Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Franchise Watch Dogs Tidak Sesukses Assassin's Creed?

Watch Dogs 2 dan Assassin's Creed Unity
Watch Dogs 2 dan Assassin's Creed Unity (dok. Ubisoft/Watch Dogs 2 | dok. Ubisoft/AC Unity)
Intinya sih...
  • Assassin's Creed menawarkan konsep historis yang jelas dan konsisten
  • Watch Dogs sering berganti fokus cerita dan karakter utama
  • Inovasi gameplay Watch Dogs dianggap tidak stabil dan kurang konsisten
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ubisoft dikenal sebagai penerbit besar yang mampu melahirkan waralaba populer lintas generasi. Assassin's Creed menjadi contoh paling sukses walaupun belakangan kerap memicu kontroversi. Watch Dogs hadir sebagai proyek ambisius lain, tetapi perjalanannya tidak pernah menyamai pencapaian tersebut.

Sejak debutnya, Watch Dogs membawa janji besar tentang dunia modern yang bisa diretas secara bebas. Konsep ini terdengar segar dan relevan, terutama pada era teknologi digital yang makin dominan. Namun, seiring waktu, popularitasnya cenderung naik turun dan sulit membangun basis penggemar sekuat Assassin's Creed. Dilansir berbagai sumber, berikut alasan kenapa Watch Dogs gagal menyamai kesuksesan Assassin's Creed.

1. Konsep yang menarik, tetapi kurang matang

cover Watch Dogs
cover Watch Dogs (dok. Ubisoft/Watch Dogs)

Assassin's Creed menawarkan konsep yang jelas sejak awal, yaitu sebagai pembunuh rahasia yang hidup di berbagai era sejarah. Pemain diajak menjelajah berbagai kota ikonik untuk merasakan peran penting dalam peristiwa besar dunia. Konsep ini mudah dikenali dan memberikan pengalaman seru.

Watch Dogs mengambil latar dunia modern yang terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kota seperti Chicago atau London memang detail, tetapi tidak menawarkan sensasi petualangan historis unik. Fantasi sebagai peretas mungkin terasa menarik pada awal, tetapi sulit dipertahankan sebagai daya tarik jangka panjang.

2. Model karakter utama yang berubah sejak Watch Dogs Legion

Watch Dogs Legion
Watch Dogs Legion (dok. Ubisoft/Watch Dogs Legion)

Assassin's Creed memiliki benang merah naratif yang terus dijaga meskipun berganti tokoh utama. Konflik antara Assassin dan Templar menjadi fondasi yang mengikat semua seri. Pemain lama merasa ada kesinambungan yang layak diikuti dari satu game ke game berikutnya.

Watch Dogs kerap berganti fokus cerita dan karakter utama. Aiden Pearce, Marcus Holloway, hingga konsep tanpa protagonis tunggal di Watch Dogs Legion menciptakan jarak emosional. Perubahan ini membuat pemain sulit membangun keterikatan yang konsisten terhadap dunia dan karakternya. Dari ketiga seri, hanya Watch Dogs 2 yang paling banyak mendapatkan ulasan sangat positif dari para pemain.

3. Inovasi gameplay yang tidak stabil

Watch Dogs Legion
Watch Dogs Legion (dok. Ubisoft/Watch Dogs Legion)

Assassin's Creed memang cukup sering menuai kritik karena formula yang terasa berulang. Namun, Ubisoft perlahan melakukan evolusi besar lewat seri Origins, Odyssey, dan Valhalla. Perubahan tersebut memberi napas baru tanpa menghilangkan identitas inti franchise. Meski kontroversi besar sempat datang lewat Assassin's Creed Shadows, tetapi franshise ini masih berpeluang besar untuk terus dilanjutkan.

Watch Dogs justru terlihat kurang konsisten dalam mengembangkan gameplay intinya. Mekanisme hacking dianggap hanya gimmick dan tidak selalu berevolusi signifikan. Eksperimen besar seperti sistem NPC di Legion terdengar revolusioner, tetapi eksekusinya tidak sepenuhnya memuaskan pemain.

4. Watch Dogs mengundang kontroversi sejak awal perilisan

gameplay Watch Dogs
gameplay Watch Dogs (dok. Ubisoft/Watch Dogs)

Peluncuran Assassin's Creed pertama mungkin sederhana, tetapi berhasil membangun rasa penasaran dan kepercayaan. Tiap seri lanjutan memperkuat citra franchise sebagai proyek ambisius yang terus tumbuh. Kepercayaan pemain menjadi modal penting bagi kesuksesan jangka panjang.

Watch Dogs menghadapi masalah sejak awal perilisan, karena kontroversi downgrade visual. Ekspektasi tinggi yang tidak sepenuhnya terpenuhi memicu kekecewaan. Dampaknya terasa hinggaseri berikutnya, meskipun kualitas visual sebenarnya mengalami peningkatan signifikan pada Watch Dogs 2.

5. Daya tarik berkurang seiring berjalannya waktu

cover Watch Dogs 2
cover Watch Dogs 2 (dok. Ubisoft/Watch Dogs)

Assassin's Creed mampu menyesuaikan diri terhadap tren pasar tanpa kehilangan ciri khasnya. Latar sejarah selalu memberi ruang eksplorasi tema baru yang hampir tak terbatas. Hal ini membuat franchise tersebut terasa relevan bagi pemain lintas generasi.

Di sisi lain, Watch Dogs terikat pada isu teknologi modern yang cepat berubah. Tema ini akan terasa usang ketika tren bergeser. Tanpa fondasi fantasi yang kuat, franchise ini kesulitan mempertahankan daya tarik jangka panjang di tengah persaingan game dunia terbuka.

Perbedaan kesuksesan Watch Dogs dan Assassin's Creed tidak semata soal kualitas teknis. Faktor identitas, konsistensi, dan kepercayaan pemain memainkan peran besar dalam membentuk nasib sebuah franchise. Pertanyaannya, apakah Watch Dogs masih punya peluang untuk menemukan kembali arah yang benar pada masa mendatang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Tech

See More

GTA 6 Pasti Rilis pada 19 November 2026, Ini Faktanya!

04 Feb 2026, 21:22 WIBTech