Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Game Paling Kontroversial di Tahun 2020-an, Ada GTA Remaster!
Atomic Heart (dok. Mundfish)
  • Beberapa game besar di tahun 2020-an, seperti GTA Remaster dan Cyberpunk 2077, menuai kontroversi karena rilis dalam kondisi buruk serta masalah teknis yang mengecewakan pemain.
  • Kontroversi juga muncul dari sisi konsep dan etika, seperti Palworld yang dituding meniru desain Pokémon serta Six Days in Fallujah yang dianggap tidak sensitif terhadap tragedi nyata.
  • Meski diterpa kritik keras, sejumlah game seperti Atomic Heart dan Cyberpunk 2077 tetap mencatat penjualan tinggi, menunjukkan bahwa kontroversi tak selalu menghambat kesuksesan komersial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun 2020-an dipenuhi perilisan game luar biasa dalam jumlah yang melimpah. Namun di sisi lain, beberapa game, baik dari studio besar maupun kecil, juga membuat kontroversi yang hampir tak pernah absen setiap minggunya. Entah karena rilis dalam kondisi buruk, kontennya dianggap bermasalah atau membawa perubahan yang memicu kemarahan pemain, selalu ada game kontroversial yang berakhir menjadi bahan perdebatan panas di kalangan pemain dan media. Game apa saja itu? Berikut beberapa diantaranya.

1. Grand Theft Auto: The Trilogy – Definitive Edition

Grand Theft Auto: The Trilogy – Definitive Edition yang notabene merupakan game remaster untuk trilogi GTA III, Vice City dan San Andreas seharusnya hampir mustahil gagal, tapi malah kacau balau ketika rilis. Ketiganya dipenuhi bug, bahkan sampai ada misi yang tidak bisa diselesaikan, sementara peningkatan dari sisi teknis malah merusak cita rasa game original-nya. Banyak pemain yang menilai game ini dikerjakan secara terburu-buru oleh Grove Street Games demi hasil cepat. Meski berbagai update pasca rilis memperbaiki banyak masalah, tetap saja memalukan bahwa game remaster untuk trilogi GTA yang legendaris ini malah berantakan.

2. Dragon Age: The Veilguard

Dragon Age: The Veilguard memang mendapat sambutan yang cukup positif dari kritikus ketika dirilis, tapi memicu banyak perdebatan di kalangan pemain. Banyak yang merasa game ini terlalu jauh meninggalkan akar gameplay Dragon Age sebelumnya, dengan pendekatan yang lebih aksi dan mengorbankan elemen strategi. Selain itu, desain misinya juga dinilai terlalu generik dan repetitf. Pada akhirnya, meski bukan game yang sepenuhnya buruk, The Veilguard terasa lebih dangkal dan kurang konsisten dibanding pendahulunya, sehingga bagi banyak pemain, hasil akhirnya cukup mengecewakan jika dibandingkan dengan ekspektasi tinggi yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.

3. Cyberpunk 2077

Cyberpunk 2077, game ambisius berikutnya dari CD Projekt Red setelah The Witcher 3, sempat menjadi salah satu game paling ditunggu sepanjang masa. Hype besar dari marketing dan reputasi CDPR membuat banyak pemain yakin game ini akan jadi mahakarya mereka berikutnya. Namun begitu dirilis, terutama di konsol last-gen seperti PS4 dan Xbox One, game ini malah bermasalah dengan bug dan performa buruk hingga sulit dimainkan dengan nyaman. Dampaknya besar di mana Sony sampai menarik game ini dari PlayStation Store selama enam bulan, dan CDPR harus membayar kompensasi akibat gugatan hukum dari pemain. Untungnya, Cyberpunk 2077 saat ini sudah lebih baik dan telah terjual lebih dari 35 juta kopi.

4. Palworld

Ketika dirilis secara early access pada Januari 2024, Palworld langsung dijuluki game “Pokemon dengan senjata”. Julukan itu memang terdengar lucu, tapi di saat yang sama juga memicu perdebatan serius soal batas antara parodi, inspirasi dan plagiarisme. Desain beberapa Pal (sebutan monster di game ini) dianggap terlalu mirip dengan Pokemon, hingga muncul tuduhan bahwa Pocketpair “mencuri” desain Pokemon, meski mereka membantah. Nintendo dan The Pokémon Company kemudian turun tangan dan menggugat Pocketpair atas dugaan pelanggaran paten pada September 2024. Disamping itu, kontroversi lain juga muncul terkait mekanisme yang memungkinkan pemain mengeksploitasi Pal sebagai tenaga kerja.

5. Atomic Heart

Atomic Heart hadir dengan visual yang keren, tapi juga cepat jadi sumber kontroversi. Studio yang menggarapnya yaitu Mundfish, disorot karena memilih diam soal invasi Rusia ke Ukraina dan malah terkesan menghindari kaitan dengan Rusia dalam komunikasi resminya. Sikap “netral” mereka justru dianggap banyak pihak sebagai cara menghindar dari tanggung jawab, dan bahkan Kementerian Transformasi Digital Ukraina menilai game ini memromantisasi ideologi komunis dan Uni Soviet. Tanggal rilisnya yang bertepatan dengan satu tahun invasi Rusia ke Ukraina juga menuai kritik. Meski diterpa berbagai kritik dan seruan boikot, Atomic Heart tetap sukses besar dengan penjualan lebih dari 10 juta kopi, dan kini sekuelnya sedang dikembangkan.

6. Six Days in Fallujah

Six Days in Fallujah adalah game shooter militer yang pertama kali diumumkan pada 2009 dan langsung menuai kontroversi karena mengangkat Perang Irak dari sudut pandang Amerika Serikat. Banyak yang menilai game ini tidak sensitif karena menjadikan tragedi nyata sebagai hiburan, apalagi dengan perspektif yang dianggap bias. Studio awalnya yaitu Atomic Games bangkrut pada 2011 sehingga game ini sempat mati, sebelum akhirnya dihidupkan kembali oleh Highwire Games dan dirilis secara early access pada Juni 2023. Versi terbarunya mencoba meredam kritik dengan memasukkan sudut pandang Irak, namun tetap mendapat penolakan, termasuk dari organisasi seperti CAIR (Council on American-Islamic Relations) yang meminta platform besar untuk tidak menjualnya.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game paling kontroversial di tahun 2020-an. Pernah memainkan salah satu game kontroversial di atas?

Editorial Team

Related Article