Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rekomendasi Cozy Game Bernuansa Gelap

cuplikan Cult of the Lamb
cuplikan Cult of the Lamb (dok. Massive Monster/Cult of the Lamb)
Intinya sih...
  • Cult of the Lamb (2022) menggabungkan imut dengan simbolisme gelap, dikembangkan oleh Massive Monster dan diterbitkan Devolver Digital.
  • Graveyard Keeper (2018) menceritakan seseorang yang terdampar dan mengurus makam, karya Lazy Bear Games yang diterbitkan tinyBuild.
  • Grimshire (2025) berfokus kepada komunitas hewan yang mencoba bertahan dari wabah misterius, dikembangkan Acute Owl Studio.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cozy game tidak perlu cerah. Ia tidak selalu penuh bunga dan sinar matahari sore. Sebab, ada sudut lain dari genre ini yang terasa hangat karena gelap dan sunyi. Mungkin juga sedikit ganjil seperti dongeng yang dibacakan dengan suara pelan di dekat perapian. Di sanalah rasa nyaman muncul. Bukan dari keceriaan, melainkan dari penerimaan atas bayangan.

Lima rekomendasi game berikut boleh jadi membuktikan kalau kelam bisa berpadu dengan mekanisme game santai, yang ritme bermainnya biasanya menenangkan. Mereka akan mengajak pemain berkebun, merawat komunitas, atau menyelesaikan ritual sambil berbisik tentang kematian, kesendirian, dan harapan kecil yang bertahan. Mereka cozy game yang memeluk kegelapan tanpa kehilangan kehangatan.

1. Cult of the Lamb (2022) menggabungkan hal imut dengan simbolisme gelap

cuplikan Cult of the Lamb
cuplikan Cult of the Lamb (dok. Massive Monster/Cult of the Lamb)

Cult of the Lamb dikembangkan Massive Monster dan diterbitkan Devolver Digital, sebuah kolaborasi yang terkenal berani bermain di wilayah aneh dan artistik. Judulnya saja sudah memberi sinyal kalau game ini tidak takut menggabungkan hal imut dengan simbolisme gelap. Gaya visualnya sendiri seperti buku cerita anak yang ditulis ulang oleh mimpi buruk yang manis.

Kisahnya mengikuti seekor domba kecil yang diselamatkan dari kematian oleh entitas misterius. Sebagai balas jasa, ia harus membangun dan memimpin sebuah kultus di hutan yang penuh rahasia. Di balik ritual dan pengorbanan, ada rutinitas hangat tentang mengelola komunitas yang membuat kegelapan malah terasa akrab.

2. Graveyard Keeper (2018) menceritakan seseorang yang terdampar dan mengurus makam

cuplikan Graveyard Keeper
cuplikan Graveyard Keeper (dok. Lazy Bear Games/Graveyard Keeper)

Graveyard Keeper menjadi karya Lazy Bear Games yang diterbitkan tinyBuild. Sejak awal, ia menawarkan humor gelap yang santai. Game ini tampak seperti simulasi kehidupan klasik, tetapi latarnya pemakaman, bukan ladang bunga. Piksel-pikselnya sederhana. Ide di baliknya cukup nakal.

Pemain berperan sebagai seseorang yang terdampar di dunia aneh dan harus mengurus makam demi pulang. Sehari-hari diisi dengan membedah mayat, memperbaiki nisan, dan bercocok tanam di bawah bayang-bayang gereja. Aneh, tetapi menenangkan. Seolah kematian hanyalah rutinitas lain yang perlu dibereskan sebelum matahari terbenam.

3. Grimshire (2025) berfokus kepada komunitas hewan yang mencoba bertahan dari wabah misterius

cuplikan Grimshire
cuplikan Grimshire (dok. Acute Owl Studio/Grimshire)

Grimshire dikembangkan Acute Owl Studio dan diterbitkan secara mandiri sebagai proyek penuh cinta dari tim kecil. Gaya seninya lembut dan melankolis dengan nuansa pedesaan yang tenang, tetapi suram. Game ini terasa seperti kisah yang dibisikkan, bukan diceritakan dengan lantang.

Ceritanya berfokus kepada komunitas hewan yang mencoba bertahan dari wabah misterius. Pemain membangun hubungan, menanam tanaman, dan menjaga harapan tetap hidup saat kematian terus mengintai. Cozy di sini bukan soal kenyamanan, melainkan kebersamaan saat dunia perlahan runtuh.

4. Winter Burrow (2025) mengikuti tikus kecil yang kembali ke rumah masa kecilnya pada musim dingin

cuplikan Winter Burrow
cuplikan Winter Burrow (dok. Pine Creek Games/Winter Burrow)

Winter Burrow dikembangkan Pine Creek Games dan diterbitkan Noodlecake. Ia menghadirkan dongeng musim dingin yang sunyi dengan visual bersalju. Game ini seperti ilustrasi buku anak yang dilukis dengan warna kelabu lembut. Kesannya tenang, tetapi ada kesepian yang terus mengikuti.

Pemain berperan sebagai tikus kecil yang kembali ke rumah masa kecilnya. Tugasnya sederhana: merajut, memasak, dan memperbaiki sarang sambil menghadapi dingin yang menggigit. Dalam kesendirian musim dingin itu, tiap aktivitas kecil terasa seperti upaya bertahan hidup yang penuh makna.

5. Wytchwood (2021) menggali cerita seorang penyihir tua yang mengumpulkan bahan untuk ramuan dan kutukan

cuplikan Wytchwood
cuplikan Wytchwood (dok. Alientrap/Wytchwood)

Wytchwood dikembangkan dan diterbitkan Alientrap, studio yang gemar menghidupkan dunia dongeng aneh. Gaya visualnya menyerupai ilustrasi buku cerita rakyat dengan garis tebal dan warna kusam. Tiap layar terasa seperti halaman yang bisa dibingkai.

Game ini mengikuti seorang penyihir tua yang mengumpulkan bahan untuk ramuan dan kutukan. Ceritanya terpecah dalam kisah-kisah kecil tentang manusia dan kelemahan mereka. Alih-alih pertempuran cepat, Wytchwood menawarkan ritme pelan yang membuat kegelapan terasa reflektif.

Pada akhirnya, cozy game bernuansa gelap mengingatkan pemain akan rasa nyaman yang tidak selalu datang dari hal yang terang. Ia kadang muncul saat duduk diam bersama ketakutan kecil, lalu menyadari dunia tetap berjalan. Dalam bayangan itulah kehangatan yang jujur sering kali bersembunyi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

5 Rekomendasi Cozy Game untuk Main Selama 100 Jam

17 Jan 2026, 17:02 WIBTech