5 Rekomendasi Cozy Game untuk Main Selama 100 Jam

- Coral Island (2023) adalah farming simulation game yang menawarkan hubungan dengan karakter unik dan lingkungan tropis yang menenangkan.
- Heartopia (2026) merupakan life simulation game dengan fokus pada relasi sosial tanpa tekanan waktu, memberikan kebebasan berekspresi tanpa tuntutan produktivitas konstan.
- Roots of Pacha (2023) membawa pengalaman hidup pada zaman purba dengan pendekatan kolaboratif dan tema kebersamaan serta keberlanjutan.
Beberapa video game mampu menyediakan sudut-sudut kecil yang terasa seperti pelukan hangat setelah hari yang panjang. Cozy game, misalnya, sering menjadi genre yang menawarkan tantangan sekaligus ketenangan dalam kisah yang merangkul imajinasi kita. Jika pernah merasa gaming kadang terlalu kompetitif, daftar ini mungkin hadir sebagai oase. Ia tempat di mana waktu terasa melambat, narasi mengalir seperti sungai tenang, dan tiap jam yang kamu habiskan lebih berarti. Tidak terasa 100 jam pun telah berlalu.
1. Coral Island (2023), wakil Indonesia di genre cozy game

Coral Island dikembangkan Stairway Games dan diterbitkan Humble Games. Ia hadir dalam bentuk farming simulation game yang membawamu ke pulau tropis penuh warna. Kamu akan memulai sebagai karakter yang baru tiba dengan tujuan memperbaiki kebun, membantu warga, dan mengembalikan ekologis pulau. Ceritanya bukan sekadar tanam–panen. Ini tentang menjalin hubungan dengan penduduk, menjaga terumbu karang, dan menemukan kembali jantung pulau yang hampir hilang.
Pada awal permainan, kebunmu yang tidak jauh dari Starlet Town di Coral Island tampak ramah, tetapi sunyi. Ia sebuah kanvas kosong yang menunggu sentuhan tangan kreatifmu. Dalam perjalanan mengembangkan itu, kamu juga akan bertemu dengan karakter-karakter unik. Masing-masing dengan cerita personal yang menyentuh. Mulai dari pengusaha lokal yang berjuang hingga nelayan eksentrik dengan rahasia lautnya. Interaksimu dengan mereka membuka momen-momen emosional yang terasa lebih dari sekadar tugas harian dalam game farming.
Ulasan dari komunitas gamer sering menekankan betapa Coral Island terasa seperti pelarian yang menenangkan. Musik latar yang lembut berpadu dengan estetika yang hangat menciptakan lingkungan saat jam-jam bisa lenyap tanpa terasa. Jika kamu mencari cozy game yang menyatukan simulasi kehidupan, pelestarian lingkungan, dan cerita karakter yang memikat, Coral Island layak jadi pulau digital favoritmu.
2. Heartopia (2026) bisa jadi game mabar trending andalanmu

Heartopia adalah life simulation game yang dikembangkan dan diterbitkan XD. Dunia dalam game ini dipenuhi warna pastel dan non-player character (NPC) yang ramah. Kamu akan dibiarkan bebas berkebun, memasak, hingga berinteraksi dengan lingkungan barumu. Game ini menonjol karena berfokus kepada relasi, baik dengan lingkungan maupun dengan warga setempat dan pemain lain yang main bareng kamu, tanpa tekanan waktu atau batasan yang ketat.
Kisah Heartopia sendiri dimulai dengan karaktermu yang menemukan desa kecil yang memerlukan sedikit cinta dan perhatian untuk bersinar kembali. Kamu akan mengurus kebun bunga, membangun fasilitas baru, dan membuka rahasia desa melalui dialog hangat yang penuh empati. Pendekatan naratifnya lembut, tetapi berlapis, yang kemudian menciptakan keterikatan yang agak langka di game santai lainnya.
Para pemainnya belakangan memuji Heartopia karena memberi mereka kebebasan berekspresi tanpa tuntutan produktivitas konstan. Game ini tidak hanya berbicara soal progress, tetapi juga soal menikmati proses. Entah dengan menanam bunga, berbicara dengan teman-teman baru, atau meresapi tiap sudut desa yang hidup. Jika ingin merasakan cozy game dengan sentuhan sosial yang kuat dan estetika menenangkan, Heartopia adalah rekomendasi yang sulit untuk tidak dilirik.
3. Roots of Pacha (2023) memberi pengalaman hidup pada zaman purba

