Francesco Emmanuel Setiawan bangun aplikasi Against the Silence (dok. Apple)
Ide di balik karya Francesco Emmanuel Setiawan, 'Against the Silence', sangat personal. Tumbuh dengan kecemasan sosial, Francesco sering memilih diam daripada bersuara. Bahkan setelah mendapatkan kepercayaan diri, berbicara secara spontan tetap menjadi tantangan. Ketika ia mewawancarai 22 profesional muda, 75 persen di antaranya mengalami kesulitan yang sama.
Berbicara di depan umum, menurutnya, tidak hanya memengaruhi kemampuan kerja, tetapi juga kepemimpinan, hubungan, dan peluang secara luas. Namun, berlatih sendirian kurang memiliki akuntabilitas, dan berlatih bersama orang lain bisa terasa menakutkan.
Terinspirasi oleh kegiatan berbicara spontan yang pernah membantunya, Francesco menciptakan sebuah permainan di mana para pemain harus menghadapi “setan...” metaforis—perwujudan dari rasa takut akan penilaian orang lain—dan mengalahkannya dengan suara mereka.
Aplikasi Against the Silence (dok. Apple)
Para pemain ditantang untuk membela pendapat yang tidak populer, seperti alasan mengapa nanas cocok ditambahkan ke pizza, dengan menggunakan kata-kata tertentu yang ditentukan sambil menghindari kata-kata lain. Kata-kata pengisi seperti ‘umm’ atau 'hmm' akan mengurangi skor, sehingga setiap putaran menjadi momen pertumbuhan yang dapat diukur.
“Dinobatkan sebagai Swift Student Challenge Distinguished Winner lebih dari sekadar penghargaan bagi saya. Ini adalah bukti bahwa perjuangan pribadi kita dapat diubah menjadi alat yang membantu orang lain," Francesco mengatakan.
"Tumbuh dengan kecemasan sosial, saya dulu membiarkan rasa takut akan penilaian orang lain membungkam saya. Kini diakui oleh Apple atas aplikasi yang membantu orang mengatasi rasa takut yang samqa persis adalah kehormatan luar biasa dan pengakuan tertinggi atas perjalanan saya,” lanjutnya.
Kedunya telah diundang untuk menghadiri WWDC di Apple Park pada bulan Juni, di mana pemenang akan mengikuti pengalaman tiga hari yang dirancang khusus. Selama seminggu, para siswa akan memiliki kesempatan untuk menonton keynote secara langsung, belajar dari para ahli dan insinyur Apple, serta berpartisipasi dalam sesi praktik langsung.