Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Merek HP dan Stereotip Masyarakat

5 Merek HP dan Stereotip Masyarakat
ilustrasi HP Samsung (commons.wikimedia.org/Maurizio Pesce)
Intinya Sih
  • Artikel membahas lima merek HP populer—Xiaomi, Samsung, Infinix, OPPO-vivo, dan ASUS—beserta stereotipe unik yang melekat pada masing-masing di kalangan pengguna.
  • Stereotipe muncul dari pengalaman pengguna seperti Xiaomi-POCO sering mati total, Samsung terkena green line, Infinix dijuluki pawang MediaTek, OPPO-vivo disebut genjutsu, dan ASUS dikenal panas.
  • Fenomena stereotipe ini menunjukkan bagaimana persepsi konsumen terbentuk dari kelebihan dan kekurangan produk, sekaligus memengaruhi citra serta daya tarik tiap merek di pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tiap HP memiliki keunikan, ciri khas, keunggulan, bahkan kelemahannya tersendiri. Hal tersebut sangat wajar dan menjadi strategi dari perusahaan agar produknya dilirik serta makin dikenal oleh konsumen. Menariknya, semua hal tersebut terkadang memunculkan stereotipe di mata konsumen.

Stereotipe sendiri tak sepenuhnya bermakna negatif, sebaliknya ada juga stereotipe yang malah meningkatkan pamor dari suatu merek HP. Stereotipe juga bisa menempel hampir di semua merek HP, mulai dari merek raksasa seperti Samsung hingga pendatang baru layaknya Infinix. Penasaran apa saja merek HP berserta stereotipenya? Kita ulik di bawah ini, yuk!

1. Xiaomi dan POCO HP matot

ilustrasi HP Xiaomi
ilustrasi HP Xiaomi (unsplash.com/Mateusz Tworuszka)

Salah satu stereotipe paling populer di kalangan pencinta gawai adalah tentang HP Xiaomi dan POCO yang sering mati total (matot). Di forum seperti Xiaomi Community dan XDA Developer ada banyak pengguna yang mengeluhkan masalah tersebut. POCO X3 Pro, POCO F3, POCO F4, dan Redmi Note 9 Pro merupakan beberapa model yang kerap mengalami mati total.

Meski sering mengalami mati total, sebenarnya HP Xiaomi dan POCO tetap bisa awet. Mati total biasanya terjadi karena kesalahan pengguna itu sendiri, seperti memainkan HP dalam waktu yang lama, tidak merawat HP, hingga membiarkan HP overheat. Jika HP dirawat dan digunakan sewajarnya maka kasus mati total tak akan terjadi.

2. Samsung sering mengalami green line di layar

ilustrasi HP Samsung
ilustrasi HP Samsung (unsplash.com/Kawal Dhillon)

Di forum Samsung Members banyak pengguna yang mengeluhkan bahwa HP Samsung milik mereka kerap terkena green line di layar. Karena banyaknya kasus akhirnya muncul stereotipe bahwa Samsung adalah merek HP langganan green line dan masalah layar lain. Padahal, nyatanya green line tak hanya menyerang HP Samsung dan bisa terjadi karena beberapa faktor.

Dilansir Android Authority, green line umumnya terjadi karena masalah di konektor atau kabel pada panel OLED. Green line juga bisa muncul ketika HP mengalami overheat atau panas berlebih. Mau itu HP Samsung, Xiaomi, vivo, OPPO, bahkan iPhone sekalipun bisa mengalaminya. Hanya ada beberapa cara untuk mengetasi green line, yaitu pergantian layar atau servis layar di service center.

3. Infinix pawang MediaTek

ilustrasi HP Infinix
ilustrasi HP Infinix (id.infinixmobility.com)

Stereotipe dan stigma pawang MediaTek muncul karena HP Infinix hampir selalu menggunakan chipset MediaTek. Laman GSM Arena menjelaskan bahwa ada Infinix Note 50 yang pakai MediaTek Helio G100. Ada juga HP gaming seperti Infinix GT 50 Pro yang menggunakan MediaTek Dimensity 8400. Di sisi lain, HP mid-range seperti Infinix Note 60 pakai MediaTek Dimensity 7400.

Hanya segelintir HP Infinix yang pakai chipset Snapdragon, salah satunya adalah Infinix Note 60 Pro yang menggunakan Snapdragon 7s Gen 4. Menariknya, gelar pawang MediaTek tersebut memiliki konotasi yang positif bagi Infinix. Merek tersebut kerap mendapat ulasan positif, mampu memaksimalkan performa chipset MediaTek, dan membuktikan bahwa MediaTek merupakan chipset berkualitas.

4. OPPO dan vivo HP genjutsu

ilustrasi HP OPPO
ilustrasi HP OPPO (oppo.com)

Istilah genjutsu merujuk pada jurus hipnotis yang bisa memberikan khayalan ke karakter di anime atau komik Naruto. Istilah tersebut kemudian melekat pada HP OPPO atau vivo karena sales (penjual) dari kedua HP tersebut seakan-akan bisa "menghipnotis" konsumen untuk membeli produkinya. Biasanya, hal tersebut akan terjadi pada konsumen yang membeli HP secara offline.

Fenomena ini menjadi pembicaraan yang selalu hangat di media sosial dan berbagai forum. Alhasil, mulai muncul stereotipe bahwa OPPO dan vivo adalah HP genjutsu. Sales dari kedua HP tersebut umumnya akan menawarkan produk dengan kata-kata manis. Mereka juga akan menyebutkan kelebihan produknya dengan detail dan halus. Hal itu perlahan bisa meluluhkan hati konsumen dan akhirnya konsumen akan membeli HP OPPO atau vivo.

5. ASUS adalah HP setrika atau setrika mini

ilustrasi HP ASUS
ilustrasi HP ASUS (asus.com)

Dilansir berbagai sumber, HP ASUS dijuluki HP setrika atau setrika mini karena suhunya yang sangat tinggi, khususnya jika digunakan untuk bermain game. Salah satu hal yang memicunya adalah penggunaan prosesor Intel Atom pada beberapa model HP ASUS keluaran lama. Intel Atom sendiri sebenarnya adalah prosesor komputer. Ketika dipasang di HP prosesor tersebut tak cocok dan akhirnya bikin suhu naik secara drastis. Untungnya, stigma tersebut mulai hilang karena ASUS sudah meninggalkan Intel Atom dan beralih di Qualcomm Snapdragon yang lebih stabil.

Berbagai stereotipe atau stigma yang melekat di merek HP muncul karena konsumen itu sendiri. Konsumen sering mengamati kelebihan, keunikan, dan kekurangan HP yang kemudian mendorong mereka untuk menciptakan suatu stereotipe. Menariknya, sebuah stereotipe juga bisa menjadi cerminan terkait kualitas, kemampuan, dan kelebihan dari sebuah merek HP. Apa stereotip versimu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More