Akan ada hari-hari saat energi rasanya tinggal remah. Bahkan, memilih hiburan pun terasa melelahkan. Pada momen seperti itu, cozy game bisa hadir bukan untuk menantang refleks atau adrenalin, melainkan untuk memeluk pelan lewat cerita, visual, dan ritme yang bersahabat. Lima rekomendasi game berikut mungkin cocok untuk menjadi teman yang tepat saat ingin beristirahat sejenak dari dunia yang terlalu bising tanpa harus benar-benar pergi ke mana pun.
5 Rekomendasi Cozy Game untuk Kamu yang Lagi Low Energy

Intinya sih...
Coffee Talk (2020) mengajak menjadi barista di kedai kopi Seattle alternatif dengan gameplay yang pelan dan tanpa tekanan.
Dordogne (2023) menceritakan perjalanan Mimi kecil di desa Dordogne dengan grafis seperti lukisan cat air yang hidup.
Florence (2018) mengisahkan kehidupan Florence Yeoh lewat minigame sederhana sebagai metafora emosi.
1. Coffee Talk (2020), game naratif karya anak bangsa yang mendunia
Coffee Talk adalah game naratif buatan developer Indonesia, Toge Productions, yang juga bertindak sebagai penerbit bersama Chorus Worldwide. Ia dirilis pada 2020 dengan gameplay yang mengajakmu menjadi barista di sebuah kedai kopi kecil di Seattle versi alternatif, tempat manusia hidup berdampingan dengan elf, orc, dan makhluk fantasi lain. Dari balik mesin espresso, kamu mesti mendengarkan curahan hati para pelanggan yang datang dengan masalah hidup yang terasa akrab dan manusiawi.
Permainannya berjalan pelan, hampir seperti malam yang hujan dan lampu kota yang temaram. Tidak ada tekanan untuk menang atau kalah, hanya pilihan bahan kopi dan dialog yang perlahan membentuk cerita. Coffee Talk akan terasa seperti duduk diam sambil menyeruput minuman hangat, yang membiarkan dunia bergerak tanpa perlu dikejar.
2. Dordogne (2023) mengikuti flashback karakter utama di sebuah desa kecil
Dordogne dikembangkan Un Je Ne Sais Quoi, sebuah studio asal Prancis, dan diterbitkan Focus Entertainment. Ia dirilis pada 2023 dengan menampilkan grafis seperti lukisan cat air yang hidup. Gamenya menceritakan perjalanan Mimi kecil yang menghabiskan musim panas bersama neneknya di pedesaan Dordogne. Ceritanya disusun dari potongan kenangan, suara alam, dan detail kecil yang sering terlupakan saat dewasa.
Tidak ada musuh. Tidak ada waktu yang mengejar. Hanya ada eksplorasi lembut dan interaksi sederhana. Kamu akan diajak menyelami ingatan, memilih apa yang ingin disimpan dan apa yang perlahan memudar. Dordogne adalah nostalgia yang bisa dimainkan. Ia terasa personal meski bukan tentang hidupmu sendiri.
3. Florence (2018) cocok untuk merenungkan hidup
Florence adalah game naratif singkat karya Mountains. Mereka dibantu Annapurna Interactive sebagai penerbit. Keduanya merilis Florence pada 2018. Ia hadir dengan mengisahkan kehidupan Florence Yeoh, seorang perempuan muda yang bergulat dengan rutinitas, mimpi, dan hubungan cinta pertamanya. Cerita disampaikan lewat minigame sederhana yang terasa seperti metafora emosi, bukan tantangan mekanis.
Dalam waktu bermain yang relatif singkat, Florence mampu menyentuh tema besar tentang tumbuh dewasa dan kehilangan arah. Tiap interaksi kecilnya terasa bermakna karena dekat dengan pengalaman sehari-hari. Game ini cocok untuk kamu yang ingin merenung tanpa harus tenggelam terlalu lama.
4. Unpacking (2021), cara lain menikmati cerita tanpa dialog
Unpacking adalah sebuah game puzzle naratif yang berfokus kepada aktivitas membongkar barang. Game ini dikembangkan studio independen asal Australia, Witch Beam. Mereka menerbitkan dan mendistribusikannya bersama Humble Games.
Dalam Unpacking, pemain diminta menata barang-barang pribadi ke dalam berbagai ruangan tiap kali karakter utama berpindah tempat tinggal. Tanpa dialog atau teks cerita langsung, kisah hidup sang karakter diceritakan melalui benda-benda yang dibuka dan disusun. Permainan ini menekankan suasana santai, detail emosional, dan cerita personal yang terungkap secara perlahan melalui lingkungan.
5. Venba (2023) bercerita lewat tradisi dan masakan
Venba adalah game memasak naratif yang dikembangkan dan dipublikasikan Visai Games. Ia dirilis pada 2023 untuk mengikuti kisah keluarga imigran asal India di Kanada. Fokusnya terletak pada sosok ibu bernama Venba dan hubungannya dengan keluarga serta warisan budaya. Resep masakan menjadi medium untuk bercerita tentang identitas, bahasa, dan jarak antargenerasi.
Proses memasaknya lembut dan penuh makna. Aktivitasnya bukan soal kecepatan atau skor. Tiap hidangan membawa kenangan, rindu, dan upaya mempertahankan tradisi. Venba bisa terasa hangat seperti masakan rumahan yang disantap perlahan setelah hari yang panjang.
Saat energi sedang rendah, game tidak harus menjadi ajang pembuktian atau pelarian yang melelahkan. Cozy game menawarkan ruang aman untuk bernapas, merasa, dan sekadar ada. Lima judul ini bukan untuk ditaklukkan, melainkan untuk ditemani saat dunia akhirnya memberi izin untuk berhenti sejenak.