Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
draft phase ONIC kalah dari YG
draft phase ONIC kalah dari YG (youtube.com/MPL Indonesia)

Intinya sih...

  • YG fokus ban hero Kiboy, ONIC membalas dengan draft yang lebih berani

  • YG bermain solid tanpa celah, berhasil dominasi ONIC sejak awal pertandingan

  • Ying dan Hannn menjadi kunci kemenangan YG, sementara Lutpiii masih underperform

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pertandingan hari ke-2 Swiss Stage M7 World Championship 2025 berjalan seru. Bagaimana nasib perwakilan Indonesia dalam pertandingan semalam, Minggu (11/1/2026)? Untungnya, Alter Ego (AE) berhasil menang melawan Black Sentence Esports (BSE) dan tetap melaju di Upper Bracket.

Namun, nasib berbeda dialami oleh sang juara MPL ID S16, ONIC Esports. Mereka harus bertekuk lutut dihadapan raksasa Myanmar, Yangon Galacticos (YG). Dalam pertandingan Best of 1 (Bo1), tidak ada kesempatan untuk membuat kesalahan. Kegagalan mereka tidak bisa ditolerir. Penasaran bagaimana YG menaklukkan sang Raja Langit? Simak ulasan di bawah ini!

1. YG fokus ban hero Kiboy, ONIC membalas dengan draft yang lebih berani

draft phase ONIC vs YG (youtube.com/MPL Indonesia)

Memasuki drafting, YG gak mau mengambil resiko. Coach Marvz fokus menginstruksi untuk ban hero andalan Kiboy, yakni Hilda, Kalea, dan Chou. Sementara, mereka bermain dengan META dua mage, yakni Luo Yi (Lina) sebagai midlaner dan Valentina (Ying) untuk EXP laner.

Dari pihak ONIC mereka fokus ban hero power YG, termasuk Baxia karena Hannn yang terbilang jago memainkan tank jungler. Dari segi draft, ONIC cukup variatif. Mereka membawa hero lama, seperti Pharsa (Sanz), Karrie (Skylar), dan Leomord (Kairi). Sementara, Lutpiii berani memakai Sora yang selama Swiss Stage masih belum menang sama sekali.

2. YG bermain solid tanpa celah, berhasil dominasi ONIC sejak awal pertandingan

gempuran YG yang bikin ONIC kalang kabut (youtube.com/MPL Indonesia)

Sanz bermain berani. Mulai dari ganking ke EXP lane hingga zoning midlane. Namun, ia dapat ditahan oleh permainan YG yang disiplin dan penuh kehati-hatian. Memasuki menit keempat, ONIC terpancing oleh startegi YG sehingga Sanz dan Kiboy tidak bisa menggunakan skill mereka. Alhasil, mereka kalah kontes Turtle kedua dan harus kehilangan tiga pemain.

Turtle ketiga, ONIC belum bisa bangkit. Semakin lama pertandingan berjalan, ONIC makin terdesak. Team fight demi team fight akhirnya dimenangkan oleh YG yang sangat solid dan tanpa bikin kesalahan. Sementara, ONIC bermain terlalu gegabah dan tanpa game plan yang jelas.

Pada akhirnya, ONIC harus mengakui kekalahan atas sang penantang dari Myanmar. Sejak awal, draft mereka sudah kalah poin ditambah dengan gameplay YG yang tidak bisa dieksploitasi oleh ONIC. Pertandingan berlangsung selama 14 menit dengan selisih mencapai 7,6 ribu gold dan 8 poin kill.

3. Ying dan Hannn menjadi kunci kemenangan YG, sementara Lutpiii masih underperform

Ying menjadi MVP berkat inisiasi yang spektakuler (youtube.com/MPL Indonesia)

Ying dengan Valentina menjadi MVP pada pertandingan kali ini. Ia berhasil menang lane dengan membuat Lutpiii (Sora) tak bisa bergerak. Ying juga selalu berhasil membuat inisiasi mahal untuk timnya dalam team fight. Peran Valentina yang digunakan sangat maksimal oleh Ying dengan memaksimalkan mencuri skill crowd control (CC) dari Sora.

Selain itu, sang jungler YG, Hannn, juga bermain apik dengan Fanny. Ini menjadi kesalahan ONIC dengan membiarkan Fanny lepas begitu saja. Apalagi, ONIC menggunakan Leomord yang kalah mobilitas sebagai jungler untuk menghadapi Fanny. Alhasil, Kairi tidak pernah bisa menangkap Hannn.

Di pihak ONIC, Lutpiii menjadi sorotan caster karena penampilannya yang under sejak awal Swiss Stage kemarin. Ia seolah kehilangan agresivitas dan inisiatif cerdas yang ia tunjukkan dalam MPL ID Season 16 kemarin. Sejak awal, Sora memang sudah di-counter Valentina, jadi laning phase masih bisa dimaklumi. Namun, ketika team fight, ia tidak bisa memaksimalkan skill Sora dengan baik. Bahkan, Ying dengan Valentina malah bisa lebih baik menggunakan ultimate Sora. Ada alasan kenapa Sora masih nol win rate, hero baru tersebut memang tricky. Keputusan ONIC untuk menggunakannya menjadi bumerang.

4. Perang belum usai, ONIC hanya turun ke Pool 1-1 dan bakal menghadapi Team Spirit

hasil undian untuk Swiss Stage hari ke-3 (youtube.com/MPL Indonesia)

Apakah kekalahan ini berdampak besar untuk laju ONIC di M7? Tidak juga, ONIC hanya tersisih dari Upper Bracket. Ia akhirnya berpindah ke Mid Bracket Pool 1-1 bersama dengan tujuh tim lainnya. Kalau ONIC berhasil menang kembali, ia akan masuk Pool 2-1 yang akan mengantarkannya ke Knockout Stage jika berhasil menang.

Adapun, berdasarkan sesi undian yang dilakukan Moreno dan Wann pada akhir hari ke-2 Swiss Stage, ONIC dipastikan akan berhadapan dengan Team Spirit (TS). Dipimpin, Kid Bomba, mereka adalah tim langganan M-Series yang tidak bisa diremehakan. Namun, berdasarkan rekam jejak ONIC di M-Series, harunya sang Raja Langit optimis menang, sih!

Semoga ONIC masih menyimpan strategi ampuh untuk menghadapi M7 World Championship yang masih panjang. Pasalnya, ONIC adalah salah satu harapan Indonesia untuk membawa pulang piala M World Series. Jangan lupa saksikan laga ONIC vs TS pada Selasa (13/1/2026) mendatang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team