Roots of Pacha karya Sodan Den adalah sebuah cozy game yang membawamu kembali kepada zaman batu. Di sinilah komunitasmu bergantung kepada keterampilanmu untuk berkembang, bertani, berburu, dan berjelajah di dunia primitif yang luas. Game ini menonjol karena pendekatan kolaboratifnya. Semua tindakanmu membawa dampak nyata bagi desa yang sedang tumbuh.
Revolusi kecil dimulai darimu. Cobalah menanam benih pertama, membuat alat dari batu, hingga membangun rumah untuk teman-teman baru. Ceritanya bisa berkembang dan kaya akan momen-momen penuh arti, terutama saat kamu membantu NPC belajar dan tumbuh serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Elemen naratifnya sederhana, tetapi kuat. Ia menyentuh tema-tema kebersamaan, keberlanjutan, dan transformasi komunitas.
Roots of Pacha sering dipuji komunitas gamer karena kedalamannya yang tidak menggurui. Musiknya juga membawa rasa nostalgia primitif. Sementara itu, grafis bergaya pikselnya memberikan estetika hangat yang membuat jam demi jam berlalu tanpa terasa. Bagi siapa saja yang ingin cozy game dengan sentuhan sejarah fiksi dan kolaborasi komunitas yang nyata, Roots of Pacha adalah petualangan yang patut dicicipi.
4. Story of Seasons: Grand Bazaar (2025), remake terbaik Marvelous untuk seri Story of Seasons

Dikembangkan Marvelous Inc dan diterbitkan XSEED Games, Story of Seasons: Grand Bazaar membawa elemen klasik farming simulation game ke level baru dengan fokus kuat kepada pasar tradisional. Kamu ditawari mengurus lahan pertanian dan mengisi bazar dengan hasil panen dan ternak terbaik. Game ini akan menghubungkan pertanianmu dengan kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Narasi Grand Bazaar sendiri terasa seperti novel hidup yang berkembang seiring musim berganti. Kamu akan menjalin persahabatan, bercocok tanam mengikuti musim, hingga berpartisipasi dalam festival lokal yang meriah. Kehangatan cerita dan ritme gameplay-nya yang santai menjadikannya oase bagi pemain yang suka rutinitas produktif tanpa tekanan berlebih.
Review dari komunitas gamer menonjolkan keseimbangan antara eksplorasi personal dan keterlibatan sosial. Grafik cerah dan musik yang ringan menciptakan suasana yang selalu ramah, bahkan saat tantangan datang. Jika kamu mencari cozy game yang memberi ruang untuk berkembang secara kreatif dan sosial, Story of Seasons: Grand Bazaar layak jadi bagian dari daftar main panjangmu.
5. Stardew Valley (2016), game lawas yang masih relevan hingga kini

Tidak lengkap rasanya membicarakan cozy game tanpa menyebut Stardew Valley, karya solo Eric Barone alias ConcernedApe yang kemudian diterbitkan secara luas. Game ini termasuk game legendaris. Ia terbentuk dalam sebuah farming simulation game di mana kamu mewarisi kebun tua di dekat kota kecil bernama Pelican Town. Sejak perilisannya, Stardew Valley telah memikat jutaan pemain dengan dunia yang terasa hidup, yang penuh karakter menarik dan cerita personal yang menyentuh.
Tiap hari di Stardew Valley ibarat pilihan. Kamu boleh melanjutkan menanam jagung, mengeksplorasi tambang, atau menghabiskan waktu berbicara dengan warga. Ceritanya berkembang melalui festival kota, percintaan NPC, dan momen-momen kecil yang membuat dunia terasa nyata. Tidak ada tekanan waktu yang kaku, hanya ritme kehidupan yang kamu bentuk sesuai gayamu sendiri.
Komunitas gamer sering memuji Stardew Valley karena replayability-nya yang luar biasa. Belum lagi jumlah konten yang terasa tidak terbatas. Dari musim ke musim, dari panen ke panen, game ini menawarkan ketenangan sekaligus kejutan yang menyenangkan. Untuk jam main yang bisa dengan mudah menembus angka 100 jam atau lebih, Stardew Valley mungkin raja cozy game yang sulit disaingi untuk sementara ini.
Dari daftar di atas, kamu bisa menilai kalau cozy game bukan sekadar permainan. Ia adalah teman-teman digital yang mengajarkan banyak hal, mulai dari kesabaran hingga keindahan hal-hal sederhana. Masing-masing judul di atas menampilkan dunia yang mungkin ingin kamu kunjungi kembali berulang kali, tempat cerita dan gameplay saling berpelukan. Siapkan saja secangkir teh atau kopi dan biarkan dirimu tenggelam dalam dunia-dunia ini. Rasakan bagaimana ratusan jam bermain menjadi perjalanan yang penuh kehangatan.

















