VR di PSVR2. Game ini menghadirkan dunia post-apokaliptik garapan Guerrilla Games ke tingkat yang baru meski tidak dalam ukuran seluas yang ada di Zero Dawn atau Forbidden West. Kali ini, pemain berperan sebagai Ryas dari Shadow Carja, namun Aloy tetap hadir dalam cerita. Pertarungan melawan para Machine masih mengandalkan busur dengan menyerang titik lemah mereka. Format VR membuat eksplorasi lingkungan di game ini terasa menakjubkan. Visualnya memukau dan imersif, meski durasi gameplay-nya tidak sepanjang dua game di seri utama.
2. Alien: Rogue Incursion
Menyusul serial TV Alien: Earth yang tayang di Disney+ Hotstar, muncullah Alien: Rogue Incursion, game Alien terbaru yang eksklusif untuk VR. Berbeda dengan Alien: Isolation, game ini lebih menekankan pada gameplay aksi tembak-menembak alih-alih horor survival. Kendati demikian, game ini tetap terasa mencekam. Ceritanya original, mengambil latar antara film pertama dan kedua dengan protagonis baru bernama Zula Hendricks, mantan Colonial Marine yang bersama android bernama Davis berusaha menghentikan eksperimen Xenomorph di fasilitas milik Gemini Exoplanet Solutions di planet LV-354 (Purdan).
3. Assassin’s Creed Nexus
Banyak yang awalnya mengira jika Assassin’s Creed Nexus yang mengusung format VR akan flop, tapi faktanya, game ini malah mendapat skor Metacritic lebih tinggi dibanding Assassin’s Creed Mirage. Game ini mengajak untuk kembali mengikuti kisah tiga protagonis utama Assassin’s Creed yaitu Ezio dari Assassin’s Creed 2, Connor dari Assassin’s Creed 3 dan Kassandra dari Assassin’s Creed Odyssey. Semua elemen khas serinya mulai dari parkour, stealth, hidden blade, hingga leap of faith ditampilkan dari perspektif first-person. Lokasi seperti Italia Renaisans, Amerika saat Revolusi dan Yunani Kuno juga direkonstruksi dengan detail menakjubkan.
4. Metro Awakening
Sekuel yang ditunggu-tunggu dari Metro Exodus hadir dalam bentuk game VR berjudul Metro Awakening. Game ini diposisikan sebagai prekuel yang berlatar lima tahun sebelum game pertama. Kali ini, pemain berperan sebagai Serdar Iskanderov alias Khan, karakter penting dari game sebelumnya, untuk mengikuti kisah asal-usulnya ketika ia menjelajahi sistem metro bawah tanah untuk mencari istrinya. Meski berbentuk VR, game ini tetap menampilkan kualitas visual, desain senjata, makhluk mutasi dan karakter yang setara dengan versi konsolnya. Awakening lebih dari sekadar game shooter arcade, karena menghadirkan kembali nuansa horor survival yang sempat menghilang di Exodus.
5. Edge of Nowhere
Edge of Nowhere merupakan game VR garapan Insomniac Games yang menghadirkan pengalaman horor bertema Lovecraftian yang terinspirasi dari novel At the Mountains of Madness. Berbeda dari kebanyakan game VR, game ini unik karena dimainkan dari perspektif third-person. Pemain berperan sebagai Victor Howard, seorang penjelajah yang mencari tim ekspedisi istrinya di Antartika, sebelum akhirnya bertemu dengan makhluk asing menyeramkan di gua dan pegunungan. Dengan elemen memanjat ala Tomb Raider dan sistem inventori survival, game ini berhasil menangkap nuansa mencekam khas cerita bertema Lovecraftian.
6. Batman: Arkham Shadow
Seperti halnya Assassin’s Creed Nexus, banyak memprediksi jika Batman: Arkham Shadow akan bernasib buruk seperti Suicide Squad: Kill the Justice League yang hanya meraih skor 60 di Metacritic. Namun justru sebaliknya, Arkham Shadow malah berakhir sukses dengan skor 85 di Metacritic dan memperluas dunia serta jajaran musuh di seri Batman: Arkham. Game yang diposisikan sebagai sekuel Arkham Origins ini memperkenalkan villain baru seperti Rat King dan Lyle Bolton (Lock-Up), disamping membawa kembali villain ikonik seperti Two-Face, Scarecrow dan Dr. Harleen Quinzel alias Harley Quinn.
7. Half-Life: Alyx
Half-Life: Alyx membuktikan bahwa VR merupakan masa depan yang serius di industri gaming. Meski sempat mengecewakan sebagian pemain karena bukan Half-Life 3 yang begitu dinantikan, game ini justru mendapat banyak pujian hingga bisa meraih skor 93 di Metacritic. Sebagai prekuel Half-Life 2, Alyx membawa perpaduan cerita yang solid, gameplay yang imersif dan elemen horor survival. Pemain berperan sebagai Alyx Vance yang berusaha menyelamatkan ayahnya dari Combine, ditemani Vortigaunt bernama Gary. Senjata ikonik di serinya seperti Gravity Gun juga dihadirkan kembali di game ini.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game luar biasa yang buktikan VR bukan sekadar gimmick. Tertarik memainkan game-game di atas